Fakta Unik

Mengenal Pika, Hewan Imut Mirip Kelinci yang Terancam Punah

65
×

Mengenal Pika, Hewan Imut Mirip Kelinci yang Terancam Punah

Sebarkan artikel ini
Pika
Mengenal Pika, Hewan Imut Mirip Kelinci yang Terancam Punah. Sumber: IST

Halo, Sobat Suka Fakta! Kalian pernah denger hewan Pika? Mungkin hewan ini masih terdengar asing di telinga kalian, ya?! 

Eits, tapi tenang, Sob, kalo kamu gak tau hewan ini, bukan berarti kamu kudet, lho, ya! Pika memang popularitasnya belum sefamiliar itu karena dia hidup di gunung kecil yang hanya ditemukan di Asia dan Amerika Utara. 

Hewan ini memang sekilas mirip dengan marmut atau kelinci. Nah, oleh karena itu, penting banget buat kita kenal Pika biar gak ketuker lagi! Di artikel kali ini, kita akan mengulik berbagai fakta unik seputar Pika, mulai dari ciri fisik, habitat, cara reproduksi, dan masih banyak lagi. 

So, buat kalian yang penasaran dengan hewan satu ini, simak terus artikel ini sampai habis, ya, Sob! Yuk, langsung aja kita mulai petualangan bersama Pika!

Apa Itu Hewan Pika?

Pika
Kolase Kelinci dan Pika. Sumber: IST

Pika adalah hewan kecil menggemaskan yang sering disalahartikan sebagai hewan pengerat. Tapi, Sob, sebenarnya Pika lebih dekat hubungannya dengan kelinci dan terwelu, lho. Yup! Mereka termasuk dalam ordo Lagomorpha, yang juga mencakup kelinci dan terwelu. 

Kesamaan dan Perbedaan dengan Kelinci

  • Kesamaan: Seperti kelinci, Pika memiliki telinga pendek dan bulu yang lebat. Mereka juga memiliki kaki belakang yang kuat, memudahkan mereka untuk melompat dan berlari di habitat pegunungan yang terjal.
  • Perbedaan: Salah satu perbedaan utama adalah ukuran tubuhnya. Pika biasanya tumbuh hanya sepanjang 7 hingga 8 inci, jauh lebih kecil dibandingkan dengan kelinci yang bisa mencapai panjang 20 hingga 30 inci. Selain itu, Pika memiliki telinga yang lebih bulat dan kaki belakang yang lebih kecil dibandingkan dengan kelinci.

Pika juga dikenal dengan nama “kelinci bersiul” karena suara khas yang mereka buat ketika merasa terancam. Vokalisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai peringatan kepada anggota koloni lainnya, tetapi juga menjadi salah satu ciri unik dari hewan ini.

Habitat Hewan Pika

Mexico.
Potret pegunungan New Mexico. Sumber: en.wikipedia.org

Pika Amerika ditemukan di dataran tinggi di seluruh Amerika Utara, mulai dari New Mexico hingga Kanada Barat. Mereka tinggal di pegunungan yang dingin dan berbatu, tempat mereka bisa bersembunyi dari predator dan menghindari suhu panas.

Berikut lokasi persebaran Pika di dunia

  • Amerika Utara: Pika hidup di bagian tertinggi pegunungan seperti di New Mexico, California, Colorado, Oregon, Washington, dan Kanada Barat. Mereka jarang terlihat di bawah ketinggian 8.200 kaki di wilayah selatan.
  • Asia dan Eropa: Selain di Amerika Utara, Pika juga dapat ditemukan di berbagai daerah pegunungan di Asia dan Eropa.

Adaptasi Terhadap Lingkungan Pegunungan

Pika telah mengembangkan berbagai adaptasi untuk bertahan hidup di lingkungan pegunungan yang keras. Mereka memiliki bulu tebal dan lapisan lemak di bawah kulit yang membantu mereka tetap hangat selama musim dingin. 

Selain itu, Pika mengumpulkan dan menyimpan tumbuh-tumbuhan selama musim panas untuk digunakan sebagai makanan di musim dingin. Tumpukan jerami yang mereka buat dapat mencapai berat hingga 61 pon, cukup untuk menopang mereka selama musim dingin yang panjang dan dingin.

Ciri-Ciri Hewan Pika

Pika
Potret fisik dari hewan Pika. Sumber: IST

Pika memiliki penampilan yang sangat menggemaskan dan unik. Berikut adalah beberapa karakteristik fisik yang membedakan mereka dengan hewan lainnya:

Ukuran dan Penampilan

  • Ukuran: Pika Amerika biasanya tumbuh sepanjang 7 hingga 8 inci, dengan berat sekitar 5 hingga 7 ons. Meskipun kecil, tubuh mereka cukup kuat untuk bertahan di habitat pegunungan yang menantang.
  • Bulu: Pika memiliki bulu yang tebal dan lebat, yang membantu mereka tetap hangat di suhu dingin. Warna bulu mereka bervariasi dari abu-abu hingga coklat, membantu mereka berkamuflase dengan lingkungan berbatu mereka.

Ekor Tersembunyi

Salah satu ciri khas Pika yang menarik adalah ekor mereka yang tersembunyi. Ekor Pika adalah yang terpanjang di antara semua lagomorph (dibandingkan dengan ukuran tubuhnya), tetapi tidak terlihat karena tertutup bulu yang lebat. Oleh karena itu, mereka terlihat seperti tidak memiliki ekor sama sekali.

Dengan semua karakteristik fisik yang unik ini, Pika benar-benar menonjol sebagai salah satu hewan paling menarik di dunia pegunungan.

Karakteristik Hewan Pika

Pika mungkin terlihat kecil dan lucu, tetapi mereka memiliki perilaku sosial yang sangat kompleks dan menarik. Mereka hidup berkoloni di habitat pegunungan yang keras, namun sangat teritorial terhadap sarang mereka.

Hidup Berkoloni

  • Koloni: Pika hidup dalam kelompok yang dikenal sebagai koloni. Meskipun mereka hidup berdekatan, setiap Pika sangat defensif terhadap wilayahnya.
  • Sosial Tapi Soliter: Pika lebih banyak hidup sendiri meskipun berada dalam koloni. Mereka cenderung berinteraksi hanya selama musim kawin, yang biasanya terjadi sekali selama musim semi dan satu kali selama musim panas.

Sifat Teritorial

  • Pertahanan Wilayah: Pika sangat teritorial terhadap sarang batunya. Mereka menggunakan suara khasnya untuk menetapkan batas wilayah dan memperingatkan anggota koloni lainnya tentang adanya ancaman. Sifat ini sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka di lingkungan yang keras dan terbuka.
  • Seruan Teritorial: Mereka menggunakan seruan teritorial yang nyaring untuk memastikan wilayah mereka tetap aman dari ancaman atau pesaing lainnya. Seruan ini sering kali diiringi dengan perilaku agresif seperti berlari cepat dan menggertak.

Memiliki Suara yang Unik Sebagai Komunikasi Sosial

Pika
Kolase hewan Pika yang bersuara dan Peluit. Sumber: IST

Salah satu karakteristik paling menarik dari Pika adalah vokalisasi mereka yang unik. Suara yang mereka hasilkan memiliki berbagai fungsi, mulai dari komunikasi sosial hingga mekanisme pertahanan.

Suara Khas

  • Peluit: Pika dikenal dengan suara peluit melengking mereka. Saat merasa terancam oleh predator seperti elang atau kucing liar, mereka akan mengeluarkan suara peluit yang nyaring untuk memperingatkan anggota koloni lainnya tentang bahaya yang mendekat.
  • Kicauan dan Mengembik: Selain peluit, Pika juga menghasilkan berbagai macam suara seperti kicauan dan mengembik yang menyerupai anak domba. Suara ini tidak hanya digunakan untuk memperingatkan ancaman, tetapi juga untuk menetapkan batas wilayah dan menarik pasangan selama musim kawin.

Fungsi Vokalisasi

  • Komunikasi Sosial: Vokalisasi digunakan oleh Pika untuk berkomunikasi dengan anggota koloni lainnya. Suara ini membantu mereka menjaga hubungan sosial dan koordinasi dalam kelompok.
  • Peringatan Bahaya: Suara yang mereka hasilkan juga berfungsi sebagai mekanisme peringatan dini terhadap predator. Ini memberikan waktu bagi Pika lain untuk bersembunyi atau melarikan diri.
  • Menarik Pasangan: Selama musim kawin, vokalisasi membantu Pika menarik pasangan dan berkomunikasi dengan calon pasangan mereka.

Pola Makan dan Adaptasi Pika di Musim Dingin

makan.
Potret Hewan Pika sedang makan Rumput. Sumber: IST

Pika memiliki pola makan yang sangat khas dan adaptasi khusus untuk bertahan hidup di lingkungan pegunungan yang ekstrem.

Pola Makan

  • Makanan: Pika adalah herbivora yang ketat. Makanan mereka terdiri dari rumput, daun, dan bunga. Mereka memiliki gigi khusus yang memungkinkan mereka mengunyah dan memproses makanan ini dengan efisien.
  • Pengumpulan Makanan: Pika menghabiskan banyak waktu selama musim panas untuk mengumpulkan tumbuh-tumbuhan. Mereka mengumpulkan dan menumpuk tumbuh-tumbuhan ini di bawah sinar matahari untuk mengeringkannya, sebuah proses yang dikenal sebagai pembuatan “tumpukan jerami”.

Adaptasi Musim Dingin

  • Tidak Berhibernasi: Tidak seperti banyak mamalia kecil lainnya, Pika tidak berhibernasi selama musim dingin. Sebagai gantinya, mereka mengandalkan tumpukan jerami yang telah mereka kumpulkan selama musim panas sebagai sumber makanan utama mereka.
  • Tumpukan Jerami: Tumpukan jerami ini sering kali memiliki berat hingga 61 pon, hasil dari ribuan perjalanan mengumpulkan vegetasi. Pika menyimpan tumpukan jerami ini di bawah batu untuk melindunginya dari hujan dan salju.
  • Persiapan Musim Dingin: Pika sangat efisien dalam persiapan musim dingin. Mereka tidak hanya mengumpulkan tumbuh-tumbuhan, tetapi juga memastikan tumpukan jerami tetap kering dan tidak membusuk. Mereka sering memindahkan tumpukan ini untuk menjaga kualitas makanan.

Siklus Reproduksi Hewan Pika

Pika memiliki siklus hidup yang cukup menarik dan berbeda dibandingkan dengan banyak mamalia kecil lainnya. Mereka memiliki tingkat reproduksi yang relatif tinggi dan adaptasi unik yang membantu mereka bertahan di lingkungan yang keras.

Proses Reproduksi

  • Musim Kawin: Pika biasanya memiliki dua musim kawin dalam setahun, satu kali pada musim semi dan satu kali pada musim panas. Musim kawin yang terjadi dua kali ini memberikan kesempatan bagi Pika untuk memastikan kelangsungan spesies mereka dalam menghadapi lingkungan yang ekstrem.
  • Masa Kehamilan: Masa kehamilan Pika cukup singkat, biasanya berlangsung sekitar 30 hari. Ini memungkinkan mereka untuk melahirkan beberapa kali dalam setahun jika kondisi lingkungan mendukung.
  • Jumlah Anak: Betina Pika biasanya melahirkan antara dua hingga lima anak dalam setiap kelahiran. Anak-anak Pika, yang disebut “kits”, lahir buta dan tidak berbulu, tetapi mereka tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Pertumbuhan dan Perkembangan

  • Perkembangan Anak: Anak-anak Pika siap meninggalkan sarang dalam beberapa minggu setelah dilahirkan. Mereka akan mulai mengeksplorasi lingkungan sekitar sarang dan belajar mencari makanan dari induknya.
  • Kemandirian: Setelah beberapa minggu, anak-anak Pika menjadi lebih mandiri dan mulai membangun sarang mereka sendiri. Siklus kehidupan yang cepat ini membantu populasi Pika tetap stabil meskipun menghadapi berbagai ancaman lingkungan.

Ancaman Hewan Pika Terhadap Kelangsungan Hidup

Deforestasi
Potret Deforestasi ancaman terhadap Pika. Sumber: IST

Pika adalah hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, Sob. Oleh karena itu, perubahan lingkungan yang terjadi saat ini begitu  berdampak pada kehidupan Pika. 

Tapi, selain perubahan lingkungan, ada juga berbagai faktor lain yang menyebabkan kehidupan Pika terancam. Berikut penjelasan singkat mengenai ancaman kelangsungan hidup Pika:

Perubahan Iklim

  • Suhu yang Meningkat: Salah satu ancaman terbesar bagi Pika adalah peningkatan suhu global. Pika hidup di dataran tinggi yang dingin, dan mereka tidak dapat bertahan dalam suhu yang lebih panas. Ketika suhu meningkat, habitat alami mereka menjadi tidak cocok untuk kehidupan mereka.
  • Kehilangan Habitat: Pika sudah tinggal di tempat-tempat tertinggi di pegunungan, sehingga mereka tidak memiliki tempat yang lebih tinggi untuk bermigrasi jika suhu terus meningkat. Ini membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Hilangnya Habitat

  • Pembangunan Manusia: Aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur dan deforestasi juga mengancam habitat Pika. Perubahan dan kerusakan habitat alami mereka membuat Pika sulit menemukan tempat berlindung dan makanan yang cukup.
  • Pencemaran: Pencemaran lingkungan, baik dari polusi udara maupun air, juga berdampak negatif pada kesehatan dan kelangsungan hidup Pika.

Ancaman Lainnya

  • Predator: Meskipun Pika memiliki mekanisme pertahanan seperti vokalisasi yang keras, namun mereka masih rentan terhadap predator seperti elang, burung pemangsa lainnya, dan kucing liar.
  • Penyakit: Pika juga bisa terancam oleh penyakit yang dapat menyebar dengan cepat dalam populasi mereka, terutama dalam kondisi lingkungan yang berubah dan tingkat stres yang tinggi.

Upaya Konservasi untuk Menyelamatkan Populasi Pika

Melihat banyaknya ancaman yang dihadapi Pika, berbagai upaya konservasi telah dilakukan untuk melindungi dan melestarikan spesies menggemaskan ini. Langkah-langkah konservasi tidak hanya penting bagi kelangsungan hidup Pika, tetapi juga bagi keseimbangan ekosistem tempat mereka tinggal.

Program Pemantauan dan Penelitian

  • Pemantauan Populasi: Ilmuwan dan konservasionis secara rutin memantau populasi Pika untuk melacak perubahan dalam jumlah dan distribusi mereka. Pemantauan ini membantu mengidentifikasi tren penurunan populasi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  • Penelitian Ilmiah: Penelitian tentang ekologi, perilaku, dan adaptasi Pika sangat penting untuk mengembangkan strategi konservasi yang efektif. Studi-studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana Pika beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan apa yang dapat dilakukan untuk membantu mereka.

Pelestarian Habitat

  • Perlindungan Habitat: Upaya konservasi juga mencakup perlindungan habitat alami Pika. Upaya ini termasuk pembatasan pembangunan di daerah pegunungan dan menjaga ekosistem yang sehat.
  • Restorasi Habitat: Di daerah di mana habitat Pika telah rusak, upaya restorasi dilakukan untuk memulihkan lingkungan yang mendukung kehidupan Pika. Upaya ini bisa melibatkan penanaman vegetasi asli dan pengurangan polusi.

Edukasi dan Kesadaran Publik

  • Kampanye Kesadaran: Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya melindungi Pika adalah langkah penting dalam upaya konservasi. Kampanye kesadaran ini bisa dilakukan melalui media sosial, artikel, dan program pendidikan.
  • Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat lokal dalam upaya konservasi membantu memastikan keberhasilan jangka panjang. Program-program ini dapat mencakup pelatihan bagi penduduk lokal tentang cara melindungi habitat Pika dan memantau populasi mereka.

Kebijakan dan Regulasi

  • Peraturan Lingkungan: Mengimplementasikan dan menegakkan peraturan lingkungan yang melindungi habitat Pika sangat penting. Ini bisa mencakup pembatasan pembangunan di daerah pegunungan dan regulasi polusi.
  • Kerja Sama Internasional: Kerja sama internasional sangat penting untuk konservasi Pika. Negara-negara perlu bekerja sama untuk mengembangkan dan menerapkan strategi konservasi yang efektif.

Peran Hewan Pika dalam Ekosistem

Hewan Elang.
Potret Hewan Elang. Sumber: IST

Pika memainkan peran penting dalam ekosistem pegunungan di mana mereka tinggal. Keberadaan mereka tidak hanya berpengaruh pada keseimbangan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan.

Peran dalam Ekosistem

  • Pemelihara Padang Rumput: Aktivitas mencari makan dan menggali Pika membantu menjaga kesehatan padang rumput dan padang bebatuan. Mereka menggali liang dan membuat tumpukan jerami, yang membantu aerasi tanah dan meningkatkan kesuburan.
  • Sumber Makanan bagi Predator: Pika adalah bagian penting dari rantai makanan di ekosistem pegunungan. Mereka menyediakan sumber makanan bagi predator seperti elang, burung pemangsa lainnya, dan kucing liar. Keberadaan mereka membantu menjaga keseimbangan populasi predator di lingkungan tersebut.

Dampak Kehilangan Pika

  • Ketidakseimbangan Ekosistem: Jika populasi Pika menurun secara signifikan, ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Predator yang bergantung pada Pika sebagai sumber makanan mungkin menghadapi kesulitan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi spesies lain dalam rantai makanan.
  • Kerusakan Habitat: Tanpa aktivitas Pika, habitat pegunungan bisa mengalami penurunan kualitas. Pika membantu menjaga keanekaragaman hayati dengan mempromosikan pertumbuhan vegetasi yang sehat dan menyebarkan benih melalui aktivitas mencari makan mereka.

Indikator Kesehatan Ekosistem

  • Spesies Indikator: Pika sering dianggap sebagai spesies indikator, yang berarti bahwa keberadaan dan kesehatan mereka mencerminkan kondisi ekosistem secara keseluruhan. Penurunan populasi Pika dapat menandakan masalah lingkungan yang lebih besar, seperti perubahan iklim atau degradasi habitat.
  • Pengukuran Dampak Perubahan Iklim: Pika sangat sensitif terhadap perubahan suhu, oleh karena itu mereka dapat digunakan untuk mengukur dampak perubahan iklim di daerah pegunungan. Penelitian tentang populasi dan perilaku Pika membantu ilmuwan memahami bagaimana ekosistem pegunungan merespons perubahan iklim.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, setelah menjelajahi berbagai fakta unik tentang Pika, kita jadi tau bahwa ternyata Pika adalah makhluk kecil menggemaskan dan unik.  Meski terlihat seperti hewan pengerat, Pika sebenarnya lebih mirip dengan kelinci dan terwelu. 

Dengan segala kepentingan ekologis yang dimiliki Pika, melindungi dan melestarikan mereka adalah tugas yang sangat penting. Upaya konservasi tidak hanya memastikan kelangsungan hidup spesies yang menggemaskan ini, tetapi juga membantu menjaga kesehatan ekosistem yang lebih luas. 

Sobat, mari kita ambil bagian dalam upaya konservasi ini. Dengan memahami, menghargai, dan melindungi Pika, kita membantu menjaga keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem. Setiap langkah kecil yang kita ambil untuk melindungi mereka adalah langkah besar menuju pelestarian planet kita yang indah dan beragam. Bersama, kita bisa membuat perubahan!

REFERENSI

Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *