Fakta Unik

Mengenal Permainan Oray-Orayan, Menggambarkan Siklus Refleksi Diri

57
×

Mengenal Permainan Oray-Orayan, Menggambarkan Siklus Refleksi Diri

Sebarkan artikel ini
Oray-Orayan
Permainan Oray-Orayan, Menggambarkan Siklus Refleksi Diri. Sumber: lagudaerah.id

Hai, Sobat Suka Fakta! Pernah dengar tentang permainan tradisional oray-orayan? oray-orayan adalah salah satu permainan tradisional Sunda yang bisa bikin kita nostalgia sama masa kecil yang penuh tawa dan keceriaan. Coba, siapa sih yang nggak kangen main di lapangan atau halaman rumah bareng teman-teman?!

Seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak anak-anak sekarang yang lebih sering bermain gadget. Tapi, permainan tradisional seperti oray-orayan tetap punya tempat spesial, terutama buat yang pernah merasakannya. Bukan cuma seru, permainan ini juga mengajarkan banyak hal penting yang nggak bisa didapat dari permainan modern.

Nah, di artikel kali ini, kita bakal kupas tuntas tentang permainan oray-orayan. Mulai dari sejarahnya, aturan mainnya, cara bermainnya, sampai manfaat-manfaat seru yang bisa kita dapetin dari permainan ini. 

Jadi, simak artikel ini sampai akhir ya, Sobat Suka Fakta, dan siapa tahu, setelah baca ini, kamu jadi pengen ngajak teman-teman buat main oray-orayan! Yuk, kita mulai perjalanan seru kita mengenal lebih dalam tentang oray-orayan!

Berasal dari Tanah Pasundan, Oray-Orayan Menggambarkan Siklus Refleksi Diri 

Permainan Tradisional Oray-orayan.
Potret Permainan Tradisional Oray-orayan. Sumber: lagudaerah.id

Permainan oray-orayang adalah permainan tradisional yang berasal dari Jawa Barat, sebuah daerah yang kaya akan budaya dan tradisi. oray-orayan sendiri sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Jawa Barat, bahkan hingga ke pelosok-pelosok daerah seperti Banten dan Kabupaten Ciamis.

Nama “oray-orayan” diambil dari kata “oray” yang berarti ular dalam bahasa Sunda. Kenapa ular? Karena dalam permainan ini, anak-anak akan berbaris membentuk formasi seperti ular yang panjang dan bergerak meliuk-liuk. Seru, kan?!

Walaupun permainan ini sudah ada sejak dulu, namun tidak ada catatan pasti tentang kapan pertama kali permainan ini dimainkan. Tapi yang jelas, permainan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di desa-desa dan kota-kota kecil di Jawa Barat.

Menariknya lagi, ada makna filosofis di balik permainan oray-orayan ini. Beberapa orang mengaitkannya dengan simbol ouroboros, yaitu simbol kuno yang menggambarkan seekor ular yang memakan ekornya sendiri. 

Simbol ini merepresentasikan siklus penciptaan dan refleksi diri. Dalam konteks permainan, oray-orayan mencerminkan kebersamaan dan saling menjaga antar pemain, layaknya seekor ular yang menjaga kesatuan tubuhnya.

Aturan dan Cara Bermain oray-orayan

 Oray-orayan.
Potret Permainan Tradisional Oray-orayan. Sumber: childinthecity.org.

Permainan oray-orayan biasanya dimainkan oleh lima orang atau lebih. Anak yang berada di depan akan menjadi kepala ular, sementara yang lainnya menjadi badan dan ekor ular. Semua pemain harus saling berpegangan pada pundak teman di depannya.

Sambil berjalan, mereka menyanyikan lagu berbahasa Sunda yang khas. Berikut liriknya:

Oray orayan

Luar leor mapay sawah

Tong ka sawah

Parena keur sedeng beukah

oray-orayan

Laur leor mapay leuwi

Tang ka leuwi

Di leuwi loba nu mandi

oray-orayan

Oray naon, oray bungka, bungka naon, bungka laut

Laut naon, laut dipa, dipa naon, dipandeuriii…

Begitu lagu selesai, kepala ular akan berusaha menangkap ekor. Tugas ekor adalah menghindari kepala dengan cara meliuk-liuk. Tapi ingat, badan ular nggak boleh terputus! Jadi semua pemain harus kompak dan mengikuti gerakan kepala dan ekor.

Ada dua pola permainan yang biasa dilakukan:

  • Pola Pertama:
    • Dua pemain menjadi penjaga atau gawang.
    • Pemain lainnya dibagi menjadi dua kelompok dan berbaris membentuk ular.
    • Saat lagu selesai, penjaga berusaha menangkap anggota kelompok.
    • Pemain yang tertangkap bisa memilih untuk bergabung dengan penjaga atau menjawab pertanyaan sebelum bergabung.
  • Pola Kedua:
    • Pemain dibagi menjadi dua kelompok.
    • Kelompok berjalan atau berlari kecil sambil menyanyikan lagu.
    • Kepala ular berusaha menangkap ekor. Badan ular harus mengikuti gerakan kepala dan ekor.
    • Jika ekor berhasil lepas, dia harus keluar dari lapangan, dan permainan diulang jika badan ular terputus.

Oray-Orayan Biasa Dimainkan di Tempat yang Luas saat Pagi atau Sore Hari

Oray-Orayan
Potret bermain Oray oray di tanah lapang yang luas. Sumber: dictio.id.

Permainan ini memerlukan lapangan atau tempat yang cukup luas supaya pemain bisa bergerak dengan leluasa. Tempat yang luas juga membantu agar formasi ular tidak terputus saat bergerak meliuk-liuk. Jadi, pastikan kamu memilih lokasi yang tepat ya, Sobat Suka Fakta!

Waktu bermain biasanya pagi atau sore hari, saat matahari tidak terlalu terik. Durasi permainan bisa bervariasi tergantung jumlah peserta. Kalau pesertanya sedikit, permainan bisa selesai dalam 10-20 menit. Tapi kalau pesertanya banyak, bisa memakan waktu lebih dari 30 menit. Terpenting, pastikan semua pemain tetap semangat dan menikmati permainan!

Nilai dan Manfaat yang Terdapat di Permainan oray-orayan

oray-orayan
Potret Permainan Tradisional Oray-orayan. Sumber: Dony Indra Ramadhan

Sobat Suka Fakta, pasti kalian bertanya-tanya, apa manfaat oray-orayan. Nah ternyata, oray-orayan bisa mengajarkan kita akan nilai kebersamaan, melatih emosi, dan juga melatih kelincahan. Jadi, oray-orayan bukan cuma seru-seruan aja. Berikut manfaat oray-orayan:

1. Nilai Sosial dan Emosional

  • Kebersamaan: oray-orayan mengajarkan kita tentang pentingnya kerja sama dan kebersamaan. Dalam permainan ini, semua pemain harus kompak agar formasi ular tidak terputus. Ini melatih kita untuk bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain.
  • Melatih Emosi: Permainan ini juga melatih emosi kita. Saat menjadi ekor, kita harus pintar-pintar mengatur strategi untuk menghindari kepala ular. Sementara itu, kepala ular harus sabar dan cermat dalam menangkap ekor. Semua ini melatih kita untuk mengendalikan emosi dan berpikir taktis.

2. Nilai Filosofis dan Simbolisme

  • Simbol Ouroboros: oray-orayan sering dikaitkan dengan simbol ouroboros, yaitu simbol ular yang memakan ekornya sendiri. Simbol ini mencerminkan refleksi diri dan siklus penciptaan. Dalam permainan, ini mengajarkan kita untuk selalu introspeksi dan memahami siklus hidup.
  • Kearifan Lokal: Permainan ini juga mengandung nilai kearifan lokal. Melalui oray-orayan, kita diajarkan untuk menjaga tradisi dan budaya asli dari pengaruh budaya luar. Ini adalah bentuk local genius, kemampuan untuk mempertahankan identitas budaya di tengah arus globalisasi.

3. Manfaat Fisik

  • Kelincahan: oray-orayan membutuhkan kelincahan dan kecepatan. Saat bermain, kita harus cepat bergerak untuk menangkap atau menghindari lawan. Ini sangat baik untuk melatih kelincahan tubuh kita.
  • Koordinasi Tubuh: Permainan ini juga melatih koordinasi tubuh. Semua pemain harus bergerak bersama dalam satu irama agar formasi ular tetap terjaga. Ini membantu meningkatkan koordinasi antara otak dan gerakan tubuh.

Apakah Permainan Oray-Orayan Masih Relevan di Era Modern Ini?

Gadget
Ilustrasi anak anak main Gadget. Sumber: IST

Nah, Sobat Suka Fakta, sekarang kita masuk ke bagian yang sangat menarik. Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah oray-orayan masih relevan di era modern sekarang ini? 

Pertanyaan ini memang sangat wajar, mengingat di zaman yang serba digital ini, kita seringkali lupa betapa berharganya permainan tradisional. Tapi, Sob, ternyata permainan oray-orayan ini masih relevan, lho, untuk dimainkan di zaman sekarang. 

1. Kembali ke Permainan Tradisional di Era Modern

  • Nostalgia dan Kenangan: Permainan tradisional seperti oray-orayan membawa kita kembali ke masa kecil yang penuh kenangan. Ini memberikan rasa nostalgia yang menyenangkan dan mengingatkan kita pada kebersamaan dan tawa riang bersama teman-teman.
  • Mengurangi Ketergantungan pada Gadget: Di era digital ini, banyak anak-anak yang lebih sering bermain dengan gadget. oray-orayan bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi dan mengajak anak-anak untuk lebih aktif bergerak di luar ruangan.

2. Membandingkan dengan Permainan Modern

  • Interaksi Sosial: Permainan modern seringkali bersifat individual dan kurang melibatkan interaksi sosial. Sebaliknya, oray-orayan mengajarkan kita untuk berinteraksi langsung dengan teman-teman, membangun komunikasi, dan mempererat hubungan sosial.
  • Nilai-nilai Positif: Banyak permainan modern yang cenderung kompetitif dan kadang memicu stres. oray-orayan, dengan segala keceriaannya, mengajarkan kita nilai-nilai positif seperti kerja sama, strategi, dan sportivitas.

3. Mendorong Aktivitas Fisik dan Sosial Anak-anak

  • Aktivitas Fisik: oray-orayan adalah permainan yang sangat aktif. Anak-anak akan berlari, bergerak, dan meliuk-liuk, yang semuanya baik untuk kesehatan fisik mereka. Ini membantu meningkatkan kebugaran dan mengurangi risiko obesitas.
  • Interaksi Sosial: Selain fisik, permainan ini juga mendorong anak-anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Mereka belajar untuk bekerja sama, saling membantu, dan menikmati kebersamaan. Ini sangat penting untuk perkembangan sosial dan emosional anak-anak.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, kita sudah sampai di bagian akhir dari artikel seru ini. Dari sejarah hingga manfaat, permainan oray-orayan memang punya banyak hal menarik yang sayang untuk dilewatkan. Permainan tradisional ini tidak hanya memberikan hiburan, tapi juga mengajarkan kita tentang kebersamaan, kerja sama, dan nilai-nilai positif lainnya.

Jadi, tertarik untuk mencoba bermain oray-orayan? Ajak teman-temanmu, cari lapangan yang luas, dan nikmati serunya bermain ular-ularan ini. Jangan lupa untuk berbagi pengalamanmu di kolom komentar di bawah, siapa tahu bisa menginspirasi yang lain untuk ikut bermain juga!

Yuk, kita lestarikan permainan tradisional seperti oray-orayan, agar tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. Terima kasih sudah membaca artikel ini, dan sampai jumpa di artikel seru berikutnya!

REFERENSI

  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. “7 Permainan Tradisional Khas Jawa Barat, Kalian Pernah Coba?” Diakses dari: https://disparbud.jabarprov.go.id/7-permainan-tradisional-khas-jawa-barat-kalian-pernah-coba/#:~ =Oray%2Dorayan%20biasanya%20dimainkan%20oleh,di%20belakang%20dengan%20cara%20berpegangan.&text=Begitu%20lagu%20berakhir%2C%20sang%20kepala,bagian%20paling%20belakang%20(ekor).
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. “oray-orayan: Permainan Tradisional Masyarakat Sunda yang Tak Lekang oleh Waktu.” Diakses dari: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/oray-orayan-permainan-tradisional-masyarakat-sunda-yang-tak-lekang-oleh-waktu/.
  • Wikibooks. “Permainan Tradisional Kabupaten Ciamis/oray-orayan.” Diakses dari: https://id.wikibooks.org/wiki/Permainan_Tradisional_Kabupaten_Ciamis/oray-orayan.
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *