Fakta Unik

Mengenal Kura-Kura Leher Ular Rote, Hewan Endemik dari Pulau Roti

62
×

Mengenal Kura-Kura Leher Ular Rote, Hewan Endemik dari Pulau Roti

Sebarkan artikel ini
Kura-Kura Leher Ular Rote
Mengenal Kura-Kura Leher Ular Rote, Hewan Endemik dari Pulau Roti. Sumber: IST

Halo, Sobat Suka Fakta! Setelah sebelumnya kita membahas kura-kura Angonoka, nah kali ini kita bakal bahas soal kura-kura leher ular. Kalian pernah denger nama hewan ini nggak?

Kura-kura leher ular atau dalam bahasa ilmiahnya Chelodina mccordi, berasal dari Pulau Roti, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini memang kecil, tapI jangan salah, pulau ini menyimpan banyak misteri dan keunikan, lho. Salah satunya ya kura-kura leher ular ini. 

Sayangnya, kura-kura ini sedang berada di ambang kepunahan. Banyak banget faktor yang bikin mereka terancam, mulai dari perdagangan hewan peliharaan hingga habitat yang terus berkurang. Tapi tenang, ada banyak usaha yang dilakukan untuk menyelamatkan mereka.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas lengkap tentang kura-kura leher ular. So, pastikan kamu baca sampai habis! Tanpa panjang lebar lagi, yuk kita mulai perjalanan seru mengenal kura-kura leher ular yang keren ini!

Habitat Kura-Kura Leher Ular Rote

Potret Pulau Rote Nusa Tenggara timur. Sumber: Instagram @rohmaneo

Sobat Suka Fakta, sebelum kita ngomongin lebih jauh soal kura-kura leher ular, kita perlu tahu dulu nih di mana mereka tinggal. Kura-kura leher ular ini endemik Pulau Roti, yang artinya mereka cuma bisa ditemukan di pulau kecil ini. Pulau Roti terletak di bagian selatan Indonesia, tepatnya di Nusa Tenggara Timur.

Habitat alami kura-kura leher ular adalah danau-danau kecil, rawa-rawa, dan sawah di Pulau Roti. Mereka suka tinggal di perairan dangkal yang kaya akan vegetasi. Sayangnya, habitat alami mereka makin lama makin berkurang karena perubahan penggunaan lahan menjadi sawah dan ladang pertanian.

Selain di Pulau Roti, kura-kura leher ular juga bisa ditemukan di beberapa tempat lain seperti Timor Leste. Tapi, populasi terbesar dan paling signifikan tetap ada di Pulau Roti. Keberadaan mereka di habitat yang sangat terbatas ini membuat kura-kura leher ular sangat rentan terhadap ancaman kepunahan.

Ciri Khas Kura-Kura Leher Ular Rote

Kura-Kura Leher Ular Rote
Potret Leher Kura kura Rote. Sumber: Wikipedia/H. Zell

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang gak kalah seru, yaitu karakteristik unik dari kura-kura leher ular. Sobat Suka Fakta, kura-kura ini punya banyak banget keunikan yang bikin mereka beda dari kura-kura lain.

Pertama, seperti namanya, kura-kura leher ular punya leher yang super panjang. Leher mereka bahkan gak bisa ditarik masuk ke dalam cangkang kayak kura-kura kebanyakan. Nah, kalau mereka merasa terancam, mereka akan nyelipin lehernya ke samping cangkang. Unik banget, kan?!

Selain lehernya yang panjang, kura-kura leher ular juga punya cangkang yang agak pipih dengan warna coklat kehitaman. Cangkang ini berfungsi sebagai pelindung dari predator dan lingkungan sekitar. Mereka juga punya kaki berselaput yang memudahkan mereka berenang di air.

Kura-kura leher ular termasuk dalam kelompok penyu peninggalan yang tersebar di Australia, Papua Nugini, Pulau Roti Indonesia, dan Timor Timur. Mereka termasuk hewan yang sudah ada sejak zaman dinosaurus, lho! 

Genus penyu ini menyimpang dari organisme hidup lainnya lebih dari 70 juta tahun yang lalu. Jadi, bisa dibilang kura-kura leher ular ini adalah salah satu saksi hidup sejarah bumi.

Sejarah Kehidupan Kura-Kura Leher Ular Rote

Kura-Kura Leher Ular Rote
Potret Ikan ikan kecil makanan kura-kura leher ular. Sumber: IST

Ngomong-ngomong soal sejarah, Sobat Suka Fakta, kura-kura leher ular ini punya sejarah evolusi yang panjang dan menarik. Genus Chelodina, tempat kura-kura leher ular ini termasuk, menyimpang dari garis keturunan organisme hidup lainnya lebih dari 70 juta tahun yang lalu. Bayangin, mereka sudah ada sebelum dinosaurus punah!

Evolusi kura-kura leher ular ini membuat mereka punya karakteristik yang unik dan berbeda dari kura-kura lainnya. Leher panjang mereka adalah salah satu adaptasi evolusioner yang membantu mereka bertahan hidup di habitat air. Dengan leher panjang, mereka bisa lebih mudah menangkap mangsa seperti ikan kecil dan serangga air.

Selama jutaan tahun lalu, kura-kura leher ular berkembang biak dan menyebar di berbagai wilayah seperti Australia, Papua Nugini, dan tentu saja, Pulau Roti. Namun, perubahan iklim, pergeseran benua, dan aktivitas manusia membuat populasi mereka terisolasi dan berkurang drastis. 

Oleh karena itu, saat ini, kura-kura leher ular hanya bisa ditemukan di beberapa lokasi terbatas, dengan populasi terbesar ada di Pulau Roti.

Sejarah evolusi yang panjang ini juga membuat kura-kura leher ular menjadi salah satu spesies yang penting untuk dipelajari dan dilestarikan. Mereka memberikan kita wawasan tentang bagaimana kehidupan di bumi berkembang dan beradaptasi selama jutaan tahun.

Ancaman Kehidupan Kura-Kura Leher Ular

Anjing.
Potret seekor Anjing. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, setelah kita mengenal lebih dekat kura-kura leher ular, kini saatnya kita membahas ancaman yang mereka hadapi. Sayangnya, hewan unik ini berada di ambang kepunahan dan ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini.

  1. Perdagangan Hewan Peliharaan: Kura-kura leher ular menjadi sasaran utama perdagangan hewan peliharaan internasional. Permintaan yang tinggi membuat banyak kura-kura ditangkap dari alam liar dan dijual secara ilegal. Hal ini menyebabkan penurunan drastis dalam populasi mereka.
  2. Hilangnya Habitat: Habitat alami kura-kura leher ular, seperti danau kecil dan rawa-rawa di Pulau Roti, semakin berkurang. Banyak lahan basah yang dikonversi menjadi sawah dan ladang pertanian. Selain itu, penggunaan bahan kimia dan pestisida dalam pertanian juga merusak habitat mereka.
  3. Predator dan Spesies Invasif: Kura-kura leher ular juga menghadapi ancaman dari predator dan spesies invasif seperti babi, anjing, dan ikan predator. Predator ini sering merusak sarang dan memangsa anak kura-kura, sehingga mengurangi tingkat kelahiran.
  4. Perubahan Iklim: Perubahan iklim juga berdampak negatif pada habitat kura-kura leher ular. Deforestasi dan peningkatan suhu global mengubah ekosistem perairan tempat mereka tinggal, membuatnya semakin sulit bagi mereka untuk bertahan hidup.

Upaya Konservasi Untuk Menyelamatkan Popularitas Mereka

Singapura Zoo
Potret kebun binatang yang ada di Singapura. Sumber: karousell.com

Tapi, jangan khawatir, Sobat Suka Fakta! Ada banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan kura-kura leher ular dari kepunahan. Berbagai organisasi konservasi dan pemerintah bekerja keras untuk melindungi hewan ini dan habitatnya.

1. Status CITES Appendix II

Sejak Januari 2005, kura-kura leher ular terdaftar dalam Apendiks II CITES, yang berarti perdagangan internasional mereka diatur dengan ketat. Tidak ada kuota ekspor untuk spesimen dari alam sejak Juni 2013, membantu mengurangi perdagangan ilegal.

2. Program Penangkaran

Berbagai organisasi seperti Turtle Survival Alliance, European Studbook Foundation, dan Wildlife Reserves Singapore menjalankan program penangkaran untuk kura-kura leher ular. Program ini bertujuan untuk memperbanyak populasi kura-kura di fasilitas penangkaran dan kemudian melepaskannya kembali ke alam.

3. Penegakan Hukum

Indonesia telah membatasi perdagangan kura-kura leher ular sejak 1997, meskipun penegakan hukum masih menjadi tantangan besar. Upaya untuk menegakkan peraturan perdagangan dan memverifikasi produksi asli spesimen penangkaran terus dilakukan.

4. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat 

Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi kura-kura leher ular juga menjadi fokus. Pameran seperti RepTopia di Kebun Binatang Singapura membantu meningkatkan kesadaran tentang hewan ini dan ancaman yang mereka hadapi.

Perlindungan yang Dilakukan oleh Pemerintah Indonesia

Danau Ledulu
Potret Danau yang ada di Pulau Roti, Danau Ledulu. Sumber: Arief Mahmud/BBKSDA NTT

Di Indonesia, upaya konservasi kura-kura leher ular juga berjalan dengan serius. Pemerintah bersama berbagai lembaga konservasi lokal dan internasional mengambil langkah-langkah penting untuk melindungi spesies ini. Berikut tindakan konservasi yang dilakukan pemerintah Indonesia:

1. Penetapan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE)

Pada Juni 2019, Pemerintah Nusa Tenggara Timur menetapkan Kawasan Ekosistem Esensial di Pulau Roti sebagai habitat penting bagi kura-kura leher ular. Tiga danau, yaitu Peto, Lendon, dan Ledulu, dijadikan KEE untuk memastikan perlindungan habitat alami mereka.

2. Kolaborasi dengan Lembaga Konservasi

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan organisasi seperti WCS (Wildlife Conservation Society) untuk melakukan survei lapangan dan menentukan kondisi sosio-ekonomi pedesaan serta tingkat ancaman saat ini terhadap kura-kura leher ular.

3. Reintroduksi Spesies

WCS dan lembaga lainnya berencana untuk membawa kembali kura-kura dari kebun binatang seperti Bronx Zoo dan Kebun Binatang Singapura ke Pulau Roti. Reintroduksi ini bertujuan untuk membangun kembali populasi kura-kura di habitat aslinya.

4. Pemantauan Jangka Panjang

Untuk memastikan program konservasi berjalan dengan baik, pemantauan jangka panjang dilakukan secara rutin. Survei dan sampel habitat diambil setiap tahun untuk menyesuaikan program konservasi sesuai dengan kondisi terbaru.

5. Peraturan Perlindungan

Kura-kura leher ular terdaftar sebagai spesies yang dilindungi di Indonesia sejak 2018 berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini memberikan dasar hukum yang kuat untuk melindungi hewan ini dari ancaman perburuan dan perdagangan ilegal.

Sobat Suka Fakta, upaya konservasi ini memberikan harapan bahwa kura-kura leher ular bisa selamat dari ancaman kepunahan. Namun, kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kamu, sangat dibutuhkan untuk memastikan masa depan yang cerah bagi hewan unik ini.

Tantangan dan Cerita Sukses untuk Melindungi Mereka

Wildlife Reserve billboard.
Potret penangkaran Wildlife Reserve billboard. Sumber: zoochat.com

Sobat Suka Fakta, meski upaya melestarikan hewan endemik Indonesia ini begitu sulit, namun fakta menunjukkan bahwa ada upaya-upaya yang sudah sukses dilakukan. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ulasan mengenai tantangan yang dihadapi oleh kura-kura leher ular dan cerita sukses upaya pelestariannya:

Tantangan yang Dihadapi

  1. Perdagangan Ilegal

Meskipun sudah ada peraturan yang melarang perdagangan kura-kura leher ular, penegakan hukum masih menjadi tantangan besar. Perdagangan ilegal masih terjadi, dan ini sangat merugikan populasi kura-kura di alam liar.

  1. Hilangnya Habitat

Konversi lahan basah menjadi sawah dan ladang pertanian terus menjadi ancaman besar. Habitat alami kura-kura leher ular semakin berkurang, membuat mereka sulit untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

  1. Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya melestarikan kura-kura leher ular. Edukasi dan kampanye kesadaran perlu ditingkatkan agar lebih banyak orang peduli dan ikut serta dalam upaya konservasi.

  1. Perubahan Iklim

Perubahan iklim juga berdampak negatif pada habitat kura-kura leher ular. Peningkatan suhu dan perubahan pola cuaca dapat merusak ekosistem perairan tempat mereka tinggal.

Cerita Sukses

  1. Program Penangkaran yang Berhasil

Program penangkaran yang dilakukan oleh berbagai organisasi konservasi telah menunjukkan hasil yang positif. Berbagai koloni jaminan telah didirikan di AS, Eropa, dan Singapura, dengan hasil yang berkelanjutan dan penangkaran yang sukses. Ini memberikan harapan bahwa populasi kura-kura leher ular bisa diperbanyak dan dilepaskan kembali ke alam.

  1. Kolaborasi Internasional

Kerja sama antara organisasi konservasi internasional seperti Turtle Survival Alliance, Wildlife Reserves Singapore, dan lainnya telah membantu memperkuat upaya konservasi. Mereka tidak hanya membantu dalam hal pendanaan, tetapi juga memberikan keahlian dan sumber daya untuk melindungi kura-kura leher ular.

Masa Depan Kura-Kura Leher Ular Rote

Sobat Suka Fakta, meskipun ada banyak tantangan, kita tetap harus optimis dan terus berusaha. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu memastikan masa depan yang cerah bagi kura-kura leher ular:

  1. Rencana Reintroduksi: Salah satu langkah penting adalah reintroduksi kura-kura leher ular ke habitat aslinya. Dengan membawa kembali kura-kura dari fasilitas penangkaran ke Pulau Roti, diharapkan populasi mereka bisa meningkat di alam liar. Namun, ini harus dilakukan dengan hati-hati dan memastikan habitatnya benar-benar siap menerima mereka kembali.
  2. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: Edukasi adalah kunci untuk memastikan keberhasilan upaya konservasi. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan kura-kura leher ular, lebih banyak orang akan terlibat dalam upaya konservasi. Kampanye kesadaran melalui media sosial, pameran, dan program edukasi di sekolah bisa sangat membantu.
  3. Penegakan Hukum yang Lebih Kuat: Pemerintah perlu memperkuat penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal kura-kura leher ular. Ini termasuk memastikan bahwa semua ekspor hewan liar dihentikan dan hanya spesimen dari penangkaran yang diizinkan untuk diperdagangkan.
  4. Restorasi Habitat: Memulihkan dan melindungi habitat alami kura-kura leher ular adalah langkah penting lainnya. Program rehabilitasi habitat harus terus dilakukan untuk memastikan lahan basah dan perairan di Pulau Roti tetap menjadi tempat yang aman bagi kura-kura ini.
  5. Penelitian Lebih Lanjut: Studi lebih lanjut mengenai ekologi dan biologi konservasi kura-kura leher ular sangat diperlukan. Penelitian ini akan memberikan informasi penting yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi konservasi yang lebih efektif.

Sobat Suka Fakta, upaya ini memang tidak mudah dan membutuhkan waktu, tapi dengan kerja sama dari berbagai pihak, kita bisa membantu menyelamatkan kura-kura leher ular dari kepunahan. 

Ingat, setiap tindakan kecil kita untuk menjaga lingkungan bisa berdampak besar bagi kelangsungan hidup spesies yang unik dan berharga ini.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, kita sudah sampai di bagian akhir dari perjalanan seru kita mengenal kura-kura leher ular, hewan endemik yang unik dari Pulau Roti. Kura-kura leher ular bukan hanya sekadar hewan dengan leher panjang yang unik. 

Mereka adalah bagian penting dari ekosistem dan juga saksi hidup sejarah evolusi yang panjang. Sayangnya, berbagai ancaman seperti perdagangan hewan peliharaan ilegal, hilangnya habitat, dan perubahan iklim membuat mereka berada di ambang kepunahan.

Tapi, Sob, kita semua bisa berperan dalam upaya konservasi hewan ini. Mulai dari mendukung organisasi konservasi, menyebarkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan kura-kura leher ular, hingga ikut serta dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Setiap tindakan kecil kita bisa berdampak besar bagi kelangsungan hidup spesies ini.

So, mari kita jaga keberagaman Indonesia yang luar biasa ini. Dengan menjaga lingkungan dan melestarikan spesies seperti kura-kura leher ular, kita turut menjaga keseimbangan alam dan mewariskan kekayaan alam ini kepada generasi mendatang.

REFERENSI

Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *