Fakta Dunia

7 Fakta Menarik Kota Pagar Alam, Menyimpan Batu-batu Besar Zaman Prasejarah

68
×

7 Fakta Menarik Kota Pagar Alam, Menyimpan Batu-batu Besar Zaman Prasejarah

Sebarkan artikel ini
Kota Pagar Alam
7 Fakta Menarik Kota Pagar Alam, Memiliki Pesona Alam yang Unik. Sumber: kompaspedia.kompas.id

Halo, Sobat Suka Fakta! Pernah dengar tentang Kota Pagar Alam? Mungkin kota ini belum setenar Jakarta atau Bali, tapi tunggu dulu, Pagar Alam punya banyak hal menarik yang wajib kamu tahu. 

Kota yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan ini punya pesona alam dan budaya yang unik banget. Gak cuma itu, kota ini juga masuk dalam daftar kota terbesar di Indonesia.

Pagar Alam berbatasan dengan Kabupaten Lahat di sebelah utara dan barat, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim di sebelah timur, serta Provinsi Bengkulu di sebelah selatan. 

Luasnya sekitar 633,66 km² dengan populasi mencapai 143.840 jiwa pada tahun 2020. Meskipun nggak sebesar kota-kota besar lainnya, justru keasrian dan keramahan penduduknya bikin kota ini nyaman dan damai untuk dikunjungi.

Nah, di artikel ini, kita bakal bahas 7 fakta menarik Kota Pagar Alam. Mulai dari sejarahnya, keindahan alamnya, sampai kekayaan budayanya yang bikin kamu makin penasaran. Yuk, kita mulai perjalanan seru ini, Sob!

1. Asal Usul Nama Kota Pagar Alam

Fakta Menarik Kota Pagar Alam
Potret Kota Pagar Alam. Sumber: sumsel.wahananews.co

Sobat Suka Fakta, ternyata wilayah ini dulunya dikenal dengan nama Pasemah, lho. Nama tersebut pertama kali tercatat dalam catatan seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda, J. S. G. Gramberg, pada tahun 1865. 

Saat itu, dia menyebut bahwa jika seseorang mendaki Bukit Barisan dari arah Bengkulu ke arah utara Ampat Lawang menuju ke dataran Lintang yang indah, dia akan sampai di sebelah barat Gunung Dempo dan berada di negeri orang Pasemah.

Namun, menurut budayawan dan sesepuh Besemah, Mohammad Saman, nama Pasemah sebenarnya adalah kesalahan pengucapan oleh orang Belanda. Nama yang benar adalah Besemah, yang artinya suka damai. 

Jadi, bisa dibilang nama kota ini punya sejarah panjang dan berkaitan erat dengan budaya dan sejarah lokal yang kaya.

2. Air Terjun Curup Embun, Air yang Terlihat Seperti Embun Jatuh dari Ketinggian 100 Meter

Air Terjun Curup Embun
Potret Air Terjun Curup Embun. Sumber: pariwisata.bengkuluprov.go.id

Nah, sekarang saatnya kita explore salah satu keindahan alam lainnya di Pagar Alam, yaitu Air Terjun Curup Embun. Air terjun ini terletak di kaki Gunung Dempo, tepatnya di Desa Pematang Bango, Kecamatan Pagar Alam Utara.

Air Terjun Curup Embun punya keunikan tersendiri, lho! Air yang turun dari ketinggian sekitar 100 meter ini terlihat seperti embun. Hal ini disebabkan oleh volume air yang kecil sehingga air yang jatuh tampak seperti butiran embun saat menyentuh tanah. 

Di bawah air terjun, ada kolam alami berbatu yang sering digunakan masyarakat untuk berendam dan bermain air. Tempat ini benar-benar cocok buat kamu yang pengen rileks sambil menikmati keindahan alam.

3. Gunung Dempo, Ikon Paling Terkenal di Kota Pagar Alam

Gunung Dempo
Potret Gunung Dempo Ikon kota pagar alam. Sumber: Dok. sumeks.co

Lanjut nih, Sobat Suka Fakta! Kalau ngomongin Pagar Alam, nggak lengkap rasanya kalau nggak bahas Gunung Dempo. Gunung ini adalah salah satu ikon kota yang paling terkenal. 

Terletak di perbatasan Kota Pagar Alam dan Provinsi Bengkulu, Gunung Dempo menjadi gunung tertinggi di Sumatera Selatan dengan ketinggian sekitar 3.159 meter di atas permukaan laut.

Sob, Gunung Dempo juga menawarkan pemandangan yang luar biasa indah. Pendaki bisa menikmati pemandangan hutan montana yang mirip dengan Gunung Gede-Pangrango. 

Selain itu, para pendaki nggak perlu khawatir kehabisan air karena di sepanjang perjalanan, mereka bisa menemukan air jernih yang mengalir. Seru banget kan buat hiking dan menjelajah alam?!

4. Kota ini Dikenal Memiliki Situs Megalitikum, Batu-batu Besar dari Zaman Prasejarah

Batu
Salah satu batu batu besar bersejarah. Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Sobat Suka Fakta, Pagar Alam nggak cuma punya keindahan alam, tapi juga kaya akan sejarah. Salah satu buktinya adalah banyaknya situs megalitikum yang ditemukan di sini. 

Kota Pagar Alam memang dikenal dengan berbagai temuan batu-batu besar dari zaman prasejarah. Salah satu situs terkenal adalah Tegurwangi yang berada di tengah sawah Desa Tegur Wangi, Kecamatan Dempo Utara. 

Di sini, kamu bisa menemukan menhir, tetralith, dolmen, arca, bilik batu, dan batu bergores. Situs ini menunjukkan bahwa sejak zaman dulu, Pagar Alam sudah menjadi tempat penting bagi peradaban manusia.

Selain Tegurwangi, ada juga Kubur Batu Tanjung Aro di kecamatan yang sama. Di sini terdapat dua buah kubur batu dengan ukuran yang hampir sama, salah satunya berukuran lebar 1,33 meter, panjang 1,74 meter, dan tinggi 1,57 meter. 

Tempat ini digunakan sebagai kuburan pada zaman prasejarah, dan hingga kini menjadi saksi bisu sejarah panjang masyarakat Besemah. Keren banget, kan?!

5. Rumah Adat Baghi, Kekayaan Budaya yang Dimiliki Oleh Masyarakat Besemah

Rumah Adat Baghi,
Potret Rumah Adat Baghi. Sumber: kemdikbud.go.id

Sobat Suka Fakta, pernah dengar tentang Rumah Adat Baghi? Rumah adat ini merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Besemah di Pagar Alam. 

Rumah Baghi memiliki desain arsitektur yang unik dan penuh makna, mencerminkan kehidupan dan filosofi masyarakat setempat. Rumah Baghi biasanya ditemukan di Desa Tegur Wangi, Kecamatan Dempo Utara. 

Bentuk atapnya mirip dengan rumah adat Minang atau Toraja, namun tidak terlalu runcing dan terbuat dari ijuk dengan kerangka bambu. Konstruksi rumah ini juga sangat khas, karena menggunakan pasak tanpa paku untuk menyambungkan bagian-bagian bangunan.

Rumah ini memiliki satu pintu di bagian tengah dan tidak ada jendela. Di dalamnya, tidak ada ruang kamar, melainkan lantai yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian depan untuk tempat duduk meraje (rapat atau pertemuan), dan bagian atas untuk garis keturunan laki-laki serta bagian bawah untuk garis keturunan perempuan. 

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Besemah menganut sistem patrilineal. Rumah Baghi bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga simbol identitas dan tradisi yang kaya akan makna.

6. Pagar Alam Memiliki Tanah yang Subur, Berpotensi untuk Pertanian dan Perkebunan

Pagar Alam
Potret Tanah yang ada di kota Pagar alam. Sumber: tokopedia.com

Nah, Sobat Suka Fakta, sekarang kita bahas tentang potensi pertanian dan perkebunan di Pagar Alam. Kota ini memiliki tanah yang sangat subur, berjenis latosol dan andosol, sangat cocok untuk bercocok tanam. Nggak heran kalau Pagar Alam dikenal sebagai salah satu produsen utama sayuran di Sumatera Selatan.

Di lembah Gunung Dempo, tanahnya begitu subur sehingga hampir semua jenis sayuran bisa tumbuh dengan baik di sini. Mulai dari kubis, cabai, tomat, hingga berbagai macam sayuran lainnya menjadi komoditas andalan Pagar Alam. 

Nggak cuma sayuran, Pagar Alam juga terkenal dengan kebun tehnya yang luas. Kebun teh ini dibangun oleh Belanda sejak tahun 1929 dan kini dikelola oleh PTPN VII. Setiap hari, kebun teh ini menghasilkan sekitar 40 ton teh segar yang sebagian besar diekspor ke luar negeri.

Pagar Alam juga menjadi penghasil kopi robusta yang terkenal. Luas lahan perkebunan kopi di sini mencapai 8.327 hektare dengan produksi sekitar 12.782 ton per tahun. Kopi robusta Pagar Alam memiliki cita rasa yang khas dan konon sangat disukai oleh Ratu Belanda.

Pertanian dan perkebunan bukan hanya menjadi tulang punggung ekonomi kota ini, tapi juga menjadi daya tarik wisata. Banyak wisatawan yang datang ke Pagar Alam untuk melihat langsung kebun teh dan kopi, serta menikmati udara sejuk dan pemandangan alam yang indah.

7. Tari Kebagh, Tarian Adat Tertua di Pagar Alam

Tari Kebagh
Potret Tarian tertua di Pagar alam, Tari Kebag. Sumber: Sripo/ Wawan Septiawan

Lanjut ke fakta berikutnya, Sobat Suka Fakta, yaitu Tari Kebagh. Tarian ini adalah salah satu tarian adat tertua di Pagar Alam. Dulu, tari ini dikenal dengan nama Tari Semban Bidodari. 

Nama ini berasal dari Bahasa Besemah, di mana “Semban Bidodari” berarti selendang besar yang digunakan oleh bidadari saat menari. Kemudian sejak 1950-an, tarian ini lebih dikenal dengan nama Tari Kebagh, yang berarti melebarkan tangan. 

Tarian ini nggak cuma sekedar tarian biasa, tapi juga punya makna sakral. Sebelum menari, para penari biasanya melakukan ritual menabur beras kunyit sebagai simbol meminta izin kepada bidadari untuk menarikan tarian tersebut.

Masyarakat Besemah percaya bahwa Tari Kebagh hanya bisa dilakukan oleh penari yang suci, yaitu yang sedang tidak haid dan memiliki hati yang bersih. Tarian ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang memenuhi syarat tersebut, dan biasanya dilakukan pada acara-acara penting dan sakral. 

Kesimpulan

Nah, Sobat Suka Fakta, itulah dia 7 Fakta Menarik Kota Pagar Alam yang berhasil kita kupas tuntas. Mulai dari asal usul namanya yang unik, pesona alam Gunung Dempo, hingga keindahan Air Terjun Curup Embun, semuanya memberikan gambaran betapa kaya dan menariknya kota ini. 

Dengan segala keunikan dan keindahan yang dimilikinya, Pagar Alam layak untuk dijelajahi dan dinikmati. Jadi, jika kamu mencari destinasi wisata yang berbeda, penuh dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan sejarah yang mendalam, Pagar Alam adalah jawabannya. 

Terima kasih sudah mengikuti perjalanan kita kali ini, Sobat Suka Fakta. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu tentang Kota Pagar Alam. Sampai jumpa di petualangan fakta menarik selanjutnya!

REFERENSI

  • Lahatpos. “Enam Fakta Kota Pagar Alam Menggempari Indonesia”. Diakses dari Lahatpos. https://lahatpos.disway.id/read/640121/enam-fakta-kota-pagar-alam-menggempari-indonesia
  • Wongkito.co. “7 Fakta Menarik Kota Pagar Alam, tak Hanya Gunung Dempo, ada Juga Novel Karya Sutan Takdir Alisjahbana”. Diakses dari Wongkito. https://wongkito.co/read/7-fakta-menarik-kota-pagar-alam-tak-hanya-gunung-dempo-ada-juga-novel-karya-sutan-takdir-alisjahbana
  • Pagaralamkota.go.id. “Tentang Kota Pagaralam”. Diakses dari Pagaralamkota. http://www.pagaralamkota.go.id/sekilas-kota-pagar-alam
  • Wikipedia. “Kota Pagar Alam”. Diakses dari Wikipediahttps://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pagar_Alam
  • Harianhaluan. “Mengenal Pagar Alam, Kota Tersepi Kedua di Pulau Sumatera yang Diam-diam Menyimpan Sejumlah Potensi Wisata”. Diakses dari Harianhaluan. https://www.harianhaluan.com/news/109806915/mengenal-pagar-alam-kota-tersepi-kedua-di-pulau-sumatera-yang-diam-diam-menyimpan-sejumlah-potensi-wisata
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *