Fakta Dunia

7 Fakta Menarik Kota Subulussalam, Kota Paling Sepi di Indonesia

61
×

7 Fakta Menarik Kota Subulussalam, Kota Paling Sepi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Subulussalam
6 Fakta Menarik tentang Kota Subulussalam. Sumber: metropolis.id

Halo, Sobat Suka Fakta! Kali ini, kita bakal ngobrolin tentang Kota Subulussalam. Pernah denger tentang kota ini? Kota yang ada di Provinsi Aceh ini ternyata masuk dalam salah satu kota terbesar di Indonesia, lho.

Mungkin buat sebagian dari kita, Kota Subulussalam terdengar asing di telinga. Tapi jangan salah, kota ini punya sejarah panjang dan cerita-cerita menarik yang sayang banget buat dilewatin. 

Nah, di artikel ini, kita akan kupas tuntas fakta menarik Kota Subulussalam yang pasti bikin kamu penasaran. Dari sejarah namanya yang unik, sampai berbagai tempat wisata keren yang ada di sana, semua bakal kita bahas habis-habisan. Jadi, pastikan kamu baca artikel ini sampai tuntas ya, Sobat!

1. Asal Usul dan Sejarah Nama Kota Subulussalam

Prof. Ali Hasyimi.
Potret almarhum Prof. Ali Hasyimi. Sumber: acehssd.blogspot.com

Sobat Suka Fakta, mari kita mulai petualangan dengan mengetahui asal usul dan sejarah nama Kota Subulussalam. Nama Subulussalam sendiri diambil dari Bahasa Arab yang artinya “jalan menuju kedamaian atau kesejahteraan”. 

Nama ini bukan sembarang nama, lho! Nama ini diberikan oleh seorang ulama kharismatik sekaligus Gubernur Aceh pada zamannya, almarhum Prof. Ali Hasyimi, pada tanggal 14 September 1962.

Nama Subulussalam diberikan dengan harapan agar kota ini menjadi Kota Ibadah yang berkembang dengan berlandaskan Syariat Islam. Jadi, nama ini bukan cuma keren, tapi juga punya makna mendalam. 

Sejak saat itu, Subulussalam mulai berkembang dan menunjukkan kemajuan yang pesat. Bahkan, Subulussalam menjadi daerah otonom pada tanggal 2 Januari 2007 setelah sebelumnya menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Singkil.

2. Memiliki Batas Wilayah dan Letak Geografi yang Strategis

Peta, Subulussalam
Potret Peta Subulussalam. Sumber: peta-kota.blogspot.com

Selanjutnya, kita bahas tentang letak geografis dan batas wilayah Kota Subulussalam. Kota ini punya luas wilayah sekitar 1.391 km². Kalau kita lihat peta, Subulussalam punya posisi yang cukup strategis, nih.

  • Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
  • Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Singkohor dan Suro Baru, Kabupaten Aceh Singkil.
  • Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Trumon dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.
  • Timur: Berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Dengan posisi geografis seperti ini, Subulussalam memiliki akses yang cukup mudah ke berbagai wilayah di sekitarnya, termasuk beberapa kabupaten di Sumatera Utara. Hal ini tentunya jadi salah satu faktor penting dalam perkembangan kota ini.

3. Demografi Kota Subulussalam, Jumlah Penduduk Mencapai 90.751 Jiwa

Subulussalam
Potret Kota Subulussalam. Sumber: SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN.

Nah, sekarang kita masuk ke bagian demografi Kota Subulussalam. Berdasarkan data terbaru, pada tahun 2020 jumlah penduduk Subulussalam sekitar 90.751 jiwa. Dari jumlah tersebut, 46.065 jiwa adalah laki-laki dan 44.686 jiwa adalah perempuan.

Pada tahun 2021, jumlah penduduk meningkat menjadi sekitar 92.671 jiwa. Meskipun begitu, dengan luas wilayah 1.391 km², kepadatan penduduk di Subulussalam hanya sekitar 66 jiwa per km². 

Hal tersebut yang membuat Subulussalam mendapatkan julukan sebagai kota paling sepi di Indonesia. Jadi, buat kamu yang suka suasana tenang dan tidak terlalu ramai, Subulussalam bisa jadi tempat yang cocok buat dikunjungi atau bahkan tinggal.

4. Kota ini Terbagi Menjadi 5 Kecamatan, Masing-masing Memiliki Peran 

Fakta Menarik Kota Subulussalam yaitu memiliki 5 kecamatan
Potret Kecamatan Subulussalam simpang kiri. Sumber: Agus Darminto/Bn.com

Oke Sobat Suka Fakta, setelah kita tahu tentang sejarah, geografi, dan demografi Kota Subulussalam, sekarang saatnya kita bahas pembagian administratif kota ini. Kota Subulussalam terbagi menjadi lima kecamatan yang masing-masing punya peran dan karakteristiknya sendiri. Yuk, kita kenalan dengan lima kecamatan ini:

1. Simpang Kiri

Ini adalah kecamatan awal yang menjadi pusat dari Kota Subulussalam. Simpang Kiri juga berperan penting dalam sejarah pembentukan kota ini.

2. Penanggalan

Penanggalan adalah kecamatan terkecil dengan luas wilayah hanya 93 km². Tapi jangan salah, kecamatan ini punya banyak objek wisata alam yang menarik.

3. Rundeng

Kecamatan Rundeng dikenal sebagai tempat dimana terdapat Kompleks Makam Syekh Hamzah Fansyuri, seorang ulama besar dan pujangga dari Aceh.

4. Sultan Daulat

Sultan Daulat adalah kecamatan terluas di Subulussalam. Di sini terdapat Air Terjun Silelangit yang jadi salah satu destinasi wisata favorit.

5. Longkib

Longkib adalah kecamatan baru hasil pemekaran terakhir. Meskipun masih baru, kecamatan ini punya potensi besar untuk berkembang.

Masing-masing kecamatan ini punya peran penting dalam perkembangan Kota Subulussalam. Dari pusat pemerintahan hingga objek wisata, semuanya tersebar di lima kecamatan ini.

5. Memiliki Jutaan Keindahan Objek Wisata dan Budaya 

Makam Syekh Hamzah Fansyuri
Potret objek wisata Makam Syekh Hamzah Fansyuri. Sumber: disporapar.subulussalamkota.go.id

Nah, Sobat Suka Fakta, sekarang kita masuk ke bagian yang paling seru, yaitu objek wisata dan budaya yang ada di Kota Subulussalam. Kota ini punya banyak tempat menarik yang bisa kamu kunjungi. Yuk, kita eksplorasi satu per satu!

1. Kompleks Makam Syekh Hamzah Fansyuri

Terletak di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, makam ini adalah tempat peristirahatan terakhir Syekh Hamzah Fansyuri, seorang ulama besar dan pujangga yang hidup pada abad ke-16 sampai awal abad ke-17. Makam ini memiliki batu nisan berbentuk segi enam dengan hiasan berbentuk bulan di bagian atasnya.

2. Air Terjun Silelangit

Berada di Kecamatan Sultan Daulat, Air Terjun Silelangit atau Silangit-langit ini menawarkan pemandangan air terjun bertingkat dengan air yang jernih. Untuk mencapai tempat ini, kamu harus naik perahu tradisional dan menikmati perjalanan menyusuri Sungai Singgersing. Seru banget, kan?!

3. Wisata Alam di Penanggalan

Kecamatan Penanggalan punya banyak objek wisata alam yang keren. Ada Wisata Alam Penuntungan yang menyajikan aliran sungai jernih dengan pepohonan hijau di sekelilingnya, bikin suasana jadi sejuk dan asri. 

Selain itu, ada juga lokasi arung jeram dari Kampong Jontor sampai Kampong Sekelang yang menyusuri air Sungai Lae Kombih. Di sekitar tempat arung jeram ini, kamu bisa menemukan Air Terjun Bidadari, Air Terjun Kedabuhan, dan Air Terjun Kedabuhan Kecil.

4. Tari Dampeng

Ini adalah tarian tradisional yang biasanya dipersembahkan pada acara pernikahan. Tarian ini ditarikan oleh laki-laki yang melingkari mempelai pria sambil berputar-putar. Tujuannya adalah untuk menjaga mempelai pria dari orang yang tidak senang hati. Unik banget, ya!

5. Nditak Matak

Buat yang suka kuliner, Subulussalam punya makanan tradisional yang namanya Nditak Matak. Makanan ini terbuat dari beras yang ditumbuk kasar, dicampur dengan gula, garam, sepotong ayam, dan kelapa parut. 

Menariknya, bahan-bahan ini disajikan tanpa dimasak. Makanan ini sering disajikan pada acara-acara resmi seperti pesta pernikahan dan perayaan kelahiran.

6. Grand Canyon Penuntungan

Di Kecamatan Penanggalan, ada juga Grand Canyon Penuntungan. Tempat ini adalah pesona alam tersembunyi dengan aliran air yang dikelilingi batuan bertebing tinggi. Kamu bisa berenang atau naik kano di sepanjang alirannya.

Dengan semua keunikan dan keindahan ini, Kota Subulussalam jelas punya banyak hal yang bisa kamu eksplorasi. Setelah bahas objek wisata dan budaya, kita akan lanjut ke bagian terakhir yaitu julukan dan semboyan kota ini. Tetap simak terus ya, Sobat Suka Fakta!

6. Kota Subulussalam Dijuluki Sebagai Kota Paling Sepi di Indonesia

Sobat Suka Fakta, setelah kita menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Subulussalam, sekarang saatnya kita bahas tentang julukan dan semboyan yang melekat pada kota ini. 

Mungkin kamu pernah dengar kalau Subulussalam dijuluki sebagai kota paling sepi di Indonesia. Yup, julukan ini diberikan karena kepadatan penduduknya yang sangat rendah, hanya sekitar 66 jiwa per km².

Tapi bukan cuma itu aja, Sobat! Subulussalam juga punya semboyan yang cukup unik, yaitu “Sada Kata.” Dalam bahasa Indonesia, Sada Kata berarti “satu kata” atau “sepakat.” 

Semboyan ini punya makna kebulatan tekad atau satu kata dalam mufakat, yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Subulussalam. Semboyan ini juga terpampang pada logo kota, sebagai simbol dari semangat warga kota yang selalu kompak dan saling mendukung.

Julukan dan semboyan ini bukan cuma sekedar kata-kata, tapi punya makna mendalam yang mencerminkan karakter dan kepribadian masyarakat Subulussalam. Nah, setelah mengenal julukan dan semboyan kota ini, mari kita lanjut ke sejarah pembentukan Subulussalam sebagai kota otonom. Yuk, kita simak lebih lanjut!

7. Sejarah Pembentukan Subulussalam Sebagai Kota Otonom

 Kota Otonom
Potre kota Subulussalam. Sumber: Yudiansyah/acehkini

Sobat Suka Fakta, sejarah pembentukan Subulussalam sebagai kota otonom adalah perjalanan panjang yang penuh dengan semangat kebersamaan dan perjuangan. 

Semua bermula pada tanggal 27 April 1999, saat terjadi pemekaran Kabupaten Aceh Singkil dari Kabupaten Aceh Selatan. Pemekaran ini membawa dampak besar bagi masyarakat Kecamatan Simpang Kiri yang kemudian menjadi pusat dari Subulussalam.

Awalnya, ada perebutan antara masyarakat Kecamatan Singkil dan Kecamatan Simpang Kiri mengenai penetapan ibu kota Kabupaten Aceh Singkil. Masyarakat Simpang Kiri sangat menginginkan agar ibu kota kabupaten terletak di Subulussalam. 

Ribuan warga bahkan menggelar aksi unjuk rasa dan tidur di jalanan untuk menghalangi rombongan Gubernur Aceh yang hendak meresmikan ibu kota kabupaten di Singkil.

Melalui proses musyawarah dan mufakat, aksi unjuk rasa tersebut berhasil diredam. Para pemimpin pemerintahan, tokoh masyarakat, dan ulama setempat mencapai kesepakatan bahwa Subulussalam nantinya juga akan dijadikan sebagai daerah otonom. 

Proses pembentukan daerah otonom ini tidak mudah, Sobat. Salah satu syaratnya adalah wilayah yang akan dijadikan daerah otonom harus minimal terdiri dari empat kecamatan.

Dengan semangat kebersamaan, Kecamatan Simpang Kiri dimekarkan menjadi tujuh kecamatan selama kurun waktu 1999 hingga 2005. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Simpang Kiri, Rundeng, Penanggalan, Kota Baharu, Sultan Daulat, Singkohor, dan Longkib. Pemekaran ini membuat Subulussalam memenuhi syarat untuk menjadi daerah otonom.

Pada tahun 2002, muncul tuntutan dari berbagai elemen masyarakat untuk membentuk Kota Subulussalam sebagai pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil. Tuntutan ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan DPRD Aceh Singkil. 

Setelah melalui berbagai perjuangan panjang dan pengumpulan dukungan politik, akhirnya pada tanggal 2 Januari 2007, Kota Subulussalam resmi berdiri sebagai kota otonom berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2007.

Peresmian pemerintahan Kota Subulussalam dilakukan pada tanggal 15 Juni 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Ad Interim Bapak Widodo AS di Banda Aceh. Pada saat itu juga dilantik Penjabat Walikota pertama, H. Asmauddin, SE. Sejak saat itu, Subulussalam terus berkembang dan menunjukkan kemajuan yang pesat.

Nah, Sobat Suka Fakta, itulah sejarah panjang dan perjuangan pembentukan Kota Subulussalam sebagai daerah otonom. Dari sebuah kecamatan kecil hingga menjadi kota yang penuh dengan potensi dan keunikan. 

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, perjalanan kita mengenal Kota Subulussalam sungguh menarik dan penuh informasi berharga. Dari asal usul namanya yang unik hingga berbagai tempat wisata yang menakjubkan, Subulussalam memiliki banyak cerita yang patut diketahui.

Melalui perjalanan panjang dan penuh perjuangan, Subulussalam berhasil menjadi kota otonom yang terus berkembang dan menunjukkan kemajuan pesat. Kota ini tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan.

Jadi, Sobat Suka Fakta, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi atau bahkan tinggal di Subulussalam? Dengan segala keunikan dan potensinya, kota ini jelas layak untuk dieksplorasi. 

Jangan lupa untuk berbagi informasi ini dengan teman-temanmu agar mereka juga bisa mengenal lebih dekat tentang Kota Subulussalam. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Sobat!

REFERENSI

  • “6 Fakta Menarik Subulussalam yang Namanya Pemberian Ulama Aceh Ternama.” Liputan6. Diakses pada 3 Juni 2024. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4684573/6-fakta-menarik-subulussalam-yang-namanya-pemberian-ulama-aceh-ternama.
  • “Profil Kota Subulussalam.” Situs Resmi Pemerintah Kota Subulussalam. Diakses pada 3 Juni 2024. http://subulussalamkota.go.id/halaman/profil-kota-subulussalam.
  • “Kota Subulussalam.” Wikipedia Bahasa Melayu. Diakses pada 3 Juni 2024. https://ms.wikipedia.org/wiki/Kota_Subulussalam.
  • “6 Fakta Subulussalam, Daerah yang Dijuluki Kota Tersepi di Indonesia.” Kompas. Diakses pada 3 Juni 2024. https://regional.kompas.com/read/2022/10/12/231814378/6-fakta-subulussalam-daerah-yang-dijuluki-kota-tersepi-di-indonesia?page=all.
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *