Fakta Unik

Apa itu Permainan Jajangkungan? Alat Untuk Menyeberang Sungai

49
×

Apa itu Permainan Jajangkungan? Alat Untuk Menyeberang Sungai

Sebarkan artikel ini
Jajangkungan
Apa itu Permainan Jajangkungan Berikut Sejarah & Cara Bermainnya. Sumber: Dok. budaya-indonesia.org

Halo, Sobat Suka Fakta! Kalian pasti tau dong kalo Indonesia punya banyak permainan tradisional dari berbagai daerah, salah satunya permainan tradisional Sunda. Nah, salah satu permainan dari tanah pasundan ini adalah Jajangkungan. 

Mungkin ada di antara kalian yang belum pernah dengar tentang permainan ini, tapi tenang aja, kita akan bahas semuanya sampai tuntas. Mulai dari sejarah, cara main, hingga nilai-nilai seru yang terkandung di dalamnya.

Sob, sebagai remaja yang hidup di zaman serba modern ini, penting banget buat kita mengenal dan melestarikan warisan budaya kita. Salah satu caranya adalah dengan mengenal lebih dalam dan mempraktikkan permainan tradisional seperti Jajangkungan. Yuk, ikuti terus artikel ini! Kita akan menjelajah di dunia yang penuh canda dan tawa!

Apa itu Permainan Jajangkungan?

Jajangkungan.
Potret permainan tradisional Jajangkungan. Sumber: negeriindonesiaasli.blogspot.com

Sobat Suka Fakta, pernah nggak kalian melihat anak-anak berjalan di atas bambu panjang? Nah, itulah yang disebut permainan Jajangkungan. Jajangkungan adalah permainan tradisional dari Sunda yang menggunakan dua batang bambu panjang sebagai alat utamanya. 

Permainan ini dikenal juga dengan nama yang berbeda-beda di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, di Sumatera Barat disebut Tengkak-Tengkak, di Jawa Tengah disebut Jangkungan, dan di Kalimantan Selatan dikenal sebagai Batungkau. Meski namanya berbeda, cara bermainnya sama, kok!

Intinya, permainan ini mengandalkan keseimbangan fisik pemain. Kalian harus bisa berjalan di atas bambu tanpa jatuh, yang pastinya menantang banget! Menariknya, permainan ini bisa dimainkan sendirian atau bersama teman-teman. 

Kalau main sendiri, kalian bisa berjalan-jalan santai. Tapi kalau bareng teman-teman, biasanya ada perlombaan untuk melihat siapa yang paling cepat mencapai garis finis.

Dahulu, Jajangkungan Digunakan sebagai Alat Untuk Menyeberang Sungai

Jajangkungan
Potret motor yang sedang menyebrang sungai. Sumber: Rifat Alhamidi

Ngomong-ngomong soal sejarah, permainan Jajangkungan sudah ada sejak zaman dulu, lho. Asal usul permainan ini berkaitan dengan kata “jangkung” yang berarti tinggi dalam bahasa Sunda. Jadi, Jajangkungan artinya membuat diri menjadi tinggi dengan bantuan bambu. 

Dulunya, permainan ini nggak hanya sebagai hiburan, tapi juga punya tujuan praktis. Misalnya, di masa lalu, orang menggunakan Jajangkungan untuk menyeberangi sungai atau berjalan di medan yang sulit.

Permainan ini juga dipengaruhi oleh budaya lokal di berbagai daerah. Di Lampung, misalnya, nama Egrang berarti terompah pancung yang dibuat dari bambu. Setiap daerah punya cerita dan tradisi unik terkait permainan ini, sehingga Jajangkungan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. 

Nah, Sobat, sampai sekarang permainan ini masih dimainkan dalam acara-acara budaya dan festival di berbagai daerah, meski mungkin nggak sepopuler dulu.

Alat yang Dibutuhkan untuk Bermain Jajangkungan

Jajangkungan
Potret Alat yang digunakan untuk permainan Jajangkungan. Sumber: Dok. uun-halimah.blogspot.com

Sobat Suka Fakta, sekarang kita masuk ke bagian yang nggak kalah penting, yaitu alat dan bahan yang dibutuhkan untuk bermain Jajangkungan. Untuk memulai permainan ini, kalian hanya butuh beberapa batang bambu. Berikut rincian alat-alatnya:

  • Bambu Panjang: Dua batang bambu setinggi 2-2,5 meter. Tinggi bambu ini bisa disesuaikan dengan kenyamanan pemain.
  • Pijakan Kaki: Penyangga atau pijakan kaki yang diikat secara horizontal di bagian bawah bambu. Panjang pijakan ini sekitar 30-40 cm.
  • Variasi Alat: Di beberapa daerah, seperti di Jawa, ada juga yang menggunakan tempurung kelapa sebagai pijakan.

Bambu yang digunakan harus cukup kuat untuk menopang berat badan pemain. Kalau kalian masih pemula, pilihlah bambu yang tidak terlalu tinggi dulu. Baru setelah kalian merasa cukup mahir, bisa coba bambu yang lebih tinggi untuk tantangan ekstra. 

Selain itu, pastikan permukaan tempat bermain datar dan tidak licin, supaya lebih aman saat bermain. Dengan alat sederhana ini, kalian sudah bisa merasakan keseruan bermain Jajangkungan. Jadi, yuk siapkan bambunya dan coba mainkan permainan tradisional yang satu ini!

Cara Bermain Jajangkungan

Jajangkungan
Potret permainan tradisional Jajangkungan. Sumber: Dok. freeiplmk.

Sobat Suka Fakta, mari kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu cara bermain Jajangkungan! Nggak sabar, kan?! Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Persiapan Alat: Siapkan dua batang bambu panjang yang sudah diberi pijakan kaki di bagian bawahnya. Pastikan bambu tersebut kokoh dan sesuai dengan tinggi badan kalian.
  2. Posisi Awal: Berdiri dengan tegak sambil memegang kedua bambu dengan kuat. Pastikan kalian berada di permukaan yang datar dan tidak licin.
  3. Naik ke Pijakan: Angkat salah satu kaki dan letakkan di pijakan yang sudah disiapkan. Setelah itu, angkat kaki yang satunya dan letakkan di pijakan lainnya. Gunakan ibu jari kaki untuk menjepit bambu agar lebih stabil.
  4. Menjaga Keseimbangan: Setelah berada di atas pijakan, cobalah untuk menyeimbangkan tubuh kalian. Condongkan sedikit badan ke depan agar lebih mudah menjaga keseimbangan.
  5. Mulai Berjalan: Setelah ada aba-aba “siap, ya!”, mulai berjalan dengan cara mengangkat kaki kiri dan kanan secara bergantian sambil menjepit bambu. Jangan lupa untuk tetap menjaga keseimbangan.
  6. Latihan dan Perlombaan: Kalian bisa latihan berjalan di atas Jajangkungan sendirian atau ikut dalam perlombaan. Jika ikut lomba, siapa yang paling cepat mencapai garis akhir adalah pemenangnya.

Gimana, Sobat Suka Fakta? Seru banget kan cara mainnya? Yuk, ajak teman-teman kalian dan coba permainan tradisional yang penuh tantangan ini!

Manfaat Permainan Jajangkungan

Jajangkungan
Potret permainan tradisional Jajangkungan. Sumber: Dok. student-activity.binus.ac.id

Sob, selain seru, permainan Jajangkungan juga punya banyak manfaat, lho. Apa saja manfaatnya? Yuk, kita cek satu per satu!

  1. Melatih Keseimbangan: Jajangkungan sangat baik untuk melatih keseimbangan tubuh. Hal itu disebabkan karena kalian harus menjaga tubuh tetap stabil saat berjalan di atas bambu.
  2. Mengasah Keterampilan Motorik: Permainan ini juga membantu mengasah keterampilan motorik. Kalian akan belajar bagaimana koordinasi antara tangan dan kaki.
  3. Pengendalian Diri dan Fokus: Bermain Jajangkungan membutuhkan konsentrasi tinggi dan pengendalian diri yang baik. Kalian harus fokus agar tidak jatuh.
  4. Meningkatkan Kepercayaan Diri: Saat kalian berhasil berjalan di atas Jajangkungan, pasti ada rasa bangga dan percaya diri yang meningkat.
  5. Interaksi Sosial: Bermain bersama teman-teman bisa meningkatkan kemampuan sosial dan kerjasama. Kalian bisa saling mendukung dan bersaing dengan sehat.

Jadi, selain menyenangkan, Jajangkungan juga sangat bermanfaat untuk perkembangan fisik dan mental kita. Ayo, mainkan Jajangkungan dan rasakan manfaatnya!

Nilai dan Filosofi dalam Permainan Jajangkungan

Jajangkungan.
Potret permainan tradisional Jajangkungan. Sumber: Dok. koranbernas.id

Permainan Jajangkungan nggak cuma sekedar permainan biasa, Sobat Suka Fakta. Di balik serunya bermain, ada banyak nilai dan filosofi yang bisa kita pelajari. Yuk, kita bahas apa saja nilai dan filosofi yang terkandung dalam permainan ini:

  1. Sportivitas: Dalam permainan Jajangkungan, sportivitas sangat penting. Kalian harus bisa menerima kekalahan dengan lapang dada dan tidak berbuat curang selama permainan berlangsung.
  2. Kerja Keras dan Ketekunan: Untuk bisa mahir bermain Jajangkungan, dibutuhkan kerja keras dan ketekunan. Kalian harus terus berlatih agar bisa berjalan dengan cepat dan stabil.
  3. Makna Filosofis: Permainan ini mengajarkan kita untuk selalu berkomitmen dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Saat kaki sudah di pijakan di bambu, kita harus bertekad untuk berjalan dengan cepat supaya seimbang dan tidak jatuh. Ini sama halnya dengan kehidupan, kita harus bertekad dan berkomitmen untuk menyelesaikan apa yang sudah kita mulai.
  4. Nilai Budaya: Jajangkungan adalah bagian dari warisan budaya kita. Dengan memainkan permainan ini, kita ikut melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur kita.

Dengan memahami nilai-nilai dan filosofi dalam permainan Jajangkungan, kita bisa lebih menghargai dan memahami betapa pentingnya permainan tradisional ini. Yuk, lestarikan permainan Jajangkungan dan ajak teman-teman kalian untuk bermain bersama!

Jajangkungan Sering Dimainkan Dalam Kompetisi dan Acara Budaya

Jajangkungan.
Potret permainan tradisional Jajangkungan. Sumber: Mulyana/Okezone

Sobat Suka Fakta, tahu nggak sih? Permainan Jajangkungan juga sering dimainkan dalam berbagai acara budaya dan kompetisi. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang kompetisi dan acara budaya yang melibatkan permainan seru ini!

Kompetisi Jajangkungan

Permainan Jajangkungan biasanya dimainkan dalam bentuk lomba. Peserta lomba harus berjalan di atas bambu dari garis start hingga garis finish, yang paling cepat sampai di garis finish tanpa jatuh adalah pemenangnya. Berikut beberapa hal penting dalam kompetisi Jajangkungan:

  • Standar Lapangan: Lintasan untuk kompetisi biasanya panjangnya 50 meter dan lebarnya 7,5 meter. Setiap pemain memiliki lintasan selebar 1,5 meter.
  • Jumlah Peserta: Dalam satu lomba, biasanya hanya ada lima peserta yang berkompetisi dalam satu lintasan.
  • Peraturan Kompetisi: Peserta harus berjalan dengan stabil dan cepat, tanpa menjatuhkan kaki ke tanah. Jika jatuh, peserta harus kembali ke garis start dan memulai kembali.

Acara Budaya

Jajangkungan juga sering tampil dalam berbagai acara budaya di berbagai daerah. Acara-acara ini tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk melestarikan permainan tradisional. Contoh acara budaya yang melibatkan Jajangkungan:

  • Kirab Budaya: Di Kalurahan Tepus, misalnya, permainan Jajangkungan selalu tampil dalam kirab budaya untuk memperingati hari jadi daerah tersebut. Acara ini menjadi kesempatan bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengenal dan melestarikan permainan tradisional.
  • Festival Tradisional: Banyak daerah mengadakan festival tradisional yang menampilkan permainan Jajangkungan. Festival ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mengedukasi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.

Dengan adanya kompetisi dan acara budaya, permainan Jajangkungan tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi. Yuk, Sobat Suka Fakta, jangan ragu untuk ikut dalam acara-acara seperti ini dan tunjukkan kemampuan kalian dalam bermain Jajangkungan!

Tantangan dan Pelestarian Permainan Jajangkungan

Anak main gadget
Ilustrasi anak anak main Gadget. Sumber: IST

Sekarang, mari kita bahas tentang tantangan dan upaya pelestarian permainan Jajangkungan. Di era modern ini, permainan tradisional seperti Jajangkungan menghadapi berbagai tantangan. Tapi, jangan khawatir, ada banyak cara untuk melestarikan permainan ini!

Tantangan Modernisasi

Sebagai permainan tradisional, jajangkungan tentu sedikit banyak telah terkena dampak dari perkembangan teknologi. Hal ini tentu menimbulkan tantangan modernisasi sendiri bagi permainan jajangkungan. Berikut beberapa tantangan jajangkungan di era modern:

  • Pengaruh Gadget: Banyak anak-anak yang lebih memilih bermain game di gadget daripada bermain di luar rumah dengan permainan tradisional.
  • Urbanisasi: Di kota-kota besar, ruang terbuka untuk bermain semakin terbatas. Permainan seperti Jajangkungan membutuhkan area yang cukup luas dan permukaan yang datar.
  • Kurangnya Minat: Generasi muda kurang mengenal permainan tradisional karena lebih tertarik pada hiburan modern.

Upaya Pelestarian

Meskipun menghadapi banyak tantangan, ada banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk melestarikan permainan Jajangkungan. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan:

  • Edukasi dan Promosi: Mengedukasi anak-anak dan remaja tentang permainan tradisional melalui sekolah, media sosial, dan komunitas. Promosikan permainan Jajangkungan dalam acara sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler.
  • Komunitas dan Festival: Membentuk komunitas pecinta permainan tradisional dan mengadakan festival yang menampilkan permainan Jajangkungan. Dengan cara ini, permainan ini bisa terus dikenal dan dimainkan oleh generasi muda.
  • Dukungan Pemerintah: Mendukung kebijakan pemerintah yang mendukung pelestarian permainan tradisional. Misalnya, dengan menyediakan ruang terbuka yang cukup untuk bermain atau menyertakan permainan tradisional dalam kurikulum sekolah.
  • Kreativitas dan Inovasi: Menggabungkan permainan Jajangkungan dengan teknologi modern untuk menarik minat generasi muda. Misalnya, membuat aplikasi game edukatif yang mengajarkan cara bermain Jajangkungan.

Dengan usaha bersama, kita bisa memastikan permainan Jajangkungan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Yuk, Sobat Suka Fakta, kita lestarikan permainan tradisional ini agar tidak hilang ditelan zaman! Ajak teman-teman kalian untuk bermain dan tunjukkan bahwa permainan tradisional juga bisa seru dan menantang!

Kesimpulan

Nah, Sobat Suka Fakta, itulah semua yang perlu kalian ketahui tentang permainan Jajangkungan. Dari sejarah yang panjang hingga cara bermain yang penuh tantangan, permainan ini nggak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai edukatif. 

Jadi, Sobat Suka Fakta, yuk ajak teman-teman kalian untuk mencoba bermain Jajangkungan. Selain menyenangkan, kalian juga bisa merasakan manfaatnya untuk tubuh dan pikiran. Jangan ragu untuk ikut dalam acara-acara budaya yang menampilkan permainan ini dan terus dukung upaya pelestariannya. 

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kalian tentang permainan Jajangkungan. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat Suka Fakta! Tetap semangat dan selalu bangga dengan budaya kita!

REFERENSI

  • Wikibooks. (n.d.). Permainan Tradisional Sunda/Jajangkungan. Diakses dari https://id.wikibooks.org/wiki/Permainan_Tradisional_Sunda/Jajangkungan.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (n.d.). Permainan Engrang. Diakses dari https://tksi.kemdikbud.go.id/tksi/latihan-30-Permainan-Engrang.
  • Wikipedia. (n.d.). Egrang. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Egrang.
  • Pemerintah Kalurahan Tepus. (2024). Mengenal dan Melestarikan Budaya – Permainan Tradisional Egrang. Diakses dari https://desatepus.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/3954-Mengenal-dan-Melestarikan-Budaya—Permainan-Tradisional-Egrang.
  • SMPN 2 Tuntang. (n.d.). Permainan Tradisional Egrang. Diakses dari https://smpn2tuntang.sch.id/permainan-tradisional-egrang/.
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *