Fakta Dunia

12 Fakta Menarik Makassar, Dulunya Bernama Ujung Pandang

239
×

12 Fakta Menarik Makassar, Dulunya Bernama Ujung Pandang

Sebarkan artikel ini
Kota Makassar
Potret Kota Makassar. Sumber: ceritaeka

Hai, Sobat Suka Fakta! Telinga kamu pasti gak asing sama nama Makassar, kan?! Yap! Makassar, salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur yang punya segudang cerita menarik yang bakal bikin kamu terpesona. Kota ini adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan menjadi pusat pertumbuhan di Kawasan Timur Indonesia.

Meski menjadi salah satu kota metropolitan yang terkenal, tapi ternyata banyak fakta seputar Makassar yang jarang diketahui orang, salah satunya soal perubahan nama dari Ujung Pandang menjadi Makassar. Ya, sebelum dikenal sebagai Makassar, kota ini dulunya bernama Ujung Pandang, lho.

Perubahan nama dari Ujung Pandang ke Makassar menyimpan kisah sejarah yang panjang. Makassar lebih dari sekadar kota biasa, kota ini punya sejarah yang mendalam, situs-situs bersejarah yang memukau, kuliner khas yang lezat, dan keindahan alam yang memanjakan mata.

Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Makassar telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting sejak masa Kerajaan Gowa-Tallo, penjajahan kolonial Belanda, hingga menjadi kota metropolitan modern seperti sekarang. 

Selain itu, kehadiran Suku Bugis dengan tradisi perkapalannya yang legendaris, aksara Lontara yang kaya sejarah, dan kelezatan makanan khas seperti Coto Makassar, bikin kota ini punya daya tarik yang unik.

Nah, di artikel ini, kita bakal jelajahi 12 fakta menarik Makassar yang patut kamu ketahui, mulai dari sejarah perubahan nama Ujung Pandang, situs bersejarah Fort Rotterdam, keindahan Pantai Losari, hingga peran penting Makassar sebagai pusat perdagangan di Kawasan Timur Indonesia. Jadi, udah siap berpetualang di Kota Makassar? Yuk, simak terus!

1. Dahulu, Kota Makassar Bernama Ujung Pandang

Kota Makassar
Potret Kota Makassar. Sumber: rumah123.com

Sobat Suka Fakta, sebelum dikenal sebagai Makassar, kota ini punya nama lain, lho, yaitu Ujung Pandang. Jadi, gimana ceritanya sih perubahan nama ini bisa terjadi?

Awalnya, Ujung Pandang adalah salah satu kecamatan di Kota Makassar yang menjadi pusat pemerintahan. Lalu, pada periode 1971-1999, nama Ujung Pandang digunakan sebagai nama resmi kota. Bahkan, kalau kamu tanya ke orang tua atau kakek-nenek yang pernah hidup di masa itu, mereka pasti lebih familiar dengan sebutan Ujung Pandang ketimbang Makassar.

Namun, pada 1999, pemerintah memutuskan untuk mengembalikan nama kota ini menjadi Makassar, nama yang memang sudah lama digunakan oleh masyarakat lokal. 

Perubahan nama ini juga dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas asli kota. Nama Makassar sendiri merujuk pada Suku Makassar yang telah lama menetap di wilayah tersebut.

Meski kini dikenal dengan nama Makassar, jejak Ujung Pandang masih bisa kita temukan di beberapa tempat, terutama di pusat kota yang masih memiliki banyak bangunan dan nama jalan yang merujuk pada masa lalu. Jadi, Sobat Suka Fakta, kalau kamu berkunjung ke Makassar, jangan lupa mampir ke area yang dulu dikenal sebagai Ujung Pandang untuk merasakan nuansa sejarahnya, ya!

2. Makassar Merupakan Salah Satu Kota Tertua di Indonesia

Kerajaan Makassar
Potret Peninggalan Makassar. Sumber: Wikimedia Commons

Sobat Suka Fakta, tahukah kamu kalau Makassar adalah salah satu kota tertua di Indonesia? Yap! sejarah kota ini sudah dimulai sejak masa Kerajaan Gowa-Tallo, kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah Sulawesi Selatan. 

Kerajaan Gowa dan Tallo sebenarnya merupakan dua kerajaan berbeda, tetapi kemudian bersatu dan membentuk aliansi kuat yang dikenal sebagai Kesultanan Gowa-Tallo.

Pada masa kejayaannya, Kesultanan Gowa-Tallo dikenal sebagai pusat perdagangan maritim yang penting di kawasan timur Indonesia. Lokasinya yang strategis membuat Makassar menjadi pelabuhan internasional yang ramai dengan kapal-kapal dari berbagai belahan dunia. Para pedagang dari Eropa, Arab, Tiongkok, dan Asia lainnya sering mampir ke pelabuhan Makassar untuk berdagang.

Kerajaan Gowa-Tallo juga dikenal karena toleransi beragamanya yang tinggi. Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin dan Raja Tallo ke-9, Sultan Abdullah, adalah raja-raja yang memeluk Islam pada abad ke-17 berkat dakwah seorang ulama dari Minangkabau, Dato Ri Bandang. Sejak saat itu, Islam berkembang pesat di wilayah ini.

Selain menjadi pusat perdagangan, Kesultanan Gowa-Tallo juga terkenal dengan benteng-benteng pertahanan yang kuat. Benteng Somba Opu dan Benteng Rotterdam adalah contoh dari kejayaan militer kerajaan ini. Meskipun akhirnya harus tunduk pada penjajahan Belanda, warisan sejarah Kesultanan Gowa-Tallo tetap terasa kuat hingga kini.

3. Memiliki Pelabuhan Tersibuk di Indonesia Timur 

Pelabuhan
Potret Pelabuhan di Makssar. Sumber: Dok. BP Batam

Sobat Suka Fakta, pelabuhan Makassar itu ternyata punya peran penting, lho! Pelabuhan yang terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi ini dikenal sebagai Pelabuhan Soekarno-Hatta, dan merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia Timur. Pasalnya, posisinya yang strategis membuat pelabuhan ini menjadi pintu masuk perdagangan nasional dan internasional.

Sejak zaman Kesultanan Gowa-Tallo, Makassar sudah terkenal sebagai pusat perdagangan maritim. Banyak kapal dari berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Arab, Tiongkok, dan India, yang singgah di pelabuhan ini untuk berdagang rempah-rempah, kain sutra, dan berbagai komoditas berharga lainnya.

Setelah masa penjajahan Belanda, pelabuhan ini terus berkembang dan menjadi pusat distribusi barang-barang di Indonesia Timur. Sampai sekarang, Pelabuhan Makassar masih memegang peran vital dalam perekonomian Indonesia, terutama sebagai pusat ekspor-impor hasil laut, kopi, kakao, dan berbagai komoditas lainnya.

Saat ini, Pelabuhan Soekarno-Hatta telah dilengkapi dengan fasilitas modern seperti terminal peti kemas, dermaga kapal pesiar, dan pusat logistik. Bahkan, Makassar dikenal sebagai hub penting untuk rute pelayaran yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.

Jadi, kalau Sobat Suka Fakta kebetulan sedang berada di Makassar, sempatkan mampir ke pelabuhan ini dan saksikan betapa sibuknya lalu lintas kapal di sana. Kamu juga bisa menikmati panorama laut dan melihat bagaimana pelabuhan ini masih menjadi pusat perdagangan yang ramai.

4. Terkenal dengan Beragam Makanan Lezat

Coto Makassar
Potret Makanan khas Makassar. Sumber: IST

Nah, Sobat Suka Fakta, kalau udah ngomongin soal makanan, Makassar adalah surganya kuliner khas yang bikin kita ngiler. Yap! kota ini terkenal dengan beragam masakan lezat yang kaya akan cita rasa dan bumbu. Beberapa makanan khas Makassar yang wajib banget kamu coba antara lain:

  1. Coto Makassar:
    • Kuliner legendaris Makassar yang paling terkenal.
    • Sup daging sapi yang dimasak dengan 40 jenis bumbu lokal (rampah patang pulo).
    • Kuahnya yang kental dan aroma rempahnya bikin ketagihan.
    • Biasanya disajikan dengan ketupat atau buras (semacam lontong).
  2. Konro:
    • Sup tulang iga sapi yang dimasak dengan bumbu kaya rempah.
    • Ada dua jenis konro, yaitu konro kuah (sup) dan konro bakar (iga bakar).
    • Kuahnya kental dengan cita rasa unik berkat penggunaan rempah khas seperti kluwek.
  3. Pallubasa:
    • Mirip dengan Coto Makassar, tapi kuahnya lebih kental dan gurih.
    • Dimasak dengan campuran kelapa parut sangrai yang memberikan rasa yang khas.
    • Disajikan dengan kuning telur mentah yang dicampur langsung ke dalam sup panas.
  4. Sop Saudara:
    • Sup daging sapi dengan cita rasa gurih dan pedas.
    • Kuahnya encer dan disajikan dengan mie bihun, telur rebus, serta irisan daging dan paru.
  5. Ikan Bakar:
    • Beragam jenis ikan laut segar yang dibakar dengan bumbu khas Makassar.
    • Biasanya disajikan dengan sambal khas yang pedas dan segar.
    • Ikan bakar favorit antara lain ikan baronang, kerapu, dan bandeng.
  6. Pisang Epe’:
    • Pisang kepok yang dijepit (epe’) dan dibakar hingga kecokelatan.
    • Disajikan dengan saus gula merah cair dan berbagai topping seperti keju, cokelat, dan durian.

5. Kota dengan Segudang Situs Bersejarah

Fort Rotterdam
Potret Fort Rotterdam Benteng. Sumber: AdriantoSaurus

Sobat Suka Fakta, selain kulinernya yang mantap, Makassar juga punya segudang situs bersejarah yang bikin kamu merasa seperti melintasi waktu. Dua situs utama yang wajib banget kamu kunjungi adalah Keraton Somba Opu dan Fort Rotterdam. Yuk, kita bahas satu per satu!

Keraton Somba Opu

Keraton Somba Opu dulunya adalah istana megah Kerajaan Gowa-Tallo yang didirikan pada abad ke-16. Pada masa kejayaanya, keraton ini menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan di bawah kekuasaan Sultan Hasanuddin. Namun naas, keraton ini dihancurkan pada 1669, setelah Belanda berhasil menguasai Makassar.

Eits, tapi tenang, Sobat Suka Fakta! Walaupun keraton ini sudah dihancurkan, tapi sisa-sisa kejayaannya masih bisa kamu nikmati di kawasan museum terbuka yang sekarang menjadi bagian dari Taman Budaya Gowa. Di museum ini, kamu bisa menjumpai replika rumah adat dari berbagai suku di Sulawesi Selatan, termasuk rumah panggung Bugis-Makassar yang khas.

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam merupakan benteng yang dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna. Benteng ini awalnya bernama Benteng Ujung Pandang dan berbentuk seperti penyu yang sedang berjalan ke laut.

Bentuk penyu ini melambangkan Kerajaan Gowa yang memiliki kekuasaan di darat dan laut. Kemudian setelah Belanda menguasai benteng ini pada tahun 1667, namanya diubah menjadi Fort Rotterdam. Saat itu Fort Rotterdam tak hanya digunakan sebagai benteng pertahanan, tapi juga digunakan sebagai pusat administrasi dan perdagangan Belanda. 

Kini, Fort Rotterdam menjadi museum yang menyimpan sejarah panjang Makassar, termasuk koleksi artefak di Museum La Galigo yang memamerkan warisan budaya Sulawesi Selatan.

Sobat Suka Fakta, dua situs bersejarah ini tentu akan menawarkan kamu pengalaman belajar sejarah yang unik. Jadi, kalau kamu suka wisata sejarah, kedua tempat ini wajib banget ada di itinerary-mu saat berkunjung ke Makassar.

6. Pantai Losari, Ikon Makassar yang Wajib Dikunjungi

Pantai losari
Potret Pantai losari. Sumber: Dronestagram

Sobat Suka Fakta, siapa sih yang nggak kenal dengan ikon kota Makassar yang satu ini? Pantai Losari adalah tempat yang wajib banget dikunjungi kalau kamu main ke Makassar. Nah, berikut ini beberapa fakta menarik tentang Pantai Losari yang bikin kamu makin tertarik untuk berkunjung ke sana:

  • Ikon Kota Makassar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Pantai Losari adalah ikon kebanggaan warga Makassar. Dulunya pantai ini hanya dikenal sebagai pusat kegiatan jual-beli ikan oleh nelayan setempat. Tapi sekarang, pantai ini berubah jadi tempat wisata modern dengan promenade yang indah dan fasilitas wisata yang lengkap.

  • Pemandangan Sunset Terindah

Pantai Losari dikenal sebagai salah satu tempat terbaik di Indonesia untuk menikmati sunset. Bukan tanpa alasan, matahari terbenam di ufuk barat pantai ini bisa menghasilkan gradasi warna yang memukau. Gak heran kalau banyak pengunjung yang sengaja datang menjelang sore hanya untuk menyaksikan keindahan sunset di sini.

  • Patung-Patung Ikonik

Di sepanjang area Pantai Losari, kamu akan menemukan patung-patung yang merepresentasikan kota Makassar, seperti tokoh, suku, dan ikon khas Makassar. Patung-patung ini bisa jadi spot foto yang sempurna untuk foto-foto Instagram kamu, lho!

  • Kuliner Khas

Di sekitar Pantai Losari, kamu bisa menemukan banyak kios yang menjual berbagai kuliner khas Makassar, salah satunya adalah Pisang Epe’ yang merupakan pisang kepok yang dijepit dan dibakar, lalu disajikan dengan saus gula merah cair dan topping sesuai selera.

  • Aktivitas Wisata Lainnya

Kamu juga bisa mencoba berbagai aktivitas wisata di Pantai Losari, seperti naik perahu ke pulau-pulau sekitar, bersepeda, atau sekadar jalan-jalan santai di promenade sambil menikmati angin laut.

7. Ada Pulau-Pulau Eksotis di Sekitar Kota

Pulau Samalona
Potret salah satu pulau di Makssar. Sumber: kelloggsnyc.com

Sobat Suka Fakta, kalau sudah puas jalan-jalan di Pantai Losari, jangan lupa untuk meluangkan waktu menjelajahi pulau-pulau eksotis di sekitar Makassar, ya! Ada 12 pulau yang bisa kamu kunjungi, dan masing-masing punya keindahan bawah laut yang bikin betah. Berikut ini beberapa pulau yang wajib masuk dalam bucket list kamu!

  • Pulau Samalona

Pulau ini terletak sekitar 7 km dari pusat kota Makassar. Pulau Samalona terkenal dengan keindahan pasir putih, air laut yang jernih, dan terumbu karang yang menawan. Pulau  yang memiliki luas 2,34 hektar ini adalah destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di pulau ini, Sobat Suka Fakta bisa snorkeling atau diving untuk melihat ragam biota laut dan terumbu karang yang memesona.

  • Pulau Lae-Lae

Pulau ini berada sekitar 2 km dari pesisir Pantai Losari dan bisa dicapai dalam waktu 15 menit dengan perahu. Pulau Lae-Lae terkenal dengan keindahan pantai berpasir putih dan suasana desa nelayan yang autentik. Selain menikmati keindahan alamnya, kamu juga bisa menikmati seafood segar langsung dari hasil tangkapan nelayan setempat.

  • Pulau Kayangan

Pulau ini hanya berjarak sekitar 15 menit dengan perahu dari Makassar. Pulau Kayangan menawarkan panorama laut yang indah dan menjadi tempat sempurna untuk bersantai. Selain itu, ada fasilitas wisata seperti kolam renang, restoran, dan area bermain anak.

  • Pulau Barrang Lompo

Pulau Barrang Lompo adalah salah satu pusat pengolahan hasil laut terbesar di Makassar. Di pulau ini, kamu bisa melihat proses pembuatan ikan kering dan teripang oleh masyarakat setempat. Selain itu, pulau ini juga punya keindahan bawah laut yang bisa dinikmati dengan snorkeling atau diving.

  • Pulau Barrang Caddi

Pulau Barrang Caddi terletak tidak jauh dari Pulau Barrang Lompo. Meski pulau ini lebih kecil, tapi masih menawarkan keindahan pantai berpasir putih dan laut biru yang tak kalah cantik.

  • Pulau Kodingareng Keke

Pulau Kodingareng cocok untuk kamu yang ingin mencari ketenangan dari hiruk pikuk rutinitas. Pasalnya, pulau ini tak berpenghuni sehingga menawarkan suasana tropis yang tenang. Pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih cocok untuk berenang atau snorkeling.

Selain pulau yang telah disebutkan di atas, Makassar juga memiliki pulau-pulau lainnya seperti Langkai, Lanjukang, Bonetambung, Lumu-lumu, dan Pulau Lae-Lae Kecil yang juga tak kalah indahnya. Sobat Suka Fakta, eksplorasi ke pulau-pulau ini bakal jadi pengalaman liburan yang seru dan berkesan!

8. Masjid Terapung Amirul Mukminin

Masjid terapung
Potret masjid terapung. Sumber: Flickr/Kibar Kusumah

Sobat Suka Fakta, kalau ngomongin ikon keagamaan di Makassar, gak lengkap rasanya kalau gak bahas Masjid Terapung Amirul Mukminin. Terletak di tepi Pantai Losari, masjid ini menawarkan pengalaman beribadah yang unik dan tenang sambil menikmati keindahan pemandangan laut. Yuk, simak fakta menariknya berikut ini:

  • Masjid Terapung Pertama di Indonesia

Masjid Amirul Mukminin sering disebut sebagai masjid terapung pertama di Indonesia karena lokasinya yang benar-benar berada di atas laut.

Masjid ini berdiri di atas tiang-tiang pancang, memberikan kesan seolah-olah mengapung di atas air.

  • Arsitektur Modern

Arsitektur masjid ini menggabungkan gaya modern dengan nuansa Timur Tengah. Dilengkapi dengan dua menara kembar setinggi 33 meter dan kubah putih, masjid ini terlihat megah dan menarik perhatian dari kejauhan. Bagian dalam masjid dihiasi dengan ukiran kaligrafi dan jendela-jendela besar yang memungkinkan cahaya alami masuk, sehingga menambah kesan cantik masjid ini.

  • Kapasitas dan Fasilitas

Masjid ini memiliki kapasitas sekitar 400-500 jemaah. Terdapat ruang shalat utama, ruang wudhu, dan area terbuka untuk menikmati pemandangan laut.

  • Pemandangan Sunset yang Menakjubkan

Waktu terbaik untuk mengunjungi Masjid Amirul Mukminin adalah saat menjelang maghrib. Di waktu ini, Sobat Suka Fakta bisa merasakan pengalaman spiritual sambil menikmati matahari terbenam yang indah dari area terbuka masjid.

  • Tempat Wisata Religi

Masjid ini menjadi destinasi wisata religi yang populer bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sini untuk merasakan sensasi shalat di atas laut.

  • Dekat dengan Pantai Losari

Lokasinya yang berdekatan dengan Pantai Losari membuat masjid ini mudah diakses. Jika berkunjung ke masjid ini, kamu gak cuma menikmati suasana spiritual di masjid, tapi juga bisa langsung melanjutkan wisata kuliner di kios-kios sekitar pantai.

9. Memiliki Warisan Budaya Tertua: Aksara Lontara

Aksara lontara
Potret Aksara lontara. Sumber: Balai Bahasa Kemdikbud

Sobat Suka Fakta, tahukah kamu kalau Makassar punya aksara tradisional yang dikenal sebagai Aksara Lontara? Aksara ini adalah salah satu warisan budaya tertua di Sulawesi Selatan dan masih digunakan hingga sekarang oleh beberapa komunitas lokal. Yuk, kenali lebih dekat tentang Aksara Lontara dengan fakta-fakta menarik berikut ini:

  • Asal Usul Aksara Lontara

Aksara Lontara berasal dari tradisi tulis-menulis masyarakat Bugis-Makassar. Nama “Lontara” sendiri diambil dari kata “lontar,” yaitu sejenis daun palem yang digunakan sebagai media tulis.

  • Penggunaan Aksara Lontara

Dulu, aksara ini digunakan untuk menulis berbagai macam dokumen seperti peta, hukum perdagangan, surat perjanjian, bahkan buku harian. Gak cuma itu. Aksara Lontara juga digunakan untuk menulis karya sastra klasik seperti Sureq Galigo dan Sureq I Lagaligo yang dikenal sebagai naskah sastra terpanjang di dunia.

  • Bentuk dan Karakter Aksara

Aksara Lontara terdiri dari 23 huruf dasar dan lima tanda diakritik yang menentukan bunyi vokal. Huruf-hurufnya memiliki bentuk melengkung yang unik dan khas, menyerupai aksara Brahmi kuno.

  • Variasi Aksara

Ada dua variasi utama dari Aksara Lontara, yaitu Lontara Bugis dan Lontara Makassar. Masing-masing variasi memiliki perbedaan dalam bentuk karakter dan pengucapan.

  • Fungsi Budaya dan Sejarah

Aksara Lontara tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar. Saat ini, Aksara Lontara masih dipelajari dan diajarkan di sekolah-sekolah di Sulawesi Selatan.

  • Contoh Penggunaan Modern

Di Makassar, kamu bisa melihat penggunaan Aksara Lontara di berbagai tempat, seperti papan nama jalan, museum, hingga produk kerajinan tangan. Beberapa institusi budaya juga aktif mempromosikan pelestarian Aksara Lontara melalui kegiatan literasi dan pelatihan.

Aksara Lontara menjadi saksi sejarah panjang masyarakat Makassar dan Bugis. Sobat Suka Fakta, kalau kamu tertarik dengan warisan budaya dan sastra lokal, jangan lupa cari tahu lebih banyak tentang Aksara Lontara saat berkunjung ke Makassar, ya!

10. Makassar Memiliki Berbagai Macam Julukan yang Sangat Keren 

Makassar
Potret Kota Makassar. Sumber: pemilu.kompas.com

Sobat Suka Fakta, selain dikenal dengan nama resminya, Makassar juga punya beberapa julukan keren yang mencerminkan karakteristik dan sejarahnya. Yuk, kita intip julukan-julukan menarik yang dimiliki oleh kota ini!

  • Kota Daeng

Julukan ini sering digunakan karena gelar “Daeng” adalah panggilan kehormatan dalam budaya Makassar. Gelar ini biasa disematkan kepada orang-orang yang dihormati dalam masyarakat, sehingga Makassar dikenal sebagai “Kota Daeng.”

  • Kota Angin Mamiri

Julukan ini terinspirasi dari lagu tradisional “Anging Mamiri,” yang berarti “angin berhembus.” Anging Mamiri sendiri merujuk pada angin yang berhembus di sekitar Makassar dan menjadi simbol kelembutan serta kerinduan.

  • Kota Seribu Benteng

Sebagai pusat kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo, Makassar dulunya memiliki banyak benteng pertahanan. Meskipun sekarang hanya sedikit yang tersisa, Makassar tetap dikenal sebagai “Kota Seribu Benteng.”

  • Kota Pelaut

Suku Bugis dan Makassar terkenal dengan tradisi pelayaran dan perkapalan mereka. Jadi, gak heran kalau Makassar dikenal sebagai ‘Kota Pelaut’ karena keahlian mereka yang sangat menakjubkan dalam membuat perahu dan kapal.

  • Kota Perdagangan

Sejak zaman Kesultanan Gowa-Tallo, Makassar telah menjadi pusat perdagangan maritim di wilayah timur Indonesia. Hingga kini, kota ini tetap memegang peran penting sebagai pusat perdagangan di Indonesia Timur.

  • Macan Asia Indonesia

Bersama Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung, Makassar dikenal sebagai salah satu “Macan Asia Indonesia.” Julukan ini diberikan karena pertumbuhan ekonominya yang pesat serta peran pentingnya sebagai pusat perdagangan.

11. Makassar Terkenal dengan Suku Bugis dan Tradisi Perkapalan

Suku bugis
Potret suku yang ada di Makassar. Sumber: Tropemuseum

Sobat Suka Fakta, kalau ngomongin tentang Suku Bugis, gak lengkap rasanya kalau gak membahas tradisi perkapalannya yang legendaris. Yuk, kita kenali lebih dekat fakta-fakta menarik tentang Suku Bugis dan tradisi perkapalannya yang bikin Makassar makin istimewa.

  • Suku Bugis dan Makassar

Suku Bugis adalah salah satu suku terbesar di Sulawesi Selatan yang hidup berdampingan dengan Suku Makassar. Kedua suku ini memiliki budaya yang erat terkait dengan kehidupan maritim dan pelayaran.

  • Tradisi Pembuatan Kapal Pinisi

Suku Bugis terkenal dengan keahliannya dalam membuat kapal tradisional yang disebut Pinisi. Kapal ini dibuat dengan teknik tradisional tanpa menggunakan paku besi, melainkan dengan pasak kayu. Kapal Phinisi memiliki dua tiang layar utama dan tujuh layar yang melambangkan jumlah hari dalam seminggu.

  • Makna Simbolis Kapal Pinisi

Kapal Pinisi bukan sekadar alat transportasi, tapi juga simbol keberanian dan ketangguhan pelaut Bugis. Desain kapal ini dianggap sebagai warisan leluhur yang melambangkan kebanggaan budaya dan identitas Suku Bugis.

  • Pusat Pembuatan Kapal Pinisi

Desa Tana Beru di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, adalah pusat pembuatan kapal Pinisi. Para pengrajin di sini telah membuat kapal Pinisi secara turun-temurun selama ratusan tahun. 

Proses pembuatan kapal Pinisi sendiri bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung ukurannya.

  • Pinisi dalam Dunia Modern:

Saat ini, kapal Pinisi masih digunakan untuk transportasi laut dan pariwisata. Beberapa kapal Pinisi telah dimodifikasi menjadi kapal pesiar mewah yang melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pada tahun 2017, tradisi pembuatan Kapal Pinisi resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. 

12. Kota Metropolitan Terbesar di Indonesia Timur

Makassar
Potret kota Makassar. Sumber: Tribunmakassar

Sobat Suka Fakta, Makassar bukan hanya kota dengan sejarah panjang, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Berikut beberapa fakta menarik yang menjelaskan kenapa Makassar menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur.

  • Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur

Makassar merupakan satu dari empat pusat pertumbuhan Indonesia, bersama dengan Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sebagai kota terbesar di Indonesia Timur, Makassar berperan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri.

  • Kota Metropolitan Terbesar di Indonesia Timur

Makassar memiliki populasi lebih dari 1,5 juta jiwa, menjadikannya kota terbesar di wilayah ini. Makassar terdiri dari 14 kecamatan dan 143 kelurahan yang tersebar di area seluas 199,3 km². Selain itu, sebagai pusat pelayanan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Makassar juga jadi simpul jasa transportasi darat, laut, dan udara, lho!

  • Pusat Perdagangan dan Jasa

Sejak zaman Kesultanan Gowa-Tallo, Makassar sudah dikenal sebagai kota dagang. Sampai saat ini, Makassar masih menjadi kota dagang, bahkan dikenal sebagai pusat perdagangan hasil laut, kopi, kakao, dan komoditas lainnya di Kawasan Timur Indonesia. Selain itu, banyaknya pusat perbelanjaan modern, mall, dan pasar tradisional juga membuat Makassar menjadi pusat perdagangan yang hidup.

  • Pusat Kegiatan Industri

Kota ini juga menjadi pusat industri perikanan, pengolahan makanan, tekstil, dan bahan bangunan. Kawasan industri Makassar yang modern turut mendorong pertumbuhan ekonomi kota ini.

  • Pusat Pendidikan dan Kesehatan

Makassar menjadi pusat pendidikan dengan banyaknya perguruan tinggi ternama seperti Universitas Hasanuddin. Kota ini juga memiliki banyak rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang menjadi rujukan bagi wilayah sekitarnya.

  • Kota MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions)

Makassar dikenal sebagai destinasi MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions) favorit. Fasilitas hotel yang lengkap, ruang konvensi yang modern, dan banyaknya pusat hiburan menjadikan Makassar tempat ideal untuk menyelenggarakan acara nasional dan internasional.

  • Festival-Festival Menarik

Banyak festival dan acara budaya yang digelar di Makassar, seperti Festival 8 yang mendatangkan ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan budaya, kuliner, dan hiburan yang mencerminkan kekayaan budaya Makassar.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, kita sudah menelusuri 12 fakta menarik Makassar yang membuktikan bahwa kota ini memang luar biasa. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Makassar menyimpan sejarah panjang sejak zaman Kerajaan Gowa-Tallo hingga menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur.

Melalui fakta-fakta ini, gak heran kalau Makassar disebut sebagai kota yang penuh karakter dan kaya sejarah. Bagi Sobat Suka Fakta yang belum pernah ke Makassar, kota ini adalah destinasi yang wajib banget kamu kunjungi! 

At least sekali dalam hidup, Sobat Suka Fakta harus merasakan keindahan sunset di Pantai Losari, menjelajahi pulau-pulau eksotis di sekitar Makassar, dan memanjakan lidah dengan menikmati lezatnya kuliner khas Makassar yang kaya akan cita rasa!

Referensi :

  • https://www.youngontop.com/10-fakta-menarik-dari-kota-makassar/
  • https://explore.makassar.go.id/en_gb/makassar-kota-metropolitan-dengan-sejuta-cerita/
  • https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/mela/kamu-yang-ngaku-orang-makassar-kudu-tahu-dan-bangga-dengan-13-hal-unik-ini
  • https://makassar.kompas.com/read/2022/01/30/163500778/7-fakta-menarik-makassar-kota-metropolitan-yang-hari-jadinya-berasal-dari?page=all
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *