Misteri

Mitos Gunung Slamet: Atap Jawa Tengah yang Konon akan Menjadi Sebab Terbelahnya Pulau Jawa

170
×

Mitos Gunung Slamet: Atap Jawa Tengah yang Konon akan Menjadi Sebab Terbelahnya Pulau Jawa

Sebarkan artikel ini
Gunung slamet.
7 mitos gunung slamet. Sumber: KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA

Hai, Sobat Suka Fakta! Buat kalian yang gemar naik gunung, pasti udah paham banget kalo indonesia punya banyak banget gunung yang gak cuma cantik, tapi juga menyimpan sejuta cerita mistis, seperti Gunung Kemukus, Gunung Merapi, dan Gunung Slamet.

Kali ini kita akan membahas tentang Mitos Gunung Slamet! Gunung yang terletak di Jawa Tengah ini terkenal bukan hanya karena tingginya yang mencapai 3.432 meter di atas permukaan laut, tapi juga karena cerita-cerita mistis yang bikin merinding. 

Gunung Slamet yang sering disebut sebagai “Atap Jawa Tengah” merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Namanya sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “selamat”. 

Nama ini konon diberikan karena gunung ini dianggap memberikan rasa aman bagi penduduk sekitarnya, meskipun kenyataannya gunung ini tetap aktif dan berpotensi meletus.

Sob, di balik kemegahannya, Gunung Slamet juga dipenuhi dengan berbagai mitos yang sudah dipercayai oleh masyarakat setempat sejak lama yang menjadikannya menjadi salah satu gunung terangker di indonesia. Mitos-mitos ini bukan hanya sekadar cerita, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun. 

Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas mitos Gunung Slamet. Siap untuk mengeksplorasi kisah horor di gunung ini? Yuk, kita mulai penelusuran ini!

1. Dihuni Makhluk Halus Mbah Jamur Dipa dan Mbah Rantasari

Mitos Gunung Slamet
Ilustrasi Mbah jamur. Sumber: youtube.com

Nah, lanjut ke mitos Gunung Slamet berikutnya, yaitu tentang makhluk halus. Di Dusun Bambangan, Purbalingga, masyarakat percaya bahwa Gunung Slamet dihuni oleh makhluk halus yang disebut Mbah Jamur Dipa dan Mbah Rantasari. 

Mitos ini berawal dari cerita seorang pendaki yang bermimpi didatangi oleh sosok bernama Mbah Jamur Dipa saat bermalam di gunung. Tidak hanya dalam mimpi, Mbah Jamur Dipa juga dilaporkan sering merasuki pendaki untuk memperlihatkan identitasnya. 

Bayangin deh, Sobat Suka Fakta, lagi enak-enak tidur di tenda, tiba-tiba ada yang mengaku sebagai Mbah Jamur Dipa. Mitos ini membuat suasana pendakian di Gunung Slamet jadi semakin menantang dan penuh misteri!

2. Pos Samarantu adalah Gerbang Menuju Kerajaan Gaib

Pos 4 pondok Samarantu
Pintu gerbang kerajaan gaib yang terletak di pos 4. Sumber: jateng.akurat.co

Sobat Suka Fakta, pernah dengar tentang kerajaan gaib? Di Gunung Slamet, ada sebuah tempat yang dipercaya sebagai pintu gerbang menuju kerajaan gaib, yaitu Pos Samarantu. 

Pos ini terletak di antara Pos 3 dan Pos 4 pada jalur pendakian via Guci. Menurut cerita yang beredar, Pos Samarantu ini memang terkenal angker dan dihuni oleh makhluk-makhluk gaib.

Pendaki yang melewati pos ini sering kali mengalami kejadian aneh. Ada yang mengaku melihat seorang perempuan tiba-tiba menghilang, dan ada juga yang mendengar suara gamelan di malam hari. 

Dua pohon besar yang ada di sana pun dianggap sebagai pintu masuk ke kerajaan gaib. Serem ya, Sobat Suka Fakta?! Jadi, kalau kamu berencana mendaki Gunung Slamet, jangan kaget kalau mengalami hal-hal mistis di Pos Samarantu ini!

3. Kisah Mistis di Pos 2 dan Pos 9: Gangguan Gaib hingga Pasar Setan yang Terkenal

Gunung Slamet
Potret Pos 2 dan pos 9 di gunung selamet. Sumber: Suara.com/Lilis Varwati

Selain Pos Samarantu, ada beberapa tempat lain di Gunung Slamet yang dianggap angker oleh penduduk setempat dan para pendaki. Salah satunya adalah Pos 2 dan Pos 9. 

Di Pos 2, ada cerita tentang pendaki yang meninggal dunia dan seringkali muncul gangguan dari makhluk halus. Bahkan, ada warga Dusun Bambangan yang mencoba tidur di Pos 2 untuk membuktikan cerita ini dan akhirnya diganggu oleh makhluk halus.

Di Pos 9 yang juga dikenal sebagai Pelawangan, ada cerita tentang pasar setan. Konon, di sana sering terdengar suara-suara makhluk halus seperti sedang bertransaksi di pasar. Bayangkan, Sobat Suka Fakta, lagi mendaki di tengah malam, tiba-tiba mendengar suara ramai seperti di pasar. Seram, kan?!

Tempat-tempat angker ini menambah kesan mistis dan menantang dari pendakian di Gunung Slamet. Jadi, kalau kamu berani dan penasaran, boleh banget coba mendaki dan merasakan sendiri pengalaman mistis di gunung ini. Tapi ingat, selalu jaga sopan santun dan patuhi aturan yang ada, ya!

Oke, Sobat Suka Fakta, itu tadi tiga mitos pertama tentang Gunung Slamet yang bikin merinding. Masih ada empat mitos lagi yang nggak kalah menarik. Yuk, lanjut ke bagian berikutnya!

4. Bagian dari Gunung Meru di India dan Menjadi Tempat Peristirahatan Para Dewa

Dewa Brahma
Potret Dewa Brahma. Sumber: newindianexpress.com

Sobat Suka Fakta, selain cerita tentang makhluk halus dan tempat angker, Gunung Slamet juga dikenal sebagai tempat bersemayamnya para dewa, seklaigus penghubung antara bumi dan langit.

Konon, Gunung Slamet adalah bagian dari Gunung Meru di India yang dibawa oleh Dewa Brahma dan Dewa Wisnu ke Tanah Jawa. Gunung ini ditanam di Pulau Jawa agar pulau ini menjadi kuat dan tidak mudah terombang-ambing. 

Cerita ini membuat Gunung Slamet dianggap sakral dan memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. Penduduk setempat percaya bahwa puncak Gunung Slamet adalah tempat tinggal para dewa yang menjaga keseimbangan alam. 

Jadi, jangan heran kalau ada yang menganggap pendakian ke puncak gunung ini sebagai perjalanan spiritual yang penuh makna.

5. Penampakan Misterius Manusia Kerdil yang Memiliki Tinggi 50 cm

Manusia kerdil
Potret manusia kerdil. Sumber: tribunnews.com

Mitos berikutnya yang nggak kalah menarik adalah tentang penampakan manusia kerdil. Masyarakat setempat meyakini bahwa di Gunung Slamet ada manusia kerdil yang sudah ada sejak lama.

Menurut cerita, manusia kerdil ini memiliki tinggi sekitar 50-60 cm dengan kulit kemerahan. Ada laporan dari warga yang menemukan jejak kaki manusia kerdil di hutan Gunung Slamet, bahkan ada yang pernah melihat mereka di sekitar perkampungan.

Penampakan manusia kerdil ini menambah misteri dan daya tarik Gunung Slamet. Jadi, kalau kamu beruntung (atau mungkin tidak beruntung), kamu bisa saja bertemu dengan manusia kerdil saat mendaki gunung ini.

6. Beberapa Binatang Dianggap sebagai Jelmaan Makhluk Halus

Babi hutan
Potret hewan Babi hutan. Sumber: AP

Lanjut ke mitos Gunung Slamet berikutnya, yaitu tentang binatang-binatang yang dianggap sebagai jelmaan makhluk halus. Masyarakat di sekitar Gunung Slamet percaya beberapa binatang yang ada di gunung ini adalah jelmaan makhluk halus. 

Contohnya, ada cerita tentang ular besar dan kuda sembrani yang sering terlihat di sekitar gunung. Selain itu, ada juga binatang seperti lutung dan babi hutan yang dianggap memiliki makna khusus bagi masyarakat setempat. 

Sob, meskipun binatang-binatang ini dianggap jelmaan makhluk halus, mereka diyakini tidak mengganggu para pendaki selama pendaki tidak mengganggu mereka.

Jadi, kalau kamu mendaki Gunung Slamet dan melihat binatang-binatang ini, ingatlah untuk tetap menghormati mereka, ya!

7. Ramalan Jayabaya: Letusan Gunung Slamet dan Terbelahnya Jawa

Jayabaya
Potret Jayabaya. Sumber: Edi Wahyono/detikcom.

Terakhir, kita punya mitos Gunung Slamet yang berkaitan dengan ramalan Prabu Jayabaya. Jayabaya terkenal dengan ramalan-ramalannya tentang Pulau Jawa dan Nusantara. 

Salah satu ramalannya yang terkenal adalah tentang terbelahnya tanah Jawa untuk kedua kalinya. Ramalan ini sering dikaitkan dengan aktivitas Gunung Slamet. 

Konon, Jayabaya meramalkan bahwa tanah Jawa akan terbelah lagi akibat letusan Gunung Slamet, seperti yang terjadi saat Gunung Krakatau meletus dan memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Ramalan ini membuat banyak orang khawatir akan kemungkinan bencana besar yang bisa terjadi di masa depan. Namun, terlepas dari kebenaran ramalan tersebut, penting bagi kita untuk selalu waspada dan menghormati kekuatan alam.

Gunung Slamet terletak dimana? 

Gunung Slamet terletak di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Lebih spesifik, gunung ini membentang di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang. Lokasinya yang berada di pusat Jawa Tengah membuatnya menjadi salah satu destinasi pendakian yang populer di pulau Jawa. Gunung Slamet memiliki ketinggian sekitar 3.428 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Gunung Slamet terkenal karena apa? 

Gunung Slamet terkenal karena beberapa hal. Pertama, gunung ini dikenal sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, yang sering mengalami aktivitas vulkanik. Kedua, jalur pendakian Gunung Slamet menawarkan pemandangan alam yang indah dan menantang, dengan berbagai jenis vegetasi mulai dari hutan hujan tropis di kaki gunung hingga padang rumput dan area berbatu di dekat puncaknya. 

Ketiga, dari puncak Gunung Slamet, para pendaki dapat menikmati pemandangan panorama yang spektakuler, termasuk matahari terbit dan terbenam yang menakjubkan. Selain itu, Gunung Slamet juga memiliki nilai spiritual bagi masyarakat setempat, dengan banyak legenda dan cerita rakyat yang terkait dengan gunung ini.

Gunung Slamet statusnya apa? 

Sebagai gunung berapi aktif, status aktivitas Gunung Slamet dapat berubah-ubah. Status ini ditentukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan aktivitas vulkanik yang terpantau. Statusnya bisa berkisar dari “Normal” hingga “Awas,” tergantung pada tingkat aktivitas seperti gempa vulkanik, emisi gas, dan letusan kecil. 

Informasi terkini tentang status Gunung Slamet dapat diakses melalui situs resmi PVMBG atau lembaga terkait lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi pendaki dan masyarakat sekitar untuk selalu memantau informasi terbaru sebelum melakukan aktivitas di sekitar gunung ini.

Gunung Slamet terbesar nomor berapa? 

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi kedua di pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Dengan ketinggian sekitar 3.428 meter di atas permukaan laut, Gunung Slamet menempati posisi penting dalam daftar gunung tertinggi di Indonesia. Secara keseluruhan, Gunung Slamet adalah salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia dan sering menjadi tujuan utama bagi para pendaki yang ingin menaklukkan puncak-puncak tertinggi di pulau Jawa.

Kesimpulan

Nah, Sobat Suka Fakta, kita sudah sampai di akhir perjalanan mengeksplorasi 7 mitos Gunung Slamet yang penuh misteri dan cerita menarik. Gunung Slamet bukan hanya sebuah gunung yang megah dan menantang untuk didaki, tapi juga sebuah tempat yang kaya dengan legenda dan mitos.

Cerita-cerita ini telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat di sekitarnya, menambah lapisan magis pada keindahan alam yang sudah ada. Mitos-mitos ini mengajarkan kita tentang pentingnya menghormati alam dan kearifan lokal.

Jadi, bagi kamu yang berencana mendaki Gunung Slamet, selalu ingat untuk bersikap sopan, patuhi aturan, dan hargai kepercayaan masyarakat setempat. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu tentang Gunung Slamet dan membuat kamu semakin penasaran untuk mengeksplorasinya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Suka Fakta!

REFERENSI:

  • IDN Times. (n.d.). 7 Mitos Gunung Slamet yang Terkenal, Ada Manusia Kerdil? Retrieved from https://www.idntimes.com/men/attitude/yogama-wisnu-oktyandito/mitos-gunung-slamet-yang-terkenal
  • Radar Tegal. (n.d.). 7 Cerita Mitos Gunung Slamet, sang Atap Jawa Tengah yang Kerap Bikin Merinding dan Bulu Kuduk Berdiri. Retrieved from https://radartegal.disway.id/read/691525/7-cerita-mitos-gunung-slamet-sang-atap-jawa-tengah-yang-kerap-bikin-merinding-dan-bulu-kuduk-berdiri/15
  • Solopos. (n.d.). Deretan Mitos Gunung Slamet, Tempat Para Dewa hingga Ramalan Jayabaya. Retrieved from https://jateng.solopos.com/deretan-mitos-gunung-slamet-tempat-para-dewa-hingga-ramalan-jayabaya-1701368
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *