Misteri

3 Mitos Gunung Kemukus, Ritual Seks Hingga Salah Tafsir untuk Keuntungan Pribadi

112
×

3 Mitos Gunung Kemukus, Ritual Seks Hingga Salah Tafsir untuk Keuntungan Pribadi

Sebarkan artikel ini
Gunung Kemukus,
Mitos Gunung Kemukus, Ritual Seks Hingga Salah Tafsir untuk Keuntungan Pribadi. Sumber: IST sobosrawung

Halo Sobat Suka Fakta! Sobat pasti tahu, Indonesia tuh punya banyak gunung yang gak cuma cantik, tapi juga penuh cerita mistis yang menarik. Kamu pasti sudah sering denger beberapa gunung terangker di Indonesia, seperti  Gunung Slamet dan Gunung Merapi. Tapi, pernah denger gak tentang Gunung Kemukus?

Nah, kalau belum, kamu berada di tempat yang tepat! Gunung Kemukus ini penuh dengan cerita-cerita unik dan menarik, baik dari sisi fakta maupun mitosnya. Terletak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Gunung Kemukus dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata religi, tapi juga karena cerita-cerita horor yang melingkupinya. Artikel ini bakal ngajak kamu mengenal lebih dalam tentang mitos Gunung Kemukus, mulai dari sejarahnya, legenda-legenda yang menyertainya, hingga berbagai mitos menarik lainnya.

Jadi, yuk kita mulai petualangan seru kita memahami Gunung Kemukus lebih dekat! Siapkan dirimu untuk mengeksplorasi segala aspek dari gunung ini, mulai dari fakta sejarah hingga mitos yang berkembang di masyarakat.

Sejarah Gunung Kemukus

mitos gunung kemukus
Potret Gunung kemukus lebih tepatnya bukit. Sumber: Dok. Kominfo Kabupaten Sragen

Gunung Kemukus, atau lebih tepatnya bukit karena ketinggiannya hanya sekitar 300 meter di atas permukaan laut, terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Karena letaknya yang strategis, Gunung Kemukus mudah diakses oleh wisatawan. 

Nama “Kemukus” sendiri diambil dari puncak bukit yang sering diselimuti kabut putih, mirip asap yang keluar dari kukusan penanak nasi. Meski ketinggiannya gak seberapa, Gunung Kemukus punya sejarah panjang yang penuh makna.

Gunung ini memiliki peran penting dalam budaya dan sejarah lokal. Dulu, tempat ini terkenal dengan citra negatif karena mitos-mitos yang beredar. Namun, kini Gunung Kemukus bertransformasi menjadi destinasi wisata religi dan keluarga yang lebih ramah dan tertata, terutama setelah revitalisasi besar-besaran yang selesai pada tahun 2021. 

Proyek ini melibatkan Kementerian PUPR dan diresmikan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, pada April 2022. Upaya revitalisasi ini gak cuma memperbaiki infrastruktur, tapi juga mengubah citra Gunung Kemukus.

Mitos Gunung Kemukus 

1. Bersemayam Pangeran Samudra

Makam pangeran samudra
Potret Pemakaman Pangera Samudra. Sumber: Dok. intisari.grid.id

Salah satu legenda paling terkenal di Gunung Kemukus adalah kisah Pangeran Samudra. Menurut cerita, Pangeran Samudra adalah putra Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Dia melakukan perjalanan untuk mendalami agama Islam di Demak Bintoro dan ditemani oleh Nyai Ontrowulan, salah satu selir raja yang juga merupakan ibu tirinya. 

Sayangnya, dalam perjalanannya, Pangeran Samudra jatuh sakit dan wafat di sebuah bukit yang kini dikenal sebagai Gunung Kemukus. Kisah ini memberikan latar belakang historis dan spiritual yang menarik bagi Gunung Kemukus.

2. Ritual Seks

Seks
Ilustrasi Berhubungan Badan di Kuburan. Sumber: Dok. kaskus.co.id

Salah satu mitos yang paling kontroversial adalah mitos ritual seks. Beberapa orang percaya bahwa untuk mencari berkah di makam Pangeran Samudra, peziarah harus melakukan hubungan badan dengan orang yang bukan pasangan sah mereka. Mitos ini telah menimbulkan citra buruk bagi Gunung Kemukus. 

Bahkan, ada wisatawan Australia yang merupakan seorang wartawan, telah merilis video berjudul “Sex Mountain” yang mengangkat persoalan ini. Penelitian ilmiah oleh mahasiswa UGM menunjukkan bahwa mitos ini dilegitimasi oleh tafsir yang sengaja dibelokkan demi kepentingan ekonomi beberapa pihak, terutama pemilik warung dan penyedia jasa penginapan.

3. Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan

Nyai Ontrowulan
Potret Makam Nyai Ontrowulan. Sumber: Dok. aliansinews.id

Kisah Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan juga menjadi bagian dari legenda Gunung Kemukus. Dalam cerita rakyat, Pangeran Samudro adalah anak dari Prabu Brawijaya V yang berusaha memperdalam ajaran Islam. Dalam perjalanannya, ia ditemani oleh Nyai Ontrowulan, yang merupakan ibu tirinya. 

Hubungan mereka yang kompleks dan perjalanan spiritual mereka menambah daya tarik mistis Gunung Kemukus. Cerita ini terus hidup di kalangan masyarakat setempat dan menjadi bagian penting dari tradisi lisan di sekitar Gunung Kemukus.

Kenapa Dinamakan Gunung Kemukus?

mitos gunung kawi
Ilustrasi bukit yang tertutup kabut putih. Sumber: IST

Nama ini berasal dari puncak bukit yang sering diselimuti kabut putih, mirip dengan asap yang keluar dari kukusan penanak nasi. Kabut putih yang menyelimuti puncak ini memberikan kesan mistis dan sakral bagi masyarakat setempat, sehingga nama “Kemukus” pun digunakan. Nama ini tidak hanya menggambarkan kondisi geografisnya, tetapi juga menambah aura mistis yang melingkupi Gunung Kemukus.

Makna dari nama ini sangat berpengaruh pada persepsi masyarakat. Nama “Kemukus” memberikan kesan yang mendalam dan menambah daya tarik tempat ini sebagai lokasi yang penuh dengan cerita mistis dan sejarah. Nama tersebut juga berperan dalam menjaga citra Gunung Kemukus sebagai tempat yang sakral dan penuh makna spiritual.

Pangeran Samudra Anak Siapa?

Prabu Brawijaya V.
Potret patung Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sumber: sangpencerah.id

Pangeran Samudra adalah putra dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Sejarah mencatat bahwa Pangeran Samudra memiliki peran penting dalam masa transisi dari kerajaan Majapahit ke Kesultanan Demak. Dalam perjalanannya memperdalam ajaran Islam di Demak, ia ditemani oleh Nyai Ontrowulan, yang merupakan ibu tirinya.

Perjalanan hidup Pangeran Samudra penuh dengan kisah spiritual dan tantangan. Kisahnya bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi legenda yang hidup di tengah masyarakat. 

Perjalanan dan perjuangan Pangeran Samudra dalam mendalami agama Islam menunjukkan betapa pentingnya peran spiritual dalam hidupnya, yang akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Gunung Kemukus.

Makam Siapa yang Ada di Gunung Kemukus?

makam pangeran samudra.
Potret makam pangeran Samudra. Sumber: Dok. batam.tribunnews.com

Di Gunung Kemukus, terdapat makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat, yaitu makam Pangeran Samudra. Lokasi makam ini sering menjadi tujuan ziarah bagi banyak orang yang mencari berkah dan ketenangan spiritual. Selain makam Pangeran Samudra, ada juga makam Nyai Ontrowulan, yang turut menemani Pangeran Samudra dalam perjalanan spiritualnya.

Ritual dan tradisi yang berkaitan dengan makam ini, seperti ritual Larap Slambu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah. Ritual ini melibatkan pencucian dan penggantian kain penutup makam, yang kemudian dipercaya membawa berkah bagi yang ikut serta. Keberadaan makam-makam ini menambah kesakralan Gunung Kemukus dan menjadikannya sebagai destinasi wisata religi yang penting di Jawa Tengah.

Upaya Revitalisasi untuk Mengembalikan Gunung Kemukus sebagai Tempat Religi

Gunung kemukus.
Potret objek wisata Gunung kemukus. Sumber: Dok. Solopos.com/Wahyu Prakoso

Halo Sobat Suka Fakta! Setelah memahami sejarah dan mitos yang menyelimuti Gunung Kemukus, sekarang saatnya kita melihat bagaimana upaya revitalisasi telah membantu mengembalikan citra Gunung Kemukus sebagai tempat religi yang dihormati. 

Upaya ini dimulai dengan berbagai proyek perbaikan infrastruktur dan fasilitas di kawasan ini, yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat setempat.

Revitalisasi besar-besaran yang dimulai pada tahun 2021 dan selesai pada tahun 2022 telah membawa perubahan signifikan bagi Gunung Kemukus. Dengan bantuan dari Kementerian PUPR, berbagai fasilitas umum seperti jalan, tempat parkir, dan fasilitas kebersihan telah diperbaiki. 

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga untuk mengubah citra negatif yang selama ini melekat pada Gunung Kemukus. Ketua DPR RI, Puan Maharani, meresmikan hasil revitalisasi ini pada April 2022, menandai awal baru bagi Gunung Kemukus sebagai destinasi wisata religi yang lebih ramah dan tertata.

Selain perbaikan infrastruktur, revitalisasi ini juga melibatkan program edukasi dan kampanye untuk menghapus stigma negatif yang melekat pada Gunung Kemukus. 

Pemerintah dan berbagai pihak terkait berusaha memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai religius dan budaya di kawasan ini. Melalui upaya ini, diharapkan Gunung Kemukus dapat kembali dikenal sebagai tempat ziarah yang dihormati, tanpa bayang-bayang mitos negatif yang pernah menyertainya.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, perjalanan kita mengenal lebih dekat Gunung Kemukus memang penuh dengan mitos yang menarik. Dari sejarah panjang hingga kisah mistis yang melingkupinya, Gunung Kemukus menyimpan banyak cerita yang patut untuk kita ketahui. 

Meski sempat dikenal dengan citra negatif karena mitos ritual seks, upaya revitalisasi dan penelitian ilmiah telah membantu meluruskan berbagai kesalahpahaman dan mengembalikan citra positif tempat ini.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, harapannya Gunung Kemukus bisa terus berkembang sebagai destinasi wisata religi yang aman, nyaman, dan menarik. Mari kita dukung bersama upaya-upaya positif ini dengan cara kita masing-masing, mulai dari tidak mempercayai mitos yang tidak berdasar hingga ikut menyebarkan informasi yang benar tentang tempat ini. Dengan begitu, kita bisa membantu menjaga kelestarian budaya dan sejarah Gunung Kemukus untuk generasi mendatang.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, Sobat Suka Fakta! Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan dan kepedulian kita terhadap Gunung Kemukus. Sampai jumpa di artikel berikutnya, dan tetap semangat untuk selalu peduli dan menjaga kekayaan budaya Indonesia!

REFERENSI

  • “Mahasiswa UGM Meneliti Mitos Ritual Seks di Gunung Kemukus.” Universitas Gadjah Mada, https://ugm.ac.id/id/berita/11927-mahasiswa-ugm-meneliti-mitos-ritual-seks-di-gunung-kemukus/. Diakses pada 2 Juli 2024
  • “Kisah Pangeran Samudera dan Sendang Ontrowulan.” Pemerintah Kabupaten Sragen, https://sragenkab.go.id/berita/kisah-pangeran-samudera-dan-sendang-ontrowulan.html. Diakses pada 2 Juli 2024
  • “Mispersepsi Gunung Kemukus dan Narasi Cabul yang Mengitarinya.” National Geographic Indonesia, https://nationalgeographic.grid.id/read/134022988/mispersepsi-gunung-kemukus-dan-narasi-cabul-yang-mengitarinya?page=all. Diakses pada 2 Juli 2024
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *