Misteri

Jejak Mitos Gunung Lawu: Berbagai Larangan yang Harus Dipatuhi demi Keselamatan Pendaki

119
×

Jejak Mitos Gunung Lawu: Berbagai Larangan yang Harus Dipatuhi demi Keselamatan Pendaki

Sebarkan artikel ini
8 mitos gunung lawu
8 mitos gunung lawu. Sumber: pagaralampos.disway.id

Hai, Sobat Suka Fakta! Siapa di sini yang suka mendaki gunung? Kalau kamu termasuk penggemar petualangan alam, pasti kamu paham banget kalo Indonesia punya sejuta gunung yang gak cuma cantik, tapi juga menyimpan berbagai cerita horor.

Di antaranya ada Gunung Merbabu, Gunung Semeru, Gunung Arjuno, dan gak ketinggalan juga, Gunung Lawu. Sob, kamu pernah dengar tentang Gunung Lawu, kan?! Gunung yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur ini punya banyak hal menarik yang bisa kamu jelajahi. Nah kali ini kita akan mencoba membahas mitos gunung Lawu.

Dengan ketinggian sekitar 3.265 meter di atas permukaan laut, Gunung Lawu bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, tapi juga menyimpan banyak cerita mistis yang menjadikannya gunung Lawu menjadi salah satu gunung terangker di Indonesia dan membuat penasaran.

Nah, sebelum kamu memutuskan untuk mendaki Gunung Lawu, ada baiknya kamu mengetahui beberapa mitos yang sudah menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat setempat. Yuk, langsung saja kita bahas delapan mitos Gunung Lawu!

1. Ada Pasar Setan, Pasar Tak Kasat Mata yang Suara Aktivitasnya Sering Terdengar oleh Pendaki

Gunung Lawu
Potret Puncak gunung Lawu lokasi pasar setan. Sumber: fadami.indozone.id

Sobat Suka Fakta, pernah dengar tentang pasar setan di Gunung Lawu? Mitos ini memang cukup terkenal di kalangan pendaki. 

Di ketinggian sekitar 3.265 mdpl, tepatnya di puncak Gunung Lawu, ada cerita yang mengatakan bahwa di sana terdapat pasar setan. Tapi jangan bayangkan pasar ini seperti pasar tradisional yang ramai dengan penjual dan pembeli, karena pasar ini justru tidak terlihat kasat mata.

Banyak pendaki yang mengaku mendengar suara-suara aneh saat mendekati puncak. Suara delman, napas manusia, hingga keramaian pasar sering terdengar di telinga mereka, meskipun tidak ada wujud fisik yang terlihat. 

Bahkan, ada yang mendengar suara orang menawarkan barang saat berjalan menuju pos lima. Konon, jika kamu mendengar suara-suara tersebut, disarankan untuk segera mengambil barang di sekitar, seperti daun, ranting, atau batu sebagai penanda bahwa kamu “membeli” sesuatu. Seram, ya?!

2. Mendaki dalam Jumlah Ganjil Bisa Mendatangkan Malapetaka

Mendaki
Ilustrasi sekelompok orang sedang mendaki. Sumber: IST

Selain pasar setan, ada juga mitos tentang larangan mendaki dalam jumlah ganjil di Gunung Lawu. Sobat Suka Fakta, pernah nggak mendaki gunung dalam jumlah ganjil? Kalau pernah, hati-hati, ya!

Masyarakat setempat percaya bahwa mendaki dalam jumlah ganjil bisa membawa sial. Menurut mereka, pendaki yang berjumlah ganjil bisa digenapkan oleh makhluk gaib atau kekuatan supranatural lainnya.

Meskipun tidak ada aturan resmi yang tertulis tentang larangan ini, banyak pendaki yang memilih untuk mematuhi demi keselamatan dan kenyamanan selama pendakian. 

Jadi, kalau kamu berencana mendaki Gunung Lawu, pastikan jumlah anggota kelompokmu genap, ya!

3. Larangan Memakai Baju Hijau

Baju Hijau
Ilustrasi perempuan pakai baju hijau. Sumber: IST

Mitos lain yang tak kalah menarik adalah larangan memakai baju hijau saat mendaki Gunung Lawu. Sobat Suka Fakta, tahu nggak sih kalau warna hijau sering dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan? 

Meskipun Gunung Lawu dan Pantai Selatan berjarak cukup jauh, banyak yang percaya bahwa memakai baju hijau bisa menarik perhatian Nyi Roro Kidul dan membuat pendaki diculik oleh sang ratu.

Bagi sebagian orang, keterkaitan antara Gunung Lawu dan Pantai Selatan mungkin terdengar aneh. Namun, masyarakat dan pendaki tetap mematuhi larangan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kepercayaan yang sudah ada. 

Jadi, saat mendaki Gunung Lawu, sebaiknya hindari memakai baju hijau, ya, Sobat Suka Fakta!

4. Kehadiran Burung Kyai Jalak Dianggap sebagai Pertanda Baik

Burung Kyai Jalak
Potret Burung Kyai Jalak. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, di Gunung Lawu ada cerita tentang burung yang cukup unik dan menarik. Namanya adalah Burung Kyai Jalak. 

Burung ini tidak seperti burung jalak biasa. Menurut kepercayaan, burung Kyai Jalak sering menampakkan diri kepada para pendaki yang memiliki niat baik dan sikap sopan selama pendakian.

Mitos ini berakar dari legenda Prabu Brawijaya V dan penjaga setianya, Sunan Gunung Lawu dan Kyai Jalak. Dikisahkan bahwa Kyai Jalak berubah menjadi seekor burung jalak setelah wafat. 

Masyarakat sekitar percaya bahwa burung ini merupakan jelmaan dari penunggu Gunung Lawu. Jika burung jalak tersebut mengikuti pendakianmu, itu dianggap sebagai tanda bahwa kedatanganmu disambut baik oleh para penguasa spiritual gunung ini. 

Jadi, kalau kamu melihat burung jalak saat mendaki, anggaplah itu sebagai pertanda baik dan lanjutkan perjalananmu dengan penuh semangat!

5. Banyak Pendaki yang Merasa Diikuti oleh Penunggu Gunung Lawu

Gunung lawu
Ilustrasi penunggu Gunung Lawu. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, di Gunung Lawu banyak pendaki yang merasa diikuti oleh sosok misterius. Mereka percaya bahwa mereka diikuti oleh penunggu gunung. 

Mitos ini paling sering terjadi saat pendaki mencapai pos 4, yang dianggap sebagai salah satu tempat paling angker di rute pendakian. Pendaki yang sampai di pos 4 sering merasakan perubahan suasana dan hawa di sekitar mereka. 

Sensasi aneh yang sulit dijelaskan secara akal sehat ini membuat hanya sedikit pendaki yang berani mendirikan tenda di pos ini. Suasananya terasa berbeda dan kurang nyaman, sehingga banyak yang memilih untuk melanjutkan perjalanan atau beristirahat di pos lain. 

Pengalaman ini seolah ingin menegaskan lagi alasan mengapa Gunung Lawu dianggap sebagai gunung yang penuh misteri dan cerita mistis.

6. Sendang Drajat, Mata Air yang Dipercaya Memiliki Berbagai Khasiat Khusus

Sendang derajat
Potret Sendang derajat. Sumber: SOLOBALAPAN.COM

Mitos lainnya yang menarik perhatian adalah tentang Sendang Drajat, sebuah sumber mata air yang terletak di sekitar Gunung Lawu. Sobat Suka Fakta, air di Sendang Drajat ini dipercaya memiliki khasiat khusus. 

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, siapa saja yang meminum air dari sendang ini dengan niat baik akan mendapatkan manfaat untuk tetap awet muda. Namun, ada syaratnya. Jika niatnya buruk, maka ia akan menghadapi rintangan dan kesulitan selama perjalanan. 

Mitos ini membuat Sendang Drajat menjadi salah satu tempat yang cukup sakral di Gunung Lawu. Banyak pendaki yang berhenti di sini untuk mengambil air dan berharap mendapatkan keberuntungan serta perlindungan selama pendakian mereka.

7. Harus Menjaga Sopan Santun agar Bisa Mendaki dengan Selamat

Mendaki
Ilustrasi sekelompok prang yang sedang mendaki. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, mendaki Gunung Lawu bukan hanya soal fisik, tapi juga soal etika dan sikap. Di gunung ini, para pendaki diingatkan untuk selalu menjaga sopan santun. 

Masyarakat setempat percaya bahwa Gunung Lawu memiliki “nyawa” yang dapat mendengar dan merespons perkataan manusia. Oleh karena itu, pendaki diharapkan tidak berbicara kata-kata kasar atau meremehkan kepercayaan setempat.

Ada banyak cerita tentang pendaki yang mengalami kesulitan atau bahkan hilang karena tidak menghormati aturan ini. Kejadian seperti ini dipercaya terjadi karena para pendaki tidak menjaga sopan santun atau tidak mematuhi etika yang berlaku. 

Jadi, selalu ingat untuk bersikap sopan, menjaga kebersihan, dan menghargai alam saat mendaki Gunung Lawu. Dengan begitu, kamu tidak hanya menjaga diri sendiri, tapi juga menunjukkan rasa hormat terhadap tempat yang kamu jelajahi.

8. Ada Tiga Puncak Sakral yang Kerap Dijadikan Tempat Meditasi dan Aktivitas Spiritual

meditasi
Ilustrasi seseorang sedang meditasi. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, Gunung Lawu bukan hanya dikenal sebagai tempat pendakian, tapi juga sebagai pusat aktivitas spiritual. 

Ada tiga puncak utama di gunung ini yang dianggap sangat sakral, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Hargo Dumiling. Puncak-puncak ini sering dijadikan tempat bermeditasi, terutama pada malam 1 Suro.

Pada malam 1 Suro, banyak orang datang ke puncak Gunung Lawu untuk bermeditasi dan melakukan ritual spiritual. Mereka percaya bahwa malam ini adalah waktu yang sangat baik untuk merenung dan mendekatkan diri dengan alam dan leluhur. 

Aktivitas ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat setempat, tapi juga oleh pendaki dari berbagai daerah yang mencari pengalaman spiritual yang mendalam. Konon, bermeditasi di Gunung Lawu bisa memberikan ketenangan dan kedamaian tersendiri. 

Suasana sepi dan alami di puncak gunung membuat pengalaman ini semakin khusyuk. Jadi, jika kamu mencari pengalaman spiritual yang unik, Gunung Lawu bisa menjadi pilihan yang menarik.

Gunung Lawu itu di mana?

Gunung Lawu terletak di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya melintang di atas kabupaten Karanganyar, Ngawi dan Magetan. Gunung ini berdiri dengan gagah setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut

Apa keistimewaan Gunung Lawu?

Gunung Lawu memiliki banyak keistimewaan, di antaranya, kawah dan danau di puncak Gunung Lawu, kekayaan flora dan fauna, begitu juga dengan keindahan alam termasuk hutan pinus, padang rumput, dan pemandangan sunrise yang menakjubkan.

Berapa lama waktu untuk mendaki Gunung Lawu?

Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Gunung Lawu tergantung pada jalur yang dipilih dan kecepatan pendaki, biasanya memakan waktu sekitar 7-8 jam jika melewati jalur Cemoro Sewu, 8-10 jam lewat Cemoro Kandang dan 10-12 jam jika pendaki melewati jalur Candi Cetho.

Mbok Yem Gunung Lawu itu siapa?

Mbok Yem adalah seorang penjaga warung yang legendaris di Gunung Lawu. Warung Mbok Yem terletak di sekitar Pos 5, beberapa meter dari Puncak Hargo Dumilah. Mbok Yem telah tinggal menetap sejak 1980an dan melayani para pendaki selama bertahun-tahun, menyediakan makanan dan minuman serta tempat beristirahat bagi pendaki yang lelah. Beliau sangat dikenal dan dihormati oleh para pendaki karena keramahan dan dedikasinya.

Berapa harga tiket masuk Gunung Lawu?

Harga tiket masuk Gunung Lawu bisa bervariasi tergantung pada kebijakan terbaru dari pengelola dan jalur pendakian yang dipilih. Secara umum, harga tiket masuk berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per orang. Namun, disarankan untuk memeriksa informasi terkini sebelum mendaki karena harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, itulah beberapa mitos menarik tentang Gunung Lawu yang perlu kamu ketahui sebelum memulai pendakian. Meskipun cerita-cerita ini terdengar mistis dan kadang agak menyeramkan, mereka menjadi bagian dari kekayaan budaya dan tradisi yang ada di sekitar Gunung Lawu. 

Gunung Lawu bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah dan pengalaman mendaki yang menantang, tetapi juga memberikan pelajaran tentang pentingnya sopan santun, etika, dan rasa hormat terhadap alam dan sesama. 

Saat kamu mendaki, selalu ingat untuk menjaga tutur kata, bersikap sopan, dan mengikuti aturan yang ada. Dengan begitu, kamu tidak hanya akan mendapatkan pengalaman mendaki yang menyenangkan, tetapi juga belajar untuk lebih menghargai alam dan budaya setempat.

Jadi, siap untuk menjelajahi Gunung Lawu dan merasakan sendiri keindahan serta misterinya? Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Sob!

REFERENSI:

  • Liputan6. “Mitos Gunung Lawu dan Pantangannya, Bikin Merinding.” Diakses pada 2024, dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/5461630/mitos-gunung-lawu-dan-pantangannya-bikin-merinding.
  • Katadata. “7 Cerita Mistis Gunung Lawu dan Pantangannya.” Diakses pada 2024, dari https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6476ee2b0c8cd/7-cerita-mistis-gunung-lawu-dan-pantangannya?page=2.
  • Eventkampus. “12 Mitos dan Fakta di Gunung Lawu.” Diakses pada 2024, dari https://eventkampus.com/blog/detail/463/12-mitos-dan-fakta-di-gunung-lawu.
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *