Fakta Dunia

Menelusuri Sisi Gelap Teletubbies, Mendukung LGBT?

46
×

Menelusuri Sisi Gelap Teletubbies, Mendukung LGBT?

Sebarkan artikel ini
sisi Gelap teletubbies
Menelusuri Sisi Gelap Teletubbies, Mendukung LGBT. Sumber: Dok. nypost.com

Halo, Sobat Suka Fakta! Siapa di antara kalian yang masih ingat dengan Teletubbies? Yup, tayangan yang dulu sering menemani pagi hari kita di era 90-an. mereka adalah empat karakter lucu dengan warna-warna cerah, yakni Tinky Winky, Dipsy, Laa-Laa, dan Po, yang lucunya pasti masih terbayang di kepala, kan?! 

Tapi, tahu nggak sih kalau ternyata di balik kelucuan dan warna-warni cerah dari Teletubbies, ada sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding? Mulai dari sejarahnya, teori konspirasi yang beredar, sampai kontroversi yang melibatkan tayangan anak ini. Nah, seluruh sisi gelap Teletubbies akan kita bahas di artikel ini, Sob! Let’s dive in and uncover the dark side of Teletubbies together!

1. Tayang Perdana di Inggris pada 1995

sisi Gelap teletubbies
Potret kota Inggris. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, sebelum kita masuk ke sisi gelapnya, yuk kita lihat dulu sejarah dan asal-usul Teletubbies. Teletubbies diciptakan oleh Anne Wood dan Andrew Davenport dari Ragdoll Productions. 

Tayang perdana di Inggris pada tahun 1995, acara ini cepat sekali menjadi favorit anak-anak. Dengan warna-warna cerah, karakter-karakter lucu, dan suasana ceria, nggak heran Teletubbies bisa mencuri hati banyak penonton, terutama anak-anak kecil.

Tayangannya nggak cuma populer di Inggris, lho, Sob. Dalam waktu singkat, Teletubbies menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Generasi 90-an pasti ingat betul bagaimana serunya menonton empat karakter lucu ini setiap pagi. 

Selain di TV, pernak-pernik Teletubbies juga banyak dijual di toko mainan, mulai dari boneka, buku cerita, sampai perlengkapan sekolah. Namun, di balik kesuksesan globalnya, Teletubbies menyimpan banyak cerita menarik. 

Ada yang bilang acara ini mengandung pesan-pesan tersembunyi dan teori konspirasi. Penasaran kan, Sob, apa aja cerita di balik layar dari acara yang tampaknya ceria dan polos ini? Yuk, lanjut ke bagian selanjutnya!

2. Teletubbies Bertransformasi Menjadi Karakter Horor

Teletubbies.
Potret Teletubbies. Sumber: Dok. pluggedin.com

Sobat Suka Fakta, pernah nggak ngebayangin Teletubbies jadi horor? Ternyata, ada banyak foto dan video yang bisa mengubah pandangan kita tentang karakter menggemaskan ini. Beberapa waktu lalu, beredar foto hitam putih dari karakter Teletubbies yang bikin bulu kuduk berdiri. 

Tinky Winky, Dipsy, Laa-Laa, dan Po yang biasanya ceria jadi terlihat menyeramkan di foto itu. Banyak netizen yang bilang kalau foto tersebut mirip dengan gambar dari film horor atau bahkan cover album black metal.

Nggak cuma foto, ada juga video horor Teletubbies yang sempat viral di YouTube. Salah satu video dari akun Prochallenges mengedit acara Teletubbies jadi menyerupai film horor, dengan musik latar yang mencekam. 

Efek dari foto dan video ini nggak bisa dianggap sepele. Banyak orang yang mulai melihat Teletubbies dengan cara berbeda. Beberapa bahkan berpikir kalau ada sesuatu yang lebih gelap di balik semua itu. 

Jadi, apakah Teletubbies memang sekedar acara anak-anak atau ada sesuatu yang lebih menyeramkan di baliknya? Yuk, kita lanjut ke bagian berikutnya untuk mengupas lebih dalam!

3. Menyampaikan Pesan Tersirat tentang Kelompok Minoritas 

sisi Gelap teletubbies
Potret komunitas LGBT. Sumber: Dok. international.sindonews.com

Beberapa orang percaya bahwa simbol di kepala karakter Teletubbies bukan sekadar hiasan. Misalnya, Tinky Winky dengan antena segitiga terbaliknya sering dianggap sebagai simbol gay. Warna ungu yang identik dengan komunitas LGBTQ+ juga semakin memperkuat teori ini. 

Ada juga Dipsy dengan kulit coklat dan antena tegak lurus, yang dianggap melambangkan pria Afro-Amerika. Lalu ada Laa-Laa, karakter wanita berwarna kuning dengan antena berbentuk Lambda, yang disebut-sebut sebagai simbol lesbian. 

Terakhir, ada Po yang kecil dan berwarna merah dengan antena berbentuk lingkaran, yang dianggap melambangkan orang Asia. Teori ini berpendapat bahwa Teletubbies mencoba menyampaikan pesan-pesan tersembunyi tentang kelompok minoritas kepada anak-anak. Wah, cukup kontroversial juga ya, Sob!

Namun, tentu saja ini semua hanya teori. Belum ada bukti kuat yang mendukung klaim-klaim ini. Banyak yang bilang kalau ini cuma kebetulan dan nggak ada maksud tersembunyi di balik simbol-simbol tersebut. 

Tapi tetap saja, teori konspirasi ini berhasil menarik perhatian banyak orang dan membuat kita berpikir ulang tentang Teletubbies. Nah, bagaimana kalau menurut kalian, Sobat Suka Fakta? 

4. Setiap Karakter Teletubbies Menyimpan Kisah Kelam

Teletubbies
Potret Teletubbies karakter Dipsy. Sumber: Dok. teletubbies.fandom.com

Sobat Suka Fakta, tahukah kamu kalau masing-masing karakter Teletubbies punya kisah horor yang bikin merinding? Mulai dari Tinky Winky, si ungu yang ceria, ternyata menyimpan cerita kelam. 

Konon, Tinky Winky mengalami kepala retak karena membenturkan kepalanya ke dinding. Akibatnya, dia harus diikat dengan tali agar tidak bisa bergerak, dan tubuhnya menjadi membiru. Cerita ini tentu saja jauh dari image lucu yang biasa kita lihat di TV.

Lalu ada Dipsy, yang digambarkan sebagai anak tuli yang diikat ke pagar luar dan mengalami radang dingin. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa Dipsy selalu memakai topi tinggi yang khas. 

Kemudian Laa-Laa, karakter dengan warna kuning cerah, ternyata memiliki wajah yang terdistorsi dan selalu tersenyum sendirian di kamar. Warna kuning pada Laa-Laa disebut-sebut akibat minimnya paparan sinar matahari.

Terakhir ada Po, si kecil merah yang ceria. Cerita horor di balik Po adalah bahwa dia terlupakan saat terjadi kebakaran di rumah sakit, yang menyebabkan tubuhnya menjadi merah. 

Cerita-cerita ini memang menambah nuansa menyeramkan pada karakter Teletubbies yang biasanya terlihat menggemaskan. Bagaimana, Sobat? Serem kan, mendengar kisah-kisah ini?!

5. Menjadi Kontroversial Karena Membawa Pesan Homoseksual

 Pendeta Jerry Falwell
Potret Pendeta Jerry Falwell. Sumber: Dok. britannica.com

Sobat Suka Fakta, kalian pasti penasaran, kan, kenapa Teletubbies bisa jadi kontroversial? Salah satu isu terbesar adalah tuduhan bahwa acara ini membawa pesan homoseksual. Tuduhan ini pertama kali dilontarkan oleh Pendeta Jerry Falwell pada tahun 1999. 

Dia mengatakan bahwa Tinky Winky, dengan warna ungu dan antena segitiga terbaliknya, adalah simbol kebanggaan gay. Menurut Falwell, ini adalah cara untuk menyebarkan pesan homoseksualitas kepada anak-anak.

Nggak cuma Pendeta Falwell, majalah Time edisi 12 Oktober 1998 juga menyatakan hal yang sama. Mereka melaporkan bahwa Tinky Winky dengan tas merahnya adalah ikon kaum gay di Inggris. 

Tuduhan-tuduhan ini tentu saja menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak. Ragdoll Productions, pembuat Teletubbies, dengan tegas menolak tuduhan ini. Mereka mengatakan bahwa Tinky Winky adalah karakter anak-anak yang tidak ada hubungannya dengan orientasi seksual.

Kontroversi ini juga ditanggapi oleh komunitas LGBTQ+. Banyak yang menganggap tuduhan tersebut sebagai hal yang konyol dan tidak berdasar. Namun, bagi sebagian orang tua, tuduhan ini cukup mengkhawatirkan. 

Mereka khawatir jika anak-anak mereka bisa terpengaruh oleh pesan-pesan tersembunyi. Bagaimana menurut kalian, Sobat? Apakah ini hanya kebetulan atau ada sesuatu yang lebih dalam di balik karakter Teletubbies?

6. Bisa Mengindoktrinasi Dini Anak-Anak? 

berpegangan tangan.
Ilustrasi anak anak berpegangan tangan. Sumber: IST

Salah satu adegan yang sering kita lihat di akhir setiap episode adalah keempat karakter yang saling berpelukan. Bagi banyak orang tua, pelukan ini adalah simbol persahabatan dan kasih sayang yang positif. 

Tapi, ada juga yang merasa khawatir dengan efek dari adegan ini. Beberapa ahli percaya bahwa adegan berpelukan bisa membuat anak-anak terbiasa dengan perilaku fisik yang mungkin tidak sesuai di budaya tertentu. 

Misalnya, anak-anak bisa saja jadi terlalu sering memeluk atau mencium orang lain tanpa pandang bulu. Ini bisa menjadi masalah, terutama jika anak-anak tidak bisa membedakan kapan perilaku tersebut harus dilakukan atau tidak. Tentu saja, pelukan dalam keluarga adalah hal yang baik, tapi bagaimana dengan pelukan di luar keluarga?

Selain itu, ada kekhawatiran tentang indoktrinasi dini melalui Teletubbies. Beberapa orang tua dan pengamat khawatir bahwa tayangan ini bisa membentuk pandangan anak-anak tentang gender dan orientasi seksual sejak dini. 

Mereka khawatir anak-anak akan menganggap bahwa perilaku homoseksual atau biseksual adalah sesuatu yang normal dan wajar. Ini tentu menjadi topik yang sangat sensitif dan menimbulkan banyak perdebatan. 

7. Eksistensinya telah Melampaui Batas Waktu

majalah teletubbies
Potret majalah teletubbies. Sumber: Dok. x.com

Sobat Suka Fakta, meskipun sudah tidak tayang lagi di TV, tapi Teletubbies tetap menjadi bagian penting dari masa kecil banyak orang. Popularitasnya bahkan melampaui batas waktu dan terus dikenal oleh generasi baru.

Salah satu bukti dari keberlanjutan popularitas Teletubbies adalah banyaknya pernak-pernik yang masih dijual hingga sekarang. Mulai dari boneka, buku cerita, hingga perlengkapan sekolah, semuanya masih bisa ditemukan di toko-toko mainan dan online. 

Bahkan, ada juga majalah Teletubbies yang diterbitkan untuk memenuhi rasa nostalgia para penggemar. Karakter-karakter lucu ini juga sering dijadikan tema untuk berbagai produk anak-anak, seperti baju, kue ulang tahun, dan kaos.

Tidak hanya itu, Teletubbies juga sering muncul dalam berbagai meme dan parodi di media sosial. Meme-meme lucu tentang Teletubbies sering kali viral dan menjadi bahan perbincangan netizen. 

Hal ini menunjukkan bahwa Teletubbies masih relevan dan terus dikenang oleh banyak orang. Jadi, meskipun sudah tidak tayang lagi, Teletubbies tetap berhasil mempertahankan eksistensinya dalam budaya populer.

Kesimpulan

Nah, Sobat Suka Fakta, Teletubbies memang acara yang penuh warna dan ceria, tetapi di balik itu semua ada banyak cerita menarik dan kontroversi yang semuanya menambah nuansa misteri pada acara ini.

Meskipun banyak kontroversi, Teletubbies tetap menjadi bagian penting dari masa kecil banyak orang. Popularitasnya yang meluas dan keberlanjutannya dalam budaya populer menunjukkan bahwa acara ini memiliki tempat khusus di hati penontonnya. 

Jadi, meskipun sekarang kita mungkin melihat Teletubbies dengan pandangan yang berbeda, namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka telah memberikan banyak kenangan indah dan pelajaran berharga tentang persahabatan dan kasih sayang.

Terima kasih sudah mengikuti artikel ini sampai selesai, Sobat Suka Fakta! Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan memberikan perspektif baru tentang Teletubbies. Jangan lupa untuk selalu kritis dan mencari informasi dari berbagai sumber sebelum membuat kesimpulan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

REFERENSI

  • Jaelani, D. (n.d.). Kisah Horor Teletubbies. Duniaku. Retrieved from https://duniaku.idntimes.com/geek/culture/doni-jaelani/kisah-horor-teletubbies
  • (n.d.). Sisi Gelap Serial TV Teletubbies, Cek Faktanya. Galamedia. Retrieved from https://galamedia.pikiran-rakyat.com/humaniora/pr-357725075/sisi-gelap-serial-tv-teletubbies-cek-faktanya?page=all
  • (n.d.). Misteri di Balik Film Teletubbies. Kaskus. Retrieved from https://www.kaskus.co.id/thread/573bf749507410d6208b4567/misteri-di-balik-film-teletu
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *