Fakta Unik

15 Fakta Tentang Cacing, Bisa Lumpuh Jika Terlalu Lama Kena Cahaya

68
×

15 Fakta Tentang Cacing, Bisa Lumpuh Jika Terlalu Lama Kena Cahaya

Sebarkan artikel ini
Cacing
15 Fakta Tentang Cacing yang Jarang Diketahui. Sumber: IST

Hai, Sobat Suka Fakta! Siapa di sini yang suka berkebun atau sekadar berjalan-jalan di taman? Pasti kalian pernah melihat makhluk kecil yang bergerak-gerak di tanah, kan? Yup, mereka adalah cacing! 

Cacing adalah salah satu contoh hewan invertebrata, bersama dengan Udang, Siput, Belalang, hingga Kalajengking. Meski sering dianggap menjijikkan dan diabaikan, ternyata cacing punya banyak fakta menarik yang jarang diketahui orang, lho. Cacing bukan hanya penting untuk kesuburan tanah, tapi juga untuk menjaga keseimbangan lingkungan kita.

Nah, ngomong-ngomong soal fakta tentang cacing, ada cerita menarik tentang seorang ilmuwan terkenal bernama Charles Darwin. Pasti kalian sudah pernah dengar tentang dia dan teori evolusinya, kan? Tapi tahukah kalian, bahwa Darwin juga mempelajari cacing selama 38 tahun? Dia bahkan menerbitkan sebuah buku tentang cacing pada tahun 1881, tak lama sebelum ia meninggal. Dalam buku itu, Darwin menyebut cacing tanah sebagai makhluk yang sangat penting di bumi ini.

Jadi, sebenarnya apa keunikan cacing? Buat kalian yang penasaran dan suka dengan fakta-fakta unik, kali ini kita akan membahas 15 fakta tentang cacing yang mungkin belum pernah kalian dengar sebelumnya. Fakta-fakta ini bukan cuma menarik, tapi juga bisa bikin kita lebih menghargai peran cacing dalam kehidupan sehari-hari. Siap untuk petualangan seru menjelajahi dunia cacing? Yuk, kita mulai!

1. Cacing Akan Menjadi Lumpuh Jika Terkena Cahaya Terlalu Lama

fakta tentang cacing
Potret hewan Cacing. Sumber: IST

Pernahkah Sobat berpikir kenapa cacing selalu berada di tanah yang gelap? Nah, ini karena cacing sangat sensitif terhadap cahaya. Cacing tidak punya mata, tapi mereka bisa mendeteksi cahaya melalui kulit mereka.

Menariknya, jika cacing terkena cahaya selama sekitar satu jam, mereka bisa lumpuh dan tidak bisa kembali menggali ke dalam tanah. Jadi, mereka lebih suka berada di tempat yang lembap dan gelap untuk menjaga kulit mereka tetap lembap dan terhindar dari sinar matahari yang berbahaya.

2. Dapat Hidupkan Kembali Beberapa Segmen Tubuh Mereka

Cacing
Potret hewan Cacing. Sumber: IST

Ini dia fakta yang sering bikin kita bingung. Kalau Sobat pernah dengar bahwa cacing bisa tumbuh jadi dua kalau dipotong, itu tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya, cacing memang bisa meregenerasi beberapa bagian tubuh mereka, tergantung di mana mereka dipotong. Kalau cacing dipotong di belakang clitella (cincin di tubuh mereka), mereka bisa meregenerasi ekornya. Tapi ingat, tidak semua bagian bisa tumbuh kembali, ya.

3. Umur Mereka Umumnya Sekitar 2 hingga 8 Tahun

Cacing
Potret hewan Cacing tanah. Sumber: IST

Umur cacing bisa sangat bervariasi, Sobat. Di alam liar, cacing biasanya hidup sekitar 2 tahun karena banyaknya predator dan kondisi lingkungan yang tidak selalu ideal. Tapi dalam lingkungan yang dilindungi dan stabil, beberapa spesies cacing bisa hidup hingga 8 tahun. Jadi, umur cacing sangat tergantung pada spesies dan kondisi tempat mereka tinggal.

4. Mereka Adalah Hewan Berdarah Dingin dan Memiliki 5 Hati

Sobat, tahukah kalian bahwa cacing berdarah dingin? Artinya, mereka tidak bisa mengatur suhu tubuh mereka seperti kita. Suhu tubuh mereka mengikuti suhu lingkungan di sekitar mereka. Selain itu, cacing punya lima hati, atau lebih tepatnya lima lengkung aorta, yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh mereka. Menarik, bukan?

5. Cacing Adalah Hewan Hermaphrodite

Cacing.
Ilustrasi bagian tubuh Cacing. Sumber: Dok. brainly.co.id

Cacing adalah makhluk hermaphrodite, Sobat, yang berarti mereka memiliki organ reproduksi pria dan wanita. Tapi meski begitu, mereka tetap butuh pasangan untuk bereproduksi. Proses reproduksinya juga unik, lho. Cacing dewasa bisa dikenali dengan adanya cincin yang disebut clitella di tubuh mereka. Saat kawin, cacing saling bertukar sperma dan kemudian membentuk cocoon (kepompong) untuk telur mereka.

6. Cacing Bernapas Melalui Kulit

kulit cacing.
Potret kulit cacing. Sumber: IST

Nah, Sobat, cacing juga butuh oksigen seperti kita. Tapi bedanya, mereka tidak punya paru-paru atau hidung untuk bernapas. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kulit mereka yang tipis dan permeabel untuk menyerap oksigen.

Kulit cacing harus tetap lembap agar proses pernapasan ini bisa berjalan lancar. Kalau kulit mereka kering, cacing bisa mati lemas. Tapi hati-hati, kalau lingkungan mereka terlalu basah, cacing bisa tenggelam juga, lho!

7. Memiliki Rambut Mungil di Setiap Segmen

Sobat, pernah melihat cacing bergerak di tanah? Mereka punya trik khusus untuk itu. Cacing memiliki bulu kecil yang disebut setae di setiap segmen tubuh mereka. Setae ini membantu mereka bergerak dan tetap stabil di tanah. Meski kecil, setae ini sangat kuat dan terbuat dari bahan yang sama dengan kuku kita.

8. Bayi Cacing Menetas Dari Kepompong

Bayi cacing menetas dari kepompong yang dibentuk oleh cacing dewasa. Cacing Red Wiggler dewasa, misalnya, bisa menghasilkan 2-3 kepompong per minggu. Kepompong ini berukuran kecil, berbentuk lemon, dan berwarna emas kekuningan. Biasanya, setiap kepompong menetaskan 2 hingga 4 bayi cacing. Hebatnya, satu koloni cacing bisa menggandakan populasi mereka dalam waktu 60 sampai 90 hari saja!

9. Mereka Adalah Hewan yang Banyak Makan

Cacing
Potret hewan Cacing. Sumber: IST

Cacing adalah pengolah makanan yang sangat cepat dan efisien. Mereka bisa mencerna sekitar setengah dari berat badan mereka setiap hari. Sistem pencernaan mereka berupa tabung yang berjalan langsung dari mulut ke belakang tubuh. Cacing memakan bahan organik yang membusuk dan membantu mengurai serta mendaur ulang bahan tersebut menjadi tanah yang subur. Makanya, cacing sangat penting untuk kesehatan tanah kita.

10. Cacing Sudah ada di Bumi Sebelum Dinosaurus Muncul 

Cacing
Potret hewan Cacing tanah. Sumber: IST

Ini dia fakta keren lainnya, Sobat. Dinosaurus pertama muncul sekitar 231 juta tahun yang lalu, tapi cacing tanah sudah ada jauh sebelum itu. Cacing tanah sudah ada di bumi selama sekitar 600 juta tahun! Mereka mendahului semua vertebrata, termasuk dinosaurus, dan telah bertahan melalui berbagai perubahan iklim dan kondisi bumi.

11. Cacing Dewasa Memiliki Cincin yang Disebut Clitella

Cacing
Ilustrasi bagian tubuh Cacing. Sumber: Dok. bioearthworm.wordpress.com

Sobat, kalau kalian melihat cacing dewasa, pasti kalian bisa melihat cincin di tubuh mereka yang disebut clitella. Clitella ini penting untuk proses reproduksi mereka. Saat cacing kawin, mereka menyatukan clitella mereka dan membentuk cocoon di sekitar cincin ini. Dari cocoon inilah nanti bayi cacing akan menetas.

12. Jika Terlalu Banyak Makan Protein, Mereka Bisa Tampak Cacat

Cacing tanah
Potret hewan Cacing tanah. Sumber: IST

Salah satu fakta menarik tentang cacing adalah fenomena keracunan protein. Kalau cacing makan terlalu banyak protein, mereka bisa kesulitan mencernanya. Makanan yang tidak tercerna ini bisa mulai berfermentasi di usus cacing dan menyebabkan penumpukan gas. Akibatnya, usus cacing bisa rusak dan membuat mereka tampak cacat, seperti seutas mutiara. Untuk menghindari hal ini, penting untuk tidak memberi makan cacing secara berlebihan.

13. Cacing Tanah Gippsland Raksasa Adalah Cacing Terpanjang di Dunia

Cacing Tanah
Potret Cacing tanah Gippsland. Sumber: Dok. (First We Feast)

Sobat, ada cacing yang ukurannya luar biasa besar, lho. Cacing tanah Gippsland raksasa adalah salah satu cacing tanah terbesar di dunia. Panjang rata-rata cacing ini bisa mencapai 3,3 kaki (1 meter) dan bisa tumbuh hingga 9,8 kaki (3 meter). Cacing tanah raksasa ini hanya ditemukan di bagian bawah daratan Australia dan merupakan spesies yang dilindungi. Kalau pertama kali melihat, mungkin kita akan mengira mereka adalah ular!

14. Ada Sekitar 6.000 Jenis Cacing Tanah Tersebar di Seluruh Dunia

Cacing tanah
Potret hewan Cacing tanah. Sumber: IST

Sobat, tahukah kalian bahwa ada sekitar 6.000 spesies cacing tanah yang tersebar di seluruh dunia? Cacing tanah bisa ditemukan di semua benua kecuali Antartika. Menariknya, cacing tanah adalah spesies invasif yang bisa mengubah banyak variabel dalam ekosistem tanah. Jadi, meskipun kecil, mereka punya dampak besar pada lingkungan.

15. 90% Tubuh Cacing Terdiri dari Air 

Sobat, cacing ternyata terdiri dari 90% air. Ini membuat mereka sangat bergantung pada kelembapan untuk bertahan hidup. Sebagai perbandingan, tubuh manusia juga terdiri dari 75% air. Jadi, menjaga kelembapan adalah kunci bagi cacing untuk tetap hidup dan sehat.

Itulah 15 fakta menarik tentang cacing yang mungkin belum Sobat ketahui. Cacing mungkin tampak sederhana, tapi mereka punya peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem kita. Tetap ikuti artikel ini untuk mengetahui lebih banyak fakta menarik lainnya!

Kesimpulan

Nah, Sobat Suka Fakta, itulah 15 fakta menarik tentang cacing yang mungkin belum pernah kalian dengar sebelumnya. Dari kemampuan mereka bernapas melalui kulit hingga peran mereka dalam menjaga kesuburan tanah, cacing memang makhluk yang luar biasa. Mereka mungkin kecil dan sering diabaikan, tetapi kontribusi mereka terhadap ekosistem kita sangat besar.

Charles Darwin, dengan penelitian panjangnya tentang cacing, sudah menyadari betapa pentingnya cacing bagi kehidupan di bumi. Kita juga seharusnya lebih menghargai keberadaan mereka. Selain membuat tanah lebih subur dan sehat, cacing juga membantu dalam proses daur ulang bahan organik dan menjaga keseimbangan mikroba di tanah.

Jadi, Sobat, saat kalian berkebun atau sekadar berjalan-jalan di taman dan melihat cacing, ingatlah bahwa mereka adalah pekerja keras yang menjaga lingkungan kita tetap sehat. Mari kita jaga dan lestarikan habitat mereka agar cacing bisa terus berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Terima kasih sudah mengikuti artikel ini! Semoga kalian mendapatkan banyak informasi baru dan menarik tentang cacing. Jangan lupa untuk terus mengikuti artikel-artikel seru lainnya dan berbagi fakta menarik ini dengan teman-teman kalian. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Suka Fakta!

REFERENSI

  • Kliknclean. “15 Fakta Cacing yang Menakjubkan dan Menarik untuk Anda Ketahui.” Blog Kliknclean. Diakses pada 24 Juni 2024. https://blog.kliknclean.com/fakta-cacing/
  • Bobo. “5 Fakta Unik Cacing Tanah: Bisa Bunuh Bakteri hingga Suburkan Tanah.” Bobo Grid. Diakses pada 24 Juni 2024. https://bobo.grid.id/read/083645186/5-fakta-unik-cacing-tanah-bisa-bunuh-bakteri-hingga-suburkan-tanah?page=all
  • NFU Online. “10 Top Facts About Earthworms.” NFU Online. Diakses pada 24 Juni 2024. https://www.nfuonline.com/updates-and-information/10-top-facts-about-earthworms/
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *