Fakta Unik

Sisi Gelap Mangga Besar, Tempat Favorit Pejabat Hidung Belang Cari Hiburan

72
×

Sisi Gelap Mangga Besar, Tempat Favorit Pejabat Hidung Belang Cari Hiburan

Sebarkan artikel ini
sisi gelap mangga besar
Sisi Gelap Mangga Besar, Tempat Favorit Pejabat Hidung Belang Cari Hiburan. Sumber: Dok. SINDOnews

Halo, Sobat Suka Fakta! Pernah dengar tentang Mangga Besar? Yup, kawasan yang satu ini pasti sudah nggak asing lagi buat kalian yang tinggal di Jakarta atau sering jalan-jalan ke ibu kota. 

Mangga Besar itu beda banget dari daerah-daerah lain di Jakarta. Kalau biasanya wilayah lain mulai sepi saat malam tiba, tapi Mangga Besar justru semakin hidup. Bayangin aja, saat kebanyakan warga Jakarta sudah terlelap, kawasan ini justru makin ramai. 

Pedagang kuliner masih asik melayani pelanggan, musik dari pengamen jalanan terus mengalun, dan deretan penjual obat kuat ikut meramaikan suasana. Seru, kan?! Tapi tunggu dulu, nggak cuma itu yang bikin Mangga Besar menarik. 

Nah, setelah mengeksplorasi sisi gelap Jakarta dan sisi gelap Jogja, kini kita akan mengeksplorasi berbagai sisi gelap Mangga Besar. So, stay tuned ya Sob karena kita bakal mengungkap sisi gelap yang mungkin belum kamu ketahui!

1. Mangga Besar Terkenal dengan Banyaknya Penjual Obat Kuat untuk Seks

sisi gelap mangga besar
Potret penjual obat kuat. Sumber: Dok. sketsindonews.com

Sobat Suka Fakta, kalau kalian pikir Jakarta sudah sepi di malam hari karena para pekerja udah balik ke rumah masing-masing, coba deh datang ke Mangga Besar. Yup! Di saat daerah lain mulai sepi, Jalan Mangga Besar Raya justru makin hidup. 

Saat malam tiba, pedagang kuliner masih semangat melayani pelanggan yang datang untuk mencicipi makanan malam. Kalian bisa menemukan berbagai jenis makanan yang bikin perut keroncongan, mulai dari sate, bakso, sampai nasi goreng khas Mangga Besar yang rasanya juara.

Nggak cuma itu, suasana bakal makin meriah dengan kehadiran para pengamen yang menghibur di sepanjang jalan. Musik dari gitar mereka mengalun, bikin suasana malam jadi lebih hidup. 

Selain kuliner, ada lagi nih yang bikin Mangga Besar terkenal, yaitu banyaknya penjual obat kuat. Mereka menawarkan berbagai macam obat yang katanya bisa bikin “tahan lama” dalam berhubungan seks. 

Mulai dari pil biru yang legendaris sampai obat tradisional dari ular, semua ada di sini. Harganya pun bervariasi, tergantung merk dan dosisnya, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per butir.

Konsumen utama dari penjual obat kuat ini biasanya adalah para tamu hotel dan warga sekitar Mangga Besar. Menariknya, kebanyakan dari mereka bukan membeli untuk pasangan resmi mereka, lho. 

Penjualan obat kuat ini tetap berjalan dan laku meski izin berjualannya kadang diragukan. Bahkan konon, para penjual ini sering kali harus memberikan sejumlah uang kepada oknum aparat supaya bisa tetap berjualan dengan tenang.

2. Lokasari Adalah Tempat Hidupnya Para PSK

mangga besar.
Tempat Karaoke di mangga besar. Sumber: Dok. Aldis Tannos/kumparan

Sobat Suka Fakta, yuk kita beralih ke Lokasari, kawasan yang juga jadi bagian dari Mangga Besar. Lokasari dulunya dikenal sebagai pusat hiburan malam yang sangat populer. Gemerlap lampu dan suara musik dari klub malam dan bar-bar di sana menjadi magnet bagi para pengunjung. 

Sayangnya, beberapa tahun belakangan, banyak tempat hiburan di Lokasari yang harus ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta. Penutupan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi aktivitas yang dianggap negatif di kawasan tersebut.

Namun, meski banyak tempat hiburan yang ditutup, Lokasari tetap menjadi magnet bagi mereka yang mencari hiburan malam. Di Lokasari, kehidupan para pekerja seks komersial (PSK) ini penuh warna dan tantangan. 

Dulu, para PSK ini biasa menjajakan diri di tengah jalan, tapi sekarang mereka lebih banyak beroperasi secara online. Di mana aplikasi seperti MiChat menjadi platform utama bagi mereka untuk mencari pelanggan. 

PSK yang lebih muda biasanya lebih banyak menggunakan aplikasi online untuk menjajakan diri. Hal ini berbeda dengan PSK yang sudah berumur, yang masih sesekali terlihat di jalanan. 

Namun, meski cara kerja mereka berubah, tantangan yang dihadapi tetap sama. Mereka harus pintar-pintar mencari tempat yang aman dan nyaman untuk menjalani profesinya. Mereka juga harus pintar bernegosiasi dan menjaga keamanan diri. Tak jarang, pelanggan yang mereka temui adalah pria-pria hidung belang yang mencari kesenangan sesaat

Sementara itu, indekos di sekitar Mangga Besar menjadi pilihan utama para PSK untuk menjalankan “tugasnya” dan juga dijadikan tempat tinggal. Pemilihan indekos ini dikarenakan lokasinya yang strategis dan relatif aman. 

Tapi, kondisi indekos ini sering kali jauh dari kata layak. Kamar-kamar yang mereka tempati biasanya berantakan, gelap, dan sempit. Meski begitu, para PSK ini tetap bertahan karena kebutuhan ekonomi.

Pemilik indekos biasanya tahu betul tentang aktivitas yang terjadi di kamar-kamar mereka. Bahkan konon, ada yang memiliki relasi dengan oknum aparat sehingga praktik prostitusi online bisa berjalan tanpa gangguan. 

3. Cerita Nyata dari Dunia PSK di Mangga Besar

Kisah Elsa

Sobat Suka Fakta, kali ini kita bakal mendengar cerita nyata dari seorang PSK di Mangga Besar. Dikutip dari Parboaboa, Elsa adalah seorang PSK berusia 19 tahun yang menjalani profesinya melalui aplikasi MiChat. 

Elsa tinggal di sebuah indekos yang berada di Jalan Raya Mangga Besar, tepatnya di Prima Kos. Meskipun masih muda, Elsa sudah cukup berpengalaman dalam dunia prostitusi online.

Elsa bercerita bahwa ia menyewa kamar indekos tersebut seharga Rp150 ribu per hari. Kamar itu ia gunakan untuk menerima tamu dan menjalankan aktivitas asusila. Kondisi kamar Elsa jauh dari kata nyaman, berantakan, gelap, dan bau. Namun, Elsa tetap menjalani profesinya dengan semangat. 

Menurut Elsa, pemilik kos mengetahui betul tentang aktivitas prostitusi online di tempatnya, tapi tidak pernah ada razia karena pemilik kosnya merupakan seorang buser. Elsa merasa aman dan nyaman bekerja di sana karena tempat tersebut bebas dari gangguan polisi.

Kisah Adinda

Nah, selain Elsa, ada lagi kisah menarik dari Adinda, seorang PSK yang juga tinggal di indekos Mangga Besar. Dikutip dari Paboaboa, Adinda baru berusia 16 tahun dan sudah menjalani profesi sebagai PSK melalui aplikasi MiChat. 

Adinda memilih jalan ini karena terpaksa oleh kebutuhan ekonomi. Meski masih sangat muda, Adinda bisa melayani 4 hingga 6 lelaki hidung belang dalam sehari. Adinda tinggal di kamar yang disediakan oleh Endah, teman Elsa yang juga PSK. 

Kondisi kamar Adinda sama buruknya dengan kamar Elsa, gelap, berantakan, dan bau. Adinda mengatakan bahwa penghuni kos di tempatnya kebanyakan adalah PSK yang juga bekerja melalui aplikasi MiChat. Meskipun orang tuanya tidak tahu tentang profesi Adinda, namun ia tetap menjalani pekerjaannya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

4. Mangga Besar Terkenal Sebagai Pusat Hiburan Pejabat Hidung Belang

Pejabat.
Ilustrasi Pejabat. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, ternyata kawasan ini nggak cuma jadi pusat hiburan malam untuk warga lokal, tapi juga menarik perhatian pejabat dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah timur. Pejabat-pejabat ini sering menginap di hotel-hotel sekitar Mangga Besar saat mereka ada kegiatan di Jakarta.

Salah satu alasan mereka memilih Mangga Besar adalah karena mudahnya mendapatkan hiburan malam dan jasa PSK. Para pejabat ini bisa dengan mudah menemukan tempat menginap yang dekat dengan pusat hiburan malam. 

Kawasan ini memang terkenal tidak pernah tidur, terutama pada malam akhir pekan. Nggak heran kalau banyak pejabat daerah lebih suka menginap di sini untuk “mencari hiburan” setelah kegiatan resmi mereka selesai.

5. Sejarah dan Budaya Prostitusi di Mangga Besar

Prostitusi.
Ilustrasi Wanita Pekerja seks. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, tahukah kalian kalau prostitusi di Mangga Besar punya sejarah panjang? Yup! Praktik ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda atau VOC yang menguasai Batavia. 

Pada masa itu, kawasan ini sudah menjadi pusat perdagangan dan hiburan, termasuk prostitusi. Seiring waktu, prostitusi di Mangga Besar terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan malam Jakarta. 

Orang Betawi pada awalnya tidak mengenal istilah pelacur, namun seiring waktu, istilah ini berubah menjadi WTS (Wanita Tuna Susila) dan kini lebih dikenal sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial). Praktik ini selalu dekat dengan kawasan niaga dan perhotelan, seperti Mangga Besar yang berdekatan dengan Glodok.

Sobat Suka Fakta, meski prostitusi sering kali dianggap sebagai masalah sosial, namun di Mangga Besar hal ini sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Masyarakat di kawasan ini cenderung permisif terhadap aktivitas prostitusi. 

Ada sebagian yang merasa diuntungkan dengan adanya prostitusi, seperti pemilik indekos, penjual obat kuat, dan pedagang makanan. Mereka mendukung kegiatan ini karena membawa keuntungan ekonomi.

Di sisi lain, ada juga masyarakat yang apatis atau tidak peduli dengan kondisi sekitar. Ketidakpedulian ini merupakan puncak dari ketidakpuasan terhadap pengawasan yang dilakukan pihak berwenang. 

Mereka merasa bahwa pihak berwenang tidak mencari solusi yang tepat, melainkan hanya menjadikan isu prostitusi sebagai kepentingan tertentu. Akibatnya, prostitusi di Mangga Besar terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, itulah perjalanan kita mengungkap sisi gelap Mangga Besar dengan kehidupan malamnya. Mangga Besar memang memiliki daya tarik tersendiri, bukan hanya sebagai pusat kuliner malam, tetapi juga sebagai tempat hiburan yang penuh cerita. 

Namun, di balik semua itu, ada sejarah panjang dan budaya permisif masyarakat yang membuat prostitusi di Mangga Besar terus berkembang. Meski banyak tantangan dan masalah, namun kehidupan di Mangga Besar terus berjalan, menciptakan cerita-cerita baru setiap harinya.

Terima kasih sudah mengikuti perjalanan kita kali ini. Semoga artikel ini bisa memberikan pandangan yang lebih luas tentang sisi gelap Mangga Besar. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, Sobat Suka Fakta! Tetap stay tuned dan jangan lupa share pengalaman kalian di kolom komentar.

REFERENSI

  • Parboaboa. (2022, Juli 20). Telusur Aktivitas Malam di Mangga Besar, Surga Lelaki Berhidung Belang. Diakses pada 27 Juni 2024, dari https://parboaboa.com/telusur-aktivitas-malam-di-mangga-besar-surga-lelaki-berhidung-belang
  • Pena Nusantara. (n.d.). Mangga Besar, SPPD dan Penyakit. Diakses pada 27 Juni 2024, dari https://www.penanusantara.com/mangga-besar-sppd-dan-penyakit/
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *