Misteri

Mitos Gunung Salak: Area Terlarang bagi Transportasi Udara hingga Berbagai Pantangan untuk Pendaki

114
×

Mitos Gunung Salak: Area Terlarang bagi Transportasi Udara hingga Berbagai Pantangan untuk Pendaki

Sebarkan artikel ini
7 mitos gunung salak
7 mitos gunung salak. Sumber: Pras131.

Hai, Sobat Suka Fakta! Kamu tau gak kalo Jawa Barat terkenal dengan berbagai gunungnya yang gak cuma cantik, tapi juga menyimpan sejuta misteri yang mencengangkan?

Yup! Jawa Barat memang punya segudang cerita unik di balik kokohnya gunung-gunung yang mengelilinginya. Nah, kalo bahas ini, kamu pasti sudah gak asing sama cerita horor di Gunung Gede Pangrango, kan?!

Tapi, pernah dengar mitos Gunung Salak juga? Gunung yang memiliki ketinggian mencapai 2.211 meter di atas permukaan laut, gunung yang jadi bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak sejak 2003 ini menyimpan banyak mitos dan cerita seram yang bikin bulu kuduk merinding yang menjadikannya salah satu gunung terangker di Indonesia.

Mulai dari legenda kerajaan gaib hingga harta karun tersembunyi, semuanya ada di sini. Nah, dalam artikel ini, kita akan kupas tuntas tujuh mitos Gunung Salak yang paling terkenal dan sering dibicarakan.

Yuk, Sobat Suka Fakta, siapkan diri kamu untuk terjun ke dunia penuh misteri!

1. Transportasi Udara Dilarang Melewati Gunung Salak karena Ada Kekuatan Magis

Pesawat Sukhoi SuperJet 100
Potret Pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang jatuh. Sumber: plane-mad.com

Selain mitos tentang Prabu Siliwangi, Gunung Salak juga terkenal sebagai area yang mencekam untuk transportasi udara. Sobat Suka Fakta, kamu pasti ingat tragedi pesawat Sukhoi SuperJet 100 pada tahun 2012 yang menewaskan sekitar 45 penumpang, kan?!

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden pesawat yang hilang atau mengalami kesulitan navigasi di sekitar Gunung Salak. Masyarakat setempat percaya bahwa gunung ini memiliki kekuatan magnetik yang kuat yang bisa menyebabkan alat navigasi pesawat menjadi kacau. 

Fenomena tersebut menciptakan suasana misterius dan menambah kesan magis pada gunung ini. Banyak yang menduga, kekuatan magnetik ini adalah salah satu bentuk perlindungan gaib yang menjaga Gunung Salak dari ancaman luar.

2. Menyimpan Harta Karun Tersembunyi Bekas Peninggalan Belanda

Gunung salak
Potret lereng Gunung salak. Sumber: kompas.com

Siapa yang tidak tertarik dengan harta karun?! Nah, Sobat Suka Fakta, Gunung Salak juga dipercaya menyimpan harta karun yang tersembunyi sejak zaman penjajahan Belanda. 

Menurut cerita, Belanda menyembunyikan kekayaan mereka di lereng Gunung Salak agar tidak jatuh ke tangan Jepang yang waktu itu mulai menguasai Indonesia. Cerita tentang harta karun ini telah menyebar luas di kalangan masyarakat sekitar. 

Banyak yang mencoba mencari dan menggali di berbagai lokasi di gunung ini dengan harapan menemukan kekayaan yang tersembunyi. Namun, hingga kini, belum ada yang berhasil menemukan harta tersebut. 

3. Suara Gamelan Misterius yang Kerap Menyesatkan Para Pendaki

Gamelan.
Potret alat musik Gamelan. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, pernah dengar cerita tentang suara gamelan yang terdengar di tengah perjalanan mendaki Gunung Salak? Mitos ini adalah salah satu yang paling terkenal di kalangan pendaki. 

Banyak pendaki yang melaporkan mendengar suara gamelan misterius saat mereka mendaki menuju puncak. Suara ini sering kali terdengar sangat jelas, seakan-akan ada pesta atau upacara yang sedang berlangsung di sekitar mereka.

Cerita ini membuat banyak pendaki penasaran dan mencoba mencari sumber suara tersebut. Namun, sayangnya, beberapa dari mereka justru tersesat atau mengalami kesulitan untuk kembali ke jalur yang benar. 

Fenomena ini menambah aura mistis Gunung Salak dan membuat para pendaki harus lebih waspada dan selalu menjaga sikap saat berada di sana. Jadi, jika kamu mendengar suara gamelan saat mendaki, lebih baik tetap fokus pada jalur pendakian dan jangan tergoda untuk mencari asal suaranya.

4. Jadi Tempat Bersemayam Arwah Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi
Potret Tempat Bersemayam Prabu Siliwangi. Sumber: plane-mad.com

Sobat Suka Fakta, siapa yang tidak kenal dengan Prabu Siliwangi?! Raja legendaris dari Kerajaan Padjadjaran ini dipercaya masih bersemayam di Gunung Salak, lho. 

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, meskipun Kerajaan Padjadjaran sudah runtuh sebelum masa penjajahan Belanda, arwah Prabu Siliwangi dan para pengikutnya masih mendiami kawasan ini.

Gunung Salak bukan sekadar gunung biasa, tetapi dianggap sebagai tempat suci yang penuh dengan aura magis. Banyak pendaki dan penduduk setempat yang mengaku merasakan kehadiran spiritual Prabu Siliwangi di sekitar gunung. 

Konon, siapa pun yang berdoa dan bermeditasi di sini dengan hati yang tulus, akan merasakan kehadiran sang raja dan mungkin mendapatkan berkah atau petunjuk dalam hidup mereka.

5. Menyebut “Buah Salak” Bisa Mendatangkan Malapetaka

buah salak.
Potret Buah salak. Sumber: IST

Nah, Sobat Suka Fakta, ini dia salah satu pantangan yang cukup unik di Gunung Salak. Meskipun nama gunung ini berasal dari bahasa Sansekerta, Salaka, yang berarti perak, namun pendaki dilarang keras untuk menyebut atau membicarakan buah salak saat berada di gunung ini. 

Pantangan ini dipercaya sangat kuat oleh masyarakat setempat. Menyebut buah salak dianggap sebagai bentuk kesombongan, dan konon, pendaki yang melanggar pantangan ini akan menghadapi kesulitan untuk mencapai puncak gunung.

Pantangan ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan buah salak secara langsung, tetapi lebih kepada menjaga kesakralan dan adat istiadat yang sudah turun-temurun. 

Jadi, jika Sobat Suka Fakta ingin mendaki Gunung Salak, ingatlah untuk tidak membicarakan buah salak dan tetap hormati adat setempat.

6. Siapapun yang Mengambil Bunga Anggrek akan Tersesat di Gunung Salak

Bunga Anggrek
Potret Bunga anggrek. Sumber: isroi.com

Selain pantangan buah salak, ada juga pantangan lain yang harus Sobat Suka Fakta patuhi, yaitu tidak boleh memetik bunga anggrek yang tumbuh di lereng Gunung Salak. 

Bunga anggrek di sini memang sangat indah dan menarik perhatian, tetapi masyarakat setempat meyakini bahwa bunga ini adalah milik makhluk gaib yang mendiami gunung tersebut.

Menurut mitos, siapa pun yang memetik bunga anggrek di Gunung Salak akan kehilangan arah dan berputar-putar tanpa bisa menemukan jalan kembali. Satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan meletakkan kembali bunga anggrek ke tempat semula. 

Pantangan ini menunjukkan betapa pentingnya menghormati alam dan kepercayaan lokal saat kita menjelajahi tempat-tempat yang penuh dengan cerita mistis dan keindahan alami.

7. Tradisi Seren Taun, Cara Warga Lokal Menjaga Harmoni antara Manusia dan Alam

Tradisi seren taun
Potret Tradisi seren taun. Sumber: commons.wikimedia.org

Sobat Suka Fakta, selanjutnya ada Tradisi Seren Taun. Di sisi timur Gunung Salak, tepatnya di ketinggian sekitar 1.200 meter, masyarakat setempat rutin mengadakan upacara tradisional yang disebut Seren Taun. 

Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Upacara ini tidak hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga keseimbangan alam dan hubungan harmonis manusia dengan lingkungan sekitar.

Tradisi Seren Taun biasanya diadakan pada malam Selasa atau Jumat Kliwon yang dianggap sebagai hari-hari sakral dalam kalender Jawa. Masyarakat berkumpul untuk berdoa, mengucapkan terima kasih, dan memberikan persembahan kepada roh-roh leluhur dan penjaga Gunung Salak. 

Bagi pendaki yang kebetulan berada di sana saat upacara ini berlangsung, mereka akan merasakan atmosfer yang sangat berbeda dan penuh dengan nuansa spiritual.

Letak Gunung Salak di mana?

Gunung Salak terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Secara administratif, gunung ini berada di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Gunung Salak adalah bagian dari Pegunungan Halimun-Salak yang merupakan salah satu kawasan konservasi yang penting di Indonesia. Gunung ini memiliki beberapa puncak dengan ketinggian tertinggi mencapai 2.211 meter di atas permukaan laut. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta menjadikannya salah satu tujuan pendakian populer bagi masyarakat ibu kota dan sekitarnya.

Kenapa Disebut Gunung Salak?

Nama “Salak” pada Gunung Salak bukan berasal dari buah salak yang dikenal luas di Indonesia. Ada beberapa teori mengenai asal usul nama Gunung Salak. Salah satu teori menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta “Salaka” yang berarti “perak.” Hal ini mungkin merujuk pada kilauan permukaan gunung saat terkena sinar matahari. Teori lainnya mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari kata dalam bahasa Sunda “Salak” yang berarti “petir,” mengingat daerah ini sering dilanda petir dan badai. Namun, hingga kini, asal usul nama Gunung Salak masih menjadi perdebatan dan belum ada kesepakatan pasti mengenai hal ini.

Kenapa Gunung Salak Ditutup?

Gunung Salak sering kali ditutup untuk pendakian karena beberapa alasan utama, seperti, keselamatan pendaki karena gunung Salak memiliki medan yang cukup sulit dan rawan longsor, maka perlu ada perbaikan dan pemulihan jalur secara berkala. Lalu penutupan karena program pelestarian alam demi menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati di gunung Salak, atau penutupan karena adanya aktivitas vulkanologi yang membahayakan bagi pendaki jika gunung ini sedang aktif.

Apakah Benar Gunung Salak Erupsi?

Gunung Salak adalah gunung berapi aktif, namun aktivitas vulkaniknya relatif rendah. Sejarah letusan Gunung Salak mencatat beberapa letusan kecil yang terjadi pada masa lalu. Letusan yang tercatat terjadi pada tahun 1699 dan 1938. Aktivitas vulkanik Gunung Salak lebih banyak berupa keluarnya gas dan uap panas dari kawah yang ada di puncaknya. Meskipun demikian, gunung ini tetap dipantau secara terus-menerus oleh Badan Geologi Indonesia untuk memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan yang dapat membahayakan masyarakat di sekitarnya.

Pada beberapa kesempatan, muncul laporan mengenai aktivitas vulkanik yang meningkat di Gunung Salak, namun hal ini biasanya tidak sampai pada tahap erupsi yang besar. Oleh karena itu, meskipun Gunung Salak adalah gunung berapi aktif, hingga saat ini tidak ada laporan terbaru yang menunjukkan bahwa gunung ini mengalami erupsi besar dalam beberapa dekade terakhir.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, itulah tujuh mitos Gunung Salak yang penuh misteri dan keajaiban. Dari kisah kerajaan gaib Prabu Siliwangi, area terlarang untuk transportasi udara, harta karun tersembunyi, suara gamelan yang mengundang rasa penasaran, tradisi Seren Taun yang sarat makna, hingga pantangan-pantangan unik seperti tidak menyebut buah salak dan memetik bunga anggrek. 

Keajaiban dan misteri Gunung Salak akan selalu menjadi bagian dari pesona gunung ini. Semoga cerita-cerita ini bisa menambah wawasan dan membuat kita semua lebih menghargai kekayaan budaya serta keindahan alam Indonesia. 

Sampai jumpa di petualangan berikutnya, Sobat Suka Fakta! Tetap jaga keselamatan dan nikmati setiap langkah perjalananmu.

REFERENSI:

  • Liputan6.com. (2023). Mitos Gunung Salak, Adanya Kerajaan Gaib Hingga Harta Karun Terpendam. Diakses dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/5461630/mitos-gunung-salak-adanya-kerajaan-gaib-hingga-harta-karun-terpendam.
  • Superlive.id. (2023). 6 Mitos Gunung Salak dan Pantangannya Buat Pendaki. Diakses dari https://superlive.id/superadventure/artikel/news/6-mitos-gunung-salak-dan-pantangannya-buat-pendaki.
  • Katadata.co.id. (2023). Cerita Mistis Gunung Salak serta Tradisi dan Pantangannya bagi Pendaki. Diakses dari https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6461d5268d28b/cerita-mistis-gunung-salak-serta-tradisi-dan-pantangannya-bagi-pendaki.
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *