Fakta Unik

9 Permainan Tradisional Aceh dan Cara Memainkannya

68
×

9 Permainan Tradisional Aceh dan Cara Memainkannya

Sebarkan artikel ini
permainan Tradisional Aceh
9 Permainan Tradisional Aceh. Sumber: IST

Halo, Sobat Suka Fakta! Siapa yang di sini suka main game? Yuk, kali ini kita coba lihat permainan tradisional yang ada di Indonesia, khususnya Aceh. Kamu tahu nggak, ternyata di Aceh ada banyak banget permainan tradisional yang serunya nggak kalah sama game modern. 

Permainan-permainan ini nggak cuma bikin kita happy, tapi juga bikin kita lebih dekat dengan budaya lokal dan teman-teman. Jadi, selain asyik-asyik main, kita juga bisa belajar banyak hal baru.

Nah, di artikel kali ini, kita bakal bahas sembilan permainan tradisional Aceh yang seru dan penuh makna. Siap-siap, ya, Sobat! Kita akan jalan-jalan ke masa lalu dan belajar tentang permainan yang pastinya bakal bikin kamu makin cinta sama budaya Indonesia.

Jadi, langsung aja yuk kita mulai petualangan nostalgia ke masa anak-anak ini. Berikut 9 permainan tradisional Aceh:

1. Geulayang Tunang

Geulayang Tunang
Permainan Tradisional Aceh, Geulayang Tunang. Sumber: Dok. disbudpar.acehprov.go.id

Oke, Sobat Suka Fakta, kita mulai dengan permainan tradisional Aceh yang pertama, yaitu Geulayang Tunang. Permainan ini adalah adu layang-layang yang seru banget. Di Aceh, layang-layang punya dua jenis utama, yaitu Geulayang Maco untuk anak-anak dan Geulayang Kleueng untuk orang dewasa.

Geulayang Maco ini biasanya berbentuk ikan dengan ekor panjang dan dibuat oleh anak-anak sendiri. Mudah banget bikinnya dan pastinya menyenangkan. Sementara itu, Geulayang Kleueng berbentuk elang yang gagah. 

Nah, bikin Geulayang Kleueng ini butuh keahlian khusus karena ukurannya lebih besar dan bahannya lebih bagus. Biasanya, Geulayang Kleueng ini dipertandingkan dalam acara-acara besar seperti Hari Kemerdekaan.

Permainan ini seru banget, Sobat. Bayangin aja, di langit Aceh ada banyak layang-layang yang saling adu keahlian pemainnya. Selain jadi hiburan, Geulayang Tunang juga ngajarin kita tentang kreativitas dan ketangkasan.

2. Pet-Pet Pong

Pet-Pet Pong
Permainan Tradisional Aceh, Pet-Pet Pong. Sumber: IST

Selanjutnya, kita punya Pet-Pet Pong. Nah, kalau ini , adalah permainan petak umpet yang populer di daerah Seulemak. Anak-anak di sana suka banget main Pet-Pet Pong, terutama setelah mereka pulang mengaji di malam hari.

Cara mainnya simpel tapi seru. Minimal ada empat anak yang main. Satu anak akan bersembunyi, sementara yang lain mencari. Keceriaan dan tawa pasti selalu ada di setiap permainan ini. Menariknya, anak-anak di Seulemak nggak ragu main Pet-Pet Pong sampai malam, bahkan sampai jam 9 malam, lho!

Permainan ini nggak cuma seru, tapi juga ngajarin kita banyak hal. Dari Pet-Pet Pong, kita belajar tentang kejujuran, sportivitas, dan tanggung jawab. Jadi, selain main, kita juga bisa belajar jadi orang yang lebih baik. Mantap, kan?!

3. Geudeu-Geudeu

Geudeu-Geudeu.
Permainan Tradisional Aceh, Geudeu-Geudeu. Sumber: Dok. superlive.id

Geudeu-Geudeu adalah bentuk gulat khas Aceh yang juga dikenal sebagai salah satu seni budaya yang menghibur. Biasanya, permainan ini dilakukan oleh orang dewasa yang sudah biasa berlatih bela diri.

Geudeu-Geudeu dimainkan oleh tiga orang dalam satu tim, yaitu satu penantang (ureung tueng) dan dua penerima tantangan (ureung pok). Permainan ini sering dilakukan setelah musim panen dan menjadi tontonan yang mendebarkan.

Permainan ini nggak cuma tentang kekuatan fisik, tapi juga strategi dan ketangkasan. Selain itu, Geudeu-Geudeu juga menunjukkan nilai seni dan budaya Aceh. Jadi, kalau kamu suka olahraga dan seni, permainan ini wajib kamu tonton!

4. Serompah

Serompah
Permainan Tradisional Aceh, Serompah. Sumber: Dok. musionline.co.id

Nah, Sobat Suka Fakta, kalau tadi kita udah bahas permainan yang butuh ketangkasan individu, sekarang kita bahas permainan yang butuh kerja sama tim. Serompah adalah permainan di mana beberapa orang harus berjalan bersama menggunakan sandal panjang.

Biasanya, permainan ini melibatkan tiga sampai lima orang per tim. Tantangannya adalah mereka harus berjalan bersama-sama menggunakan sandal panjang hingga garis finish. Serompah ini sering dimainkan saat acara-acara besar dan selalu berhasil mengundang tawa.

Dalam permainan ini, kekompakan tim sangat diuji. Pemain yang berdiri paling depan harus bisa memimpin orang-orang di belakangnya agar mereka bisa bergerak kompak. Selain jadi hiburan yang lucu, Serompah juga ngajarin kita tentang kerja sama dan kepemimpinan. Jadi, permainan ini nggak cuma bikin kita happy, tapi juga lebih solid sama teman-teman.

5. Tekong

Tekong
Permainan Tradisional Aceh, Tekong. Sumber: Dokumentasi Wikipedia

Selanjutnya, kita punya permainan yang namanya Tekong. Permainan ini mirip dengan Pet-Pet Pong, tapi dengan sedikit sentuhan tambahan. Tekong dimainkan dengan menggunakan sebuah tongkat sebagai properti utama.

Permainannya melibatkan lima orang anak, di mana satu anak bertugas menjaga tumpukan kayu berbentuk segitiga yang disebut Tekong. Sementara itu, teman-teman lainnya akan bersembunyi. 

Ketika penjaga berhasil menemukan temannya yang bersembunyi, mereka akan berlomba-lomba lari ke Tekong untuk memukulnya. Setiap kali memukul Tekong, mereka harus berteriak “TEKONG!”

Permainan ini semakin seru karena semangat persaingan dan kecepatan yang begitu membara. Selain menghibur, Tekong juga mengajarkan kita tentang kecepatan, ketangkasan, dan kerja sama. Jadi, kalau kamu suka permainan yang menantang dan butuh strategi, coba deh main Tekong!

6. Pacu Kude

Pacu Kude
Permainan Tradisional Aceh, Pacu Kude. Sumber: Dok. kebudayaan.kemdikbud.go.id

Sekarang, kita beralih ke Pacu Kude, atau pacuan kuda. Sobat, ini adalah salah satu permainan tradisional Aceh yang paling menantang dan membutuhkan keterampilan tinggi. Pacu Kude biasanya dilakukan oleh Suku Gayo di Aceh Tengah.

Permainan ini sangat menarik karena para joki harus mengendarai kuda tanpa pelana, hanya menggunakan baju sehari-hari tanpa pelindung badan atau helm. Bayangin aja, Sobat, betapa beraninya mereka! Pacu Kude ini sering diadakan setelah panen padi selesai dan sekarang sudah menjadi agenda tahunan.

Ada beberapa aturan dalam permainan ini, salah satunya adalah usia joki yang harus sekitar 10-16 tahun. Menonton Pacu Kude secara langsung pasti akan jadi pengalaman yang mendebarkan. Selain itu, permainan ini juga menunjukkan kekuatan dan keahlian para pemuda Aceh. 

7. Catoe Rimeung

Catoe Rimeung
Permainan Tradisional Aceh, Catoe Rimeung. Sumber: Info PKA

Selanjutnya, Sobat, kita punya Catoe Rimeung, atau Catur Aceh. Permainan ini nggak melibatkan aktivitas fisik, tapi tetap seru dan menantang. Catoe Rimeung dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan batu-batu sebagai anak catur.

Ada dua jenis batu dalam permainan ini, yaitu harimau (batu besar) dan kambing (batu kecil). Satu pemain memegang harimau, sementara pemain lainnya memegang kambing. Inti dari permainan ini adalah mempertahankan kubu masing-masing. 

Cara bermainnya adalah dengan melompati pemain lawan sebelum bisa membunuh anak catur milik lawan. Lompatan harus berjumlah ganjil, misalnya 3 atau 5 lompatan. Jika harimau berhasil terkepung, berarti kambing yang menang. Namun, jika kambing-kambing habis oleh harimau, berarti harimau yang menang. 

8. Tarek Situek Massal

Tarek Situek Massal
Permainan Tradisional Aceh, Tarek Situek Massal. Sumber: Dok. anakbisa.com

Permainan ini sederhana tapi menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Biasanya dimainkan dengan cara satu anak duduk di atas pelepah pohon pinang, sementara anak-anak lainnya menariknya berkeliling.

Permainan ini sering dilakukan di daerah pedesaan, di mana pelepah pohon pinang masih mudah ditemukan. Tarek Situek Massal mengajarkan nilai kebersamaan dan gotong royong. Meskipun sederhana, permainan ini bisa memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak yang memainkannya.

9. Patok Lele

Patok Lele
Permainan Tradisional Aceh, Patok Lele. Sumber: Dok. wattpad.com

Terakhir, kita punya Patok Lele. Kalau di Sunda dikenal dengan nama Gatrik, di Aceh permainan ini disebut Patok Lele. Cara bermainnya mirip, dengan dua tim yang bertugas sebagai penjaga dan pemukul kayu.

Permainannya melibatkan enam sampai delapan anak yang dibagi menjadi dua regu. Tim pemukul akan memukul tongkat kecil sejauh mungkin, sementara tim penjaga berusaha menangkapnya. Jika berhasil menangkap, tim penjaga akan berganti peran menjadi pemukul. 

Kesimpulan

Nah, Sobat Suka Fakta, itulah sembilan permainan tradisional Aceh yang penuh dengan keseruan dan nilai-nilai berharga. Melestarikan permainan tradisional Aceh ini penting banget buat menjaga keberagaman budaya kita. Selain itu, permainan ini juga memberikan banyak manfaat bagi anak-anak dan remaja, mulai dari keterampilan fisik hingga nilai-nilai moral dan sosial.

Jadi, Sobat, kalau kamu ada kesempatan, coba deh main salah satu dari permainan ini. Bukan cuma seru, tapi juga bisa bikin kamu lebih mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Yuk, kita lestarikan permainan tradisional Aceh dan nikmati keseruannya bersama-sama!

REFERENSI

  • Traveloka. (2024). 8 Permainan Tradisional Aceh yang Tetap Eksis. Diakses dari https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/permainan-tradisional-aceh-yang-tetap-eksis-acc/330153
  • Acheh Network. (2024). 8 Permainan Tradisional Aceh yang Masih Eksis. Diakses dari https://www.achehnetwork.com/2024/03/8-permainan-tradisional-aceh-yang-masih.html#google_vignette
  • Pramukaku. (2024). Permainan Tradisional Aceh. Diakses dari https://pramukaku.com/permainan-tradisional-aceh/
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *