Fakta Unik

Ular Boomslang, Ular Pohon Dengan Racun yang Paling Mematikan

63
×

Ular Boomslang, Ular Pohon Dengan Racun yang Paling Mematikan

Sebarkan artikel ini
Ular Boomslang
Ular Boomslang, Ular Pohon Dengan Racun yang Paling Mematikan. Sumber: Twitter.com

Hai, Sobat Suka Fakta! Kali ini, kita bakal ngomongin tentang salah satu ular yang paling menarik sekaligus menakutkan di dunia. Eits, kita gak akan bahas soal ular king cobra, Sob, melainkan ular boomslang. 

Pernah dengar nggak tentang hewan ini? Ular boomslang ini dikenal sebagai ular pohon yang punya bisa sangat mematikan. Tapi, jangan langsung takut dulu ya, karena ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari tentang ular ini.

Ular boomslang sebenarnya adalah ular yang cukup pemalu dan jarang kelihatan oleh manusia. Meski begitu, racunnya yang mematikan dan karakteristik unik lainnya bikin ular ini jadi topik yang menarik buat kita bahas. 

Nah, dalam artikel ini, kita akan menjelajahi segala hal tentang ular boomslang. Jadi, kalau kamu penasaran sama ular boomslang dan pengen tahu lebih banyak tentang ular pohon yang unik ini, teruslah baca artikel ini sampai habis. Yuk, langsung aja kita mulai petualangan di dunia ular boomslang ini!

Asal-Usul Ular Boomslang

 Ular Boomslang.
Potret Ular Boomslang. Sumber: id.wikipedia.org

Sobat Suka Fakta, yuk kita kenalan dulu dengan taksonomi dan etimologi ular boomslang. Nama ilmiahnya adalah Dispholidus typus. Ular ini termasuk dalam keluarga Colubridae, yaitu keluarga ular yang sangat beragam, termasuk ular yang berbisa dan yang tidak berbisa.

Kamu tahu nggak, nama “boomslang” itu berasal dari bahasa Afrikaans dan Belanda yang artinya “ular pohon”. Cocok banget ya, soalnya ular ini emang suka banget hidup di pohon. 

Nama ini juga diucapkan sebagai [ˈbuəmslaŋ] dalam bahasa Afrikaans. Selain itu, boomslang punya dua subspesies yang diakui, yaitu D.t. kivuensis dan D.t. typus. Nama-nama tersebut bikin ular ini makin keren, ya!

Ciri-ciri Ular Boomslang

Ular Boomslang
Potret Panjang Ular Boomslang. Sumber: tyroneping.co.

Sobat Suka Fakta, ular boomslang punya panjang rata-rata antara 100 sampai 160 cm, bahkan beberapa bisa tumbuh hingga 183 cm. Beratnya bervariasi dari 175 sampai 510 gram, dengan rata-rata sekitar 299,4 gram.

Boomslang ini mempunyai mata yang besar dan bulat, memberikan mereka penglihatan yang sangat baik. Kepala mereka berbentuk telur dan jelas terpisah dari lehernya. 

Kalau soal warna, boomslang jantan biasanya berwarna hijau terang dengan tepi sisik hitam atau biru, sementara betinanya lebih sering berwarna coklat. Ini menunjukkan adanya dimorfisme seksual, yaitu perbedaan penampilan antara jantan dan betina.

Selain itu, tubuh boomslang sedikit terkompresi dan sisik punggungnya tersusun dalam 19 atau 21 baris. Ekornya panjang dengan sisik subcaudal yang berpasangan. Ular ini juga punya gigi taring di bagian belakang mulut yang besar dan mampu menyuntikkan racun dengan sangat efektif. 

Jadi, meskipun kelihatannya manis dengan mata besar, mereka tetap harus diwaspadai karena bisa mematikan. Dengan deskripsi fisik yang lengkap ini, kamu sekarang bisa lebih mudah mengenali boomslang kalau suatu saat kamu melihatnya di alam liar atau di foto. 

Habitat Ular Boomslang

Savana Zimbabwa
Potret Sahara Zimbabwa. Sumber: kids.britannica.com

Sobat Suka Fakta, ular boomslang ini tersebar di berbagai lokasi di Afrika Sub-Sahara, dari Gambia, Guinea, Senegal, hingga Afrika Barat seperti Benin, Kamerun, Ghana, Nigeria, dan Togo. 

Mereka juga ditemukan di Afrika Tengah dan Timur, termasuk Republik Demokratik Kongo, Ethiopia Barat, Kenya, Sudan Selatan, Tanzania, dan Uganda. Wow, luas banget ya wilayah sebarannya!

Di Afrika Selatan, boomslang bisa kita temui di banyak tempat seperti Angola, Botswana, Eswatini, Malawi, Mozambik, Namibia, Zambia, dan Zimbabwe. Ular ini sangat fleksibel soal tempat tinggal. 

Mereka bisa hidup di hutan dataran rendah, sabana, semak karoo, dan bahkan di padang rumput. Satu hal yang pasti, boomslang adalah pemanjat ulung yang sangat menyukai kehidupan di pohon, makanya mereka disebut “ular pohon”.

Namun, meskipun mereka sangat arboreal, kadang-kadang boomslang juga turun ke tanah untuk berburu atau mencari perlindungan. Mereka bisa ditemukan di darat saat cuaca buruk atau saat mencari makanan. Jadi, jangan kaget kalau kamu melihat ular ini merayap di tanah.

Cara Berkembang Biak Ular Boomslang

Ular Boomslang
Potret Ular Boomslang Betina. Sumber: kompas.com

Ular boomslang ini bersifat ovipar, yang berarti mereka bertelur. Betina dewasa bisa menghasilkan hingga 30 telur dalam sekali bertelur. Telur-telur ini biasanya disimpan di tempat-tempat yang aman seperti batang pohon berlubang atau batang kayu yang membusuk. Proses inkubasi telur ini cukup lama, rata-rata sekitar 3 bulan.

Menariknya lagi, tukik (bayi ular) boomslang juga punya penampilan yang unik. Saat baru menetas, tukik jantan berwarna abu-abu dengan bintik-bintik biru, sementara tukik betina berwarna coklat pucat. 

Panjang mereka sekitar 20 cm saat menetas, dan mereka akan mengalami beberapa kali pergantian kulit hingga mencapai warna dewasa mereka. Tukik boomslang memang kecil dan terlihat lucu, tapi jangan salah, mereka sudah sangat berbisa bahkan sejak ukuran mereka masih kecil.

Selama musim kawin, betina akan meninggalkan jejak aroma untuk menarik jantan. Pejantan yang tertarik kemudian akan berduel dengan pejantan lain untuk mendapatkan kesempatan kawin. 

Pemenangnya akan mengikuti jejak aroma betina dan setelah berjumpa, mereka akan kawin. Setelah proses kawin selesai, betina akan mencari tempat yang aman untuk meletakkan telur-telurnya.

Aktivitas Ular Boomslang

Ular Boomslang.
Potret Ular Boomslang. Sumber: 4x4afrika.com

Sobat Suka Fakta, boomslang itu adalah ular yang sangat diurnal, artinya mereka aktif pada siang hari. Kebiasaan ini membuat mereka berbeda dengan banyak ular lain yang lebih suka beraktivitas di malam hari.

Boomslang juga terkenal sebagai ular yang sangat arboreal, atau dengan kata lain, mereka suka banget tinggal di pohon. Mereka bisa berpindah dari satu cabang ke cabang lain dengan sangat lincah. 

Tapi jangan salah, meskipun mereka suka di pohon, kadang-kadang boomslang juga turun ke tanah untuk berburu atau mencari tempat berlindung. Ular ini adalah pemburu yang sangat efisien. 

Makanan favorit mereka termasuk bunglon, kadal arboreal, katak, burung, dan telur burung. Kadang-kadang, mereka juga memakan mamalia kecil. Menariknya, boomslang juga tidak segan-segan memakan ular lain, bahkan sesama jenisnya jika tidak ada makanan lain yang tersedia. 

Dengan kemampuan membuka mulut hingga 170 derajat, mereka bisa menelan mangsa secara utuh. Teknik berburu mereka adalah menunggu dengan sabar di cabang pohon hingga mangsa lewat, lalu menyerang dengan kecepatan dan ketepatan yang tinggi.

Selama cuaca dingin, boomslang melakukan brumasi, yaitu semacam hibernasi singkat. Mereka sering meringkuk di dalam sarang burung yang tertutup untuk menjaga kehangatan. Jadi, meskipun ular ini sangat aktif, mereka juga tahu kapan harus beristirahat.

Memiliki Racun yang Sangat Mematikan

Sobat Suka Fakta, kamu perlu tahu bahwa boomslang memiliki racun yang sangat mematikan. Racunnya adalah jenis hemotoksin yang artinya racun ini menyerang sistem peredaran darah korban.

Ketika boomslang menggigit, racunnya bekerja dengan cara mencegah darah korban membeku dengan baik. Ini menyebabkan pendarahan internal dan eksternal yang parah, bahkan bisa sampai merusak organ-organ dalam tubuh. 

Gejala yang biasanya muncul setelah gigitan adalah sakit kepala, mual, kantuk, dan kebingungan. Kalau tidak segera ditangani, racun ini bisa menyebabkan serangan jantung dan kematian.

Racun boomslang jadi  lebih menakutkan karena cara kerjanya yang lambat. Gejalanya mungkin baru muncul beberapa jam setelah gigitan, memberikan korban rasa aman palsu bahwa mereka baik-baik saja. 

Hal ini tentu bisa berbahaya karena korban mungkin meremehkan seriusnya gigitan tersebut dan menunda mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Namun, kabar baiknya adalah antivenom untuk racun boomslang telah dikembangkan sejak tahun 1940-an dan tersedia di beberapa negara. 

Jika seseorang digigit, penting untuk segera mendapatkan pertolongan medis dan antivenom untuk menangani efek racunnya. Boomslang dewasa memiliki 1,6 hingga 8 mg racun, dan dosis mematikan rata-rata (LD50) pada tikus adalah sekitar 0,1 mg/kg (intravena). Diperkirakan, hanya dengan 2 hingga 3 mg racun, seorang manusia dewasa yang sehat bisa meninggal.

Kasus terkenal yang melibatkan gigitan boomslang adalah kematian ahli herpetologi Karl Schmidt pada tahun 1957. Dia tidak menyangka bahwa gigitan dari boomslang remaja bisa mematikan.

Uniknya, Schmidt mencatat gejala-gejalanya sampai akhir hayatnya. Kisahnya ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa berbahayanya ular boomslang jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Dengan semua informasi ini, kita jadi lebih paham betapa mematikannya racun ular boomslang. Tapi tenang, selama kita tidak mengganggu mereka, kemungkinan untuk digigit sangat kecil. 

Status Konservasi dan Ancaman yang Dihadapi Ular Boomslang

Deforestasi
Potret Deforestasi, Penebangan pohon. Sumber: forestdigest.com

Sobat Suka Fakta, sekarang kita akan bahas tentang status konservasi dan ancaman yang dihadapi oleh ular boomslang. Meski ular ini sangat mematikan, bukan berarti mereka tidak punya masalah di alam liar.

Menurut Daftar Merah IUCN, boomslang dikategorikan sebagai spesies yang paling tidak memprihatinkan (Least Concern). Artinya, saat ini populasi mereka cukup stabil dan tidak terancam punah. 

Namun, jangan salah sangka, Sobat! Meski statusnya demikian, ada beberapa ancaman yang bisa memengaruhi populasi boomslang di masa depan. Salah satu ancaman terbesar adalah hilangnya habitat. 

Perubahan penggunaan lahan, deforestasi, dan urbanisasi membuat habitat alami ular ini semakin berkurang. Selain itu, meski jarang terjadi, perburuan ilegal untuk perdagangan satwa liar juga bisa menjadi ancaman. Beberapa orang menangkap ular ini untuk dijual, baik untuk keperluan koleksi pribadi maupun untuk pameran di kebun binatang.

Untungnya, ada berbagai upaya konservasi yang dilakukan untuk melindungi boomslang dan habitatnya. Beberapa negara di Afrika memiliki undang-undang yang melindungi ular ini dari perburuan dan perdagangan ilegal. Banyak juga organisasi konservasi yang bekerja keras untuk menjaga kelestarian habitat alami mereka.

Fakta Menarik Tentang Ular Boomslang

Ular Boomslang.
Potret Ular Boomslang. Sumber: id.wikipedia.org

Nah, Sobat Suka Fakta, sekarang saatnya kita bahas beberapa fakta menarik lainnya tentang ular boomslang. Siap-siap ya, karena beberapa fakta ini mungkin bakal bikin kamu semakin kagum dengan ular ini!

1. Indera Penciuman yang Unik

Boomslang punya indra penciuman yang agak berbeda. Mereka menjulurkan lidahnya untuk mengumpulkan molekul bau dari udara dan menekannya ke organ khusus di dalam mulut yang disebut ‘Organ Jacobson’. Ini membantu mereka mendeteksi lingkungan sekitar, termasuk mangsa dan ancaman.

2. Kamuflase yang Hebat

Ular boomslang punya kemampuan kamuflase yang luar biasa. Warna tubuh mereka membantu mereka berbaur dengan lingkungan sekitarnya, membuat mereka hampir tak terlihat di antara dedaunan dan cabang pohon. Ini memberikan keuntungan besar saat berburu mangsa.

3. Gigi Taring yang Tersembunyi

Boomslang memiliki gigi taring yang terletak di bagian belakang mulut. Taring ini bisa dilipat kembali ke dalam mulut saat tidak digunakan. Saat menggigit, ular ini bisa membuka mulut hingga 170 derajat untuk menyuntikkan racunnya dengan efektif.

4. Tidak Agresif terhadap Manusia

Meskipun racunnya mematikan, boomslang sebenarnya tidak agresif terhadap manusia. Mereka lebih suka menghindar dan hanya akan menyerang jika merasa sangat terancam. Kebanyakan gigitan terjadi saat seseorang mencoba menangkap atau mengganggu mereka.

5. Strategi Bertelur yang Unik

Boomslang betina meletakkan telur mereka di tempat yang lembab, seperti batang pohon berlubang atau liang hewan pengerat. Telur-telur ini membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk menetas, dan betina sering kali menjaga sarang hingga telurnya menetas.

6. Peran Penting dalam Ekosistem

Ular boomslang memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi burung, katak, kadal, dan mamalia kecil. Mereka membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan memangsa hewan-hewan ini.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta! Kita sudah menjelajahi begitu banyak hal menarik tentang ular boomslang, mulai dari taksonomi dan etimologi, deskripsi fisik, habitat dan distribusi, perilaku dan pola makan, hingga racun mematikannya. 

Ular boomslang adalah salah satu ular pohon yang paling berbisa di dunia. Dengan panjang yang bisa mencapai 183 cm dan berat hingga 510 gram, mereka memiliki penampilan yang sangat khas. Warna mereka yang beragam, antara jantan dan betina, serta kemampuan kamuflase yang luar biasa membuat mereka menjadi predator yang efisien di lingkungan arboreal.

Meski sangat berbisa, ular boomslang sebenarnya pemalu dan lebih suka menghindari manusia. Ular boomslang tersebar luas di Afrika Sub-Sahara dan dapat ditemukan di berbagai habitat mulai dari hutan dataran rendah, sabana, hingga padang rumput. 

Sobat Suka Fakta, semoga informasi ini membuat kita lebih menghargai keberadaan mereka dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Yuk, jaga alam kita bersama-sama dan terus belajar tentang keanekaragaman hayati yang luar biasa ini!

REFERENSI

  • Wikipedia. (2024). Boomslang. Diakses pada 4 Juni 2024, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Boomslang
  • A-Z Animals. (2024). Boomslang. Diakses pada 4 Juni 2024, dari https://a-z-animals.com/animals/boomslang/
  • SANBI. (2024). Boomslang. Diakses pada 4 Juni 2024, dari https://www.sanbi.org/animal-of-the-week/boomslang/
  • Facts.net. (2024). 20 Astonishing Facts About Boomslang. Diakses pada 4 Juni 2024, dari https://facts.net/nature/animals/20-astonishing-facts-about-boomslang/
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *