Fakta Dunia

Mengenal Jamur Matsutake, Jamur Liar yang Harganya Rp33 Juta per Setengah Kilo

51
×

Mengenal Jamur Matsutake, Jamur Liar yang Harganya Rp33 Juta per Setengah Kilo

Sebarkan artikel ini
Jamur Matsutake,
Mengenal Jamur Matsutake, Jamur Liar yang Harganya Rp33 Juta per Setengah Kilo. Sumber: IST

Halo, Sobat Suka Fakta! Kamu pernah denger tentang jamur matsutake? Eits, jamur ini bukan jamur biasa yang bisa kamu temui di pasar sayur dekat rumah. Yup! Matsutake dikenal sebagai salah satu makanan termahal di dunia karena harganya bisa bikin dompet kosong.

Dalam budaya Jepang, jamur yang punya aroma khas dan rasa unik ini bahkan dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesuburan. Bukan cuma mahal dan langka, jamur matsutake juga punya banyak manfaat kesehatan yang bikin kita makin penasaran.

Nah, kita akan kupas tuntas semua hal tentang jamur matsutake dalam artikel ini. Mulai dari apa itu jamur matsutake, karakteristik fisiknya, habitatnya, hingga manfaat kesehatannya. Yuk, lanjut kita bahas lebih dalam!

Apa itu Jamur Matsutake?

jamur matsutake
Potret Jamur Matsutake. Sumber: IST

Jamur ini punya nama ilmiah Tricholoma matsutake, dan sering disebut juga sebagai jamur pinus. Jamur matsutake adalah salah satu jamur mikoriza langka yang termasuk dalam famili Tricholomataceae dan genus Tricholoma. Jamur ini tumbuh liar di beberapa negara seperti Cina, Jepang, Korea, dan Finlandia. 

Matsutake sangat istimewa karena hingga saat ini belum bisa dibudidayakan secara komersial. Jadi, semua jamur matsutake yang dijual berasal dari alam liar. Selain itu, jamur ini memiliki hubungan simbiosis dengan pohon-pohon di hutan pinus, yang membuatnya semakin sulit ditemukan.

Ukurannya Besar dengan Diameter Topi Mencapai 20 cm

jamur matsutake
Potret Jamur Matsutake. Sumber: IST

Jamur matsutake punya ukuran yang bisa dibilang cukup besar, dengan diameter topi berkisar antara 2 hingga 8 inci (5 hingga 20 cm). Topi jamur ini awalnya berbentuk cembung dan berwarna kecokelatan, tapi seiring bertambahnya usia, topinya bisa berubah menjadi lebih datar dengan bercak-bercak coklat tua.

Batangnya tebal dan berwarna putih, dengan tekstur yang kokoh dan solid. Salah satu ciri khas yang paling menarik dari jamur matsutake adalah aromanya yang kuat dan unik. Bayangin aja, jamur ini punya aroma campuran antara kayu manis dan pinus yang begitu khas, pasti bikin penasaran, kan?!

Habitatnya hanya Ada di Empat Negara

Hutan Pinus jepang.
Potret Hutan Pinus jepang. Sumber: IST

Jamur matsutake nggak tumbuh sembarangan, lho, Sobat Suka Fakta. Mereka punya habitat khusus di hutan-hutan pinus yang ada di Jepang, Cina, Korea, dan Finlandia. 

Biasanya, matsutake ditemukan di bawah pohon pinus merah Jepang, Tsuga diversifolia, pohon runjung Tsuga, dan Pinus pumila. Kadang-kadang, jamur ini juga bisa ditemukan di hutan yang ditumbuhi pinus hitam Jepang.

Musim tumbuhnya adalah di musim gugur, tapi di beberapa tempat di Asia Timur, jamur matsutake juga bisa muncul saat musim hujan. Pertumbuhan miseliumnya sendiri cukup lambat, dan suhu ideal untuk pertumbuhannya adalah sekitar 22-25°C dengan pH tanah antara 4,5 hingga 5,5.

Jadi, jamur matsutake ini memang benar-benar butuh kondisi khusus untuk bisa tumbuh. Itulah salah satu alasan kenapa jamur ini begitu langka dan mahal. 

Belum Bisa Dibudidayakan karena Keunikan Simbiosisnya yang Sulit Ditiru

jamur matsutake
Potret Jamur Matsutake. Sumber: IST

Matsutake tumbuh dari miselium, yang merupakan jaringan filamen halus di bawah tanah. Proses pertumbuhannya sangat lambat dan kompleks. Suhu ideal untuk pertumbuhan miselium sekitar 22-25°C dengan pH tanah antara 4,5 hingga 5,5.

Sayangnya, hingga saat ini, jamur matsutake belum bisa dibudidayakan secara komersial. Para kolektor jamur ini seringkali memodifikasi habitat alami dengan menyingkirkan semak belukar di sekitar pohon pinus untuk memberi ruang bagi jamur tumbuh.

Meskipun ada banyak upaya untuk membudidayakan matsutake, keunikan simbiosisnya dengan pohon-pohon pinus membuatnya sangat sulit untuk ditiru dalam lingkungan buatan. Tantangan ini menjadikan matsutake semakin langka dan mahal di pasaran.

Jadi Bahan Makanan Mewah yang Sangat Dihargai

jamur matsutake
Potret makanan Matsutake Gohan. Sumber: IST

Kalau ngomongin jamur matsutake, pasti nggak lepas dari wisata kuliner. Sobat Suka Fakta, jamur ini adalah bahan makanan mewah yang sangat dihargai di Jepang. 

Di sana, matsutake sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional, salah satunya adalah matsutake gohan, yaitu nasi yang dimasak bersama jamur matsutake dalam kaldu dashi. Rasanya yang unik dan aromanya yang kuat bikin hidangan ini jadi favorit banyak orang.

Selain itu, matsutake juga sering digunakan dalam dobinmushi, yaitu sup yang disajikan dalam teko kecil. Biasanya, jamur ini hanya dipanggang sedikit di atas api untuk menjaga rasa dan aromanya yang khas. 

Di Jepang, matsutake juga bisa ditemukan dalam hidangan sukiyaki, di mana jamur ini dimasak bersama sayuran dan daging dalam kaldu beraroma kuat.

Harganya Bisa Mencapai Rp33 Juta per 0,5 kg

Di Jepang, harga jamur ini bisa mencapai $2.000 (Rp33 juta)  per pon untuk spesimen berkualitas tinggi. Bahkan, matsutake yang berasal dari Jepang bisa mendapatkan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang diimpor dari negara lain.

Selain nilai ekonominya yang tinggi, matsutake juga punya makna budaya yang penting di Jepang. Sejak zaman dahulu, jamur ini dianggap sebagai simbol kesuburan dan keberuntungan. Pada abad ke-17, hanya anggota bangsawan yang diizinkan memakan jamur matsutake, dan jamur ini sering diberikan sebagai hadiah pada acara-acara khusus.

Hingga saat ini, matsutake masih dipertukarkan sebagai hadiah pada momen-momen penting, seperti pernikahan atau acara bisnis. Jamur ini biasanya dikemas dalam kotak kayu yang indah, kadang disertai dengan sepasang gelas sake sebagai simbol kemewahan dan penghargaan.

Kaya akan Nutrisi yang Penting bagi Tubuh

jamur matsutake
Potret Jamur Matsutake. Sumber: IST

Nggak cuma enak dan mahal, jamur matsutake juga punya banyak manfaat kesehatan, Sobat Suka Fakta. Jamur ini kaya akan nutrisi penting seperti vitamin D, vitamin B3, tembaga, dan kalium. Nutrisi-nutrisi ini sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, matsutake juga mengandung senyawa antioksidan yang bisa membantu menghambat pertumbuhan tumor. Jadi, nggak heran kalau jamur ini sering dianggap sebagai makanan dengan khasiat obat. Jamur matsutake juga kaya akan protein, serat, dan karbohidrat, namun rendah natrium, membuatnya jadi pilihan makanan sehat.

Penelitian menunjukkan bahwa jamur matsutake bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendukung fungsi otak. Kandungan asam glutamat dalam jamur ini juga baik untuk sistem saraf. 

Status Populasinya Terancam akibat Aktivitas Manusia

penebangan Pohon
Ilustrasi penebangan Pohon. Sumber: IST

Sobat Suka Fakta, meskipun jamur matsutake sangat berharga dan bermanfaat, mereka menghadapi banyak ancaman yang mengancam keberadaannya. Salah satu ancaman terbesar adalah perubahan tata guna lahan. Penggundulan hutan untuk pembangunan atau pertanian telah mengurangi habitat alami jamur matsutake, sehingga membuat mereka semakin sulit ditemukan. 

Selain itu, spesies invasif seperti cacing gelang kayu pinus dari Amerika Utara juga menjadi ancaman serius bagi hutan pinus di Asia, tempat jamur matsutake tumbuh. Cacing gelang ini merusak akar pohon pinus, yang berakibat buruk pada ekosistem tempat jamur matsutake bergantung.

Perubahan iklim juga memainkan peran penting dalam mengancam kelangsungan hidup jamur matsutake. Studi tahun 2017 menunjukkan bahwa perubahan iklim akan mempersempit habitat yang cocok untuk jamur ini di Cina. 

Pada tahun 2019, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menambahkan jamur matsutake ke Daftar Merah mereka, mengklasifikasikan T. matsutake sebagai “rentan”. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang bahkan memberi status yang lebih buruk, yaitu “hampir terancam”.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, jamur matsutake bukan sekadar jamur biasa. Dengan harga yang fantastis, aroma dan rasa yang unik, serta berbagai manfaat kesehatan, tidak heran jika jamur ini sangat dihargai di seluruh dunia. 

Kehadirannya yang langka menjadikannya sebagai salah satu jamur paling mahal di pasaran, membuatnya menjadi incaran banyak pecinta kuliner. Tak hanya sebagai bahan makanan mewah, matsutake juga memiliki nilai budaya yang mendalam, terutama di Jepang.

Namun, Sobat Suka Fakta, meskipun memiliki nilai yang begitu tinggi, matsutake menghadapi banyak tantangan yang mengancam keberadaannya. Perubahan iklim, penggundulan hutan, dan spesies invasif adalah beberapa faktor utama yang membuat habitat alami jamur ini semakin sempit. 

Dengan segala keunikan dan tantangannya, matsutake tetap menjadi salah satu keajaiban alam yang patut kita lestarikan. Jamur ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati di dunia ini. Jadi, mari bersama-sama menjaga dan melestarikan keberadaan jamur matsutake!

REFERENSI

  • Wikipedia. (n.d.). Jamur pinus. Diakses pada 20 Juni 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_pinus
  • Encyclopedia Britannica. (n.d.). Matsutake. Diakses pada 20 Juni 2024, dari https://www.britannica.com/science/matsutake
  • The Spruce Eats. (2021). What are Matsutake Mushrooms? Diakses pada 20 Juni 2024, dari https://www.thespruceeats.com/what-are-matsutake-mushrooms-5212688#:~:text=Matsutake%20mushrooms%20are%20a%20sought,earthy%2C%20spicy%20flavor%20and%20aroma.
  • Specialty Produce. (n.d.). Matsutake Mushrooms. Diakses pada 20 Juni 2024, dari https://specialtyproduce.com/produce/Matsutake_Mushrooms_724.php
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *