Fakta Dunia

12 Fakta Menarik Palembang, Kota Tertua di Indonesia

166
×

12 Fakta Menarik Palembang, Kota Tertua di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Palembang
12 Fakta Menarik Palembang. Sumber: IST

Halo, Sobat Suka Fakta! Apa yang langsung terlintas di benak kalian saat mendengar nama Palembang? Pempek dengan cuko pedas yang bikin nagih? Atau mungkin Jembatan Ampera yang megah membelah Sungai Musi? Kalau iya, kalian nggak sendirian, tapi sebenarnya Palembang punya lebih banyak cerita yang seru daripada sekadar kuliner dan landmark ikoniknya.

Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang punya sejarah panjang sejak zaman kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Dari prasasti kuno hingga legenda cinta di Pulau Kemaro, setiap sudut kota ini penuh dengan kisah menarik yang bikin kita terpesona. 

Bayangin aja, Sobat, selain menjadi saksi kejayaan maritim Asia Tenggara pada abad ke-7 sampai ke-9, Palembang juga tetap eksis lewat Kesultanan Palembang Darussalam di era pertengahan hingga akhirnya jadi kota modern seperti sekarang.

Nah, di artikel ini, Sobat Suka Fakta akan diajak untuk menjelajahi lebih dalam menyelami sejarah dan pesona Palembang. Kita bakal kupas “12 Fakta Menarik Palembang, Kota Tertua di Indonesia” yang menunjukkan betapa unik dan kayanya kota ini. Mulai dari cerita kejayaan Sriwijaya, legenda cinta Pulau Kemaro, sampai kelezatan pempek, semuanya bakal kita bahas dengan gaya santai dan informatif.

1. Palembang Dijuluki Sebagai “Venesia dari Timur” 

Fakta Menarik Palembang
Potret Jembatan Ampera. Sumber: IST

Nah, Sobat Suka Fakta, fakta pertama yang bikin Palembang unik adalah julukannya sebagai “Venesia dari Timur.” Gimana nggak, Sungai Musi yang sepanjang 750 km membelah kota ini menjadi dua bagian, Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Sungai Musi sendiri jadi urat nadi perdagangan dan transportasi sejak zaman Sriwijaya.

Di tengah Sungai Musi, berdiri megah Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Jembatan ini punya panjang 1.117 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 63 meter. 

Dulunya, bagian tengah Jembatan Ampera bisa diangkat untuk memberi jalan kapal-kapal besar yang melintas di Sungai Musi. Sayangnya, mekanisme naik-turun ini dihentikan pada tahun 1970.

Ngomong-ngomong soal Sungai Musi, ada satu pulau unik di tengahnya yang bernama Pulau Kemaro. Konon, pulau ini jadi saksi cinta terlarang antara Tan Bun An, seorang saudagar asal Cina, dan Siti Fatimah, putri raja Palembang. Legenda mereka masih hidup di sana, terutama saat Cap Go Meh tiba, di mana ribuan orang datang merayakannya.

2. Palembang Merupakan Kota Tertua di Indonesia

Prasasti
Bukti sejarah dari kota Palembang. Sumber: Dok. Artikelunik

Fakta menarik Palembang yang kedua adalah statusnya sebagai kota tertua di Indonesia. Bayangin, Sobat, kota ini sudah ada sejak Kerajaan Sriwijaya mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya.

Bukti nyata dari sejarah ini bisa ditemukan di Prasasti Kedukan Bukit yang bertanggal 16 Juni 682 M. Dalam prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno ini, disebutkan bahwa Dapunta Hyang mendirikan Wanua di daerah yang sekarang jadi Kota Palembang.

Nggak cuma itu, arca-arca dan prasasti lainnya juga mendukung klaim bahwa Palembang adalah kota tertua di Indonesia. Sekarang, kota ini berusia lebih dari 1.300 tahun, tepatnya 1337 tahun! Kalau kota bisa punya kartu ulang tahun, mungkin Palembang bakal dapet kue gede banget tiap Juni.

3. Sejarah Kejayaan Sriwijaya, Menjadi Pusat Maritim Asia Tenggara

Pusat Maritim
Potret pusat Maritim Asia Tenggara. Sumber: moondoggiesmusic.com

Sobat Suka Fakta pasti pernah dengar nama Kerajaan Sriwijaya, kan? Kerajaan yang satu ini nggak cuma berjaya di Nusantara, tapi juga jadi pusat maritim Asia Tenggara. Pada abad ke-7 sampai ke-9, Sriwijaya jadi kekuatan politik dan ekonomi yang disegani di kawasan ini.

Menurut kronik Cina Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke-14, Sriwijaya menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat Malaka. Negara ini punya pelabuhan yang dilindungi oleh rantai besi untuk mencegah serangan bajak laut. Rantai ini cuma diturunkan saat kapal asing datang dengan niat baik.

Sriwijaya dikenal sebagai “Port-polity,” sebuah pemerintahan pelabuhan yang berkembang jadi pusat redistribusi. Pusat pertumbuhannya adalah entreport yang menghasilkan kekayaan dan kontak kebudayaan bagi para pemimpin lokal, atau datu. Inilah basis dari kekuatan ekonomi dan politik di Asia Tenggara.

Sayangnya, kejayaan Sriwijaya mulai pudar pada abad ke-12. Persaingan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, serangan dari Kerajaan Chola di India, serta kebangkitan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara menjadi faktor-faktor yang mengakhiri masa keemasannya.

Tapi, Sobat, nggak usah sedih dulu. Warisan Sriwijaya masih terasa sampai sekarang di Palembang, terutama di Kampung Kapitan dan Kampung Al Munawar yang mencerminkan keragaman budaya sejak zaman dahulu. Jadi, Palembang masih terus menjaga cerita kejayaan Sriwijaya sampai hari ini.

4. Sriwijaya Hancur karena Persaingan dengan Kerajaan-Kerajaan di Jawa

Kerajaan Chola
Potret Kerajaan Chola. Sumber: Kolase/Intisari Online

Sobat Suka Fakta, meskipun Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang disegani pada masanya, nggak berarti kerajaan ini nggak bisa runtuh. Setelah berjaya selama beberapa abad, Sriwijaya akhirnya mengalami keruntuhan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kerajaan ini kehilangan pamornya.

Pertama, persaingan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa seperti Kerajaan Medang dan Kediri. Kedua, serangan besar-besaran dari Kerajaan Chola di India pada abad ke-11 yang menghancurkan pusat kekuatan Sriwijaya. Ketiga, kebangkitan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara yang akhirnya mengambil alih pengaruh Sriwijaya.

Salah satu kerajaan Islam yang kemudian muncul di wilayah bekas kekuasaan Sriwijaya adalah Kesultanan Palembang Darussalam. Meski begitu, sisa-sisa kejayaan Sriwijaya masih terlihat sampai hari ini di Palembang, Sobat, termasuk gaya arsitektur dan tradisi masyarakatnya.

5. Peran Kesultanan Palembang Darussalam terhadap Perkembangan Kota

Kesultanan Palembang Darussalam
Potret Kesultanan Palembang Darussalam. Sumber : jadijuarasatu.blogspot.com

Setelah Sriwijaya runtuh, Palembang enggak langsung kehilangan pengaruhnya. Sebaliknya, kota ini justru berkembang jadi pusat kekuasaan baru, yaitu Kesultanan Palembang Darussalam. Kesultanan ini muncul pada abad ke-17 dan berhasil mempertahankan pengaruhnya hingga abad ke-19.

Kesultanan Palembang Darussalam terkenal karena ekonominya yang kuat, berkat perdagangan lada dan rempah-rempah lainnya. Selain itu, kesultanan ini juga jadi pusat penyebaran agama Islam di wilayah Sumatera Selatan.

Sayangnya, Kesultanan Palembang Darussalam harus berakhir setelah Belanda menguasai wilayah ini pada abad ke-19. Tapi tenang,  Sobat Suka Fakta masih bisa menemukan jejak kejayaannya di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin dan Benteng Kuto Besak. Kedua bangunan ini jadi saksi bisu dari masa keemasan Kesultanan Palembang Darussalam.

6. Kota yang Memiliki Al-Quran Raksasa dan Mendapatkan Rekor Indonesia (MURI)

Al-Quran.
Potret Al-Quran. Sumber : jadijuarasatu.blogspot.com

Sobat, kalau kalian mau lihat sesuatu yang benar-benar menakjubkan, datanglah ke Al-Quran Al-Akbar di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah, Kecamatan Gandus, Palembang. Bayangin, di sini ada Al-Quran raksasa dengan ukuran 177 x 140 x 2,5 cm per lembarnya! Enggak heran kalau Al-Quran ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Al-Quran terbesar di Indonesia.

Setiap lembarnya diukir dengan ayat-ayat suci Al-Quran di atas kayu, jadi nggak cuma besar, tapi juga detail banget. Keseluruhan Al-Quran Al-Akbar memiliki ketebalan sekitar 9 meter.

Tempat ini dibuka untuk umum, Sobat. Jadi, kalian bisa lihat langsung keindahan dan keagungan Al-Quran ini. Pengelola hanya meminta sumbangan sukarela buat biaya perawatan. Setiap tahunnya, Al-Quran Al-Akbar dikunjungi oleh banyak wisatawan, enggak cuma dari Indonesia, tapi juga dari negara-negara tetangga seperti Malaysia.

7. Pasar Loak Cinde Menjadi Pasar Loak Terlengkap di Indonesia

Pasar loak
Potret pasar loak Cinde. Sumber: SINDOnews

Sobat Suka Fakta, pernah denger Pasar Loak Cinde? Kalau belum, kalian perlu tau, nih! Pasar ini adalah salah satu pasar loak terlengkap di Palembang dan mungkin juga di Indonesia. Buka setiap hari, pasar ini menyediakan berbagai barang unik, dari yang kecil hingga besar, barang antik sampai modern, baru maupun bekas.

Apa aja sih yang dijual di Pasar Cinde? Hampir semuanya ada, Sobat! Mulai dari alat elektronik, pakaian, furnitur, hingga mesin-mesin besar yang ukurannya sebesar rumah. Jadi, gak heran kalau warga lokal bilang, “Semua ada di Pasar Cinde.”

Selain fungsi ekonominya sebagai pusat jual-beli, Pasar Loak Cinde juga punya nilai sosial. Pasar ini menjadi tempat interaksi berbagai kalangan masyarakat, mulai dari kolektor barang antik sampai pedagang kecil.

8. Pulau Kemaro, Legenda Cinta Saudagar Cina dengan Putri Palembang

Pulau Kemaro
Potret Pulau Kemaro yang ada di Palembang. Sumber: NET–

Siapa sangka di tengah Sungai Musi yang lebar itu ada sebuah pulau kecil bernama Pulau Kemaro? Pulau ini gak cuma unik, tapi juga penuh legenda cinta antara saudagar Cina, Tan Bun An, dan putri Palembang Siti Fatimah.

Cerita bermula ketika Tan Bun An melamar Siti Fatimah dan mereka berlayar ke Cina untuk mendapatkan restu keluarga. Ketika kembali ke Palembang, keluarga Tan Bun An memberikan beberapa guci sebagai hadiah. Namun, Tan Bun An marah saat mendapati isi guci tersebut hanya sawi asin. Dia pun membuang guci-guci itu ke Sungai Musi. Sayangnya, salah satu guci itu pecah dan ternyata di dalamnya terdapat emas yang tersembunyi di balik sawi asin.

Menyesali perbuatannya, Tan Bun An lalu menceburkan diri ke Sungai Musi, diikuti oleh Siti Fatimah yang putus asa. Legenda ini membuat Pulau Kemaro jadi tempat ziarah dan wisata yang menarik. Sobat Suka Fakta bisa menemukan Pagoda sembilan tingkat dan kelenteng berusia ratusan tahun di sana. Setiap perayaan Cap Go Meh, ribuan orang berkumpul di Pulau Kemaro untuk merayakan festival ini.

9. Pempek, Kuliner Khas Palembang yang Diminati Banyak Orang!

Pempek Palembang
Potret Makanan khas Palembang, Pempek. Sumber: IST

Siapa sih yang gak kenal pempek? Kuliner khas Palembang ini udah terkenal ke mana-mana dengan cuko-nya yang pedas asam manis bikin nagih. Tapi, selain pempek, Palembang punya banyak kuliner khas lain yang gak kalah lezat, Sobat! Biar gak bingung, simak nih daftar makanan khas Palembang.

  • Pempek: Terbuat dari daging ikan giling yang dicampur dengan tepung tapioka. Disajikan dengan kuah cuko yang asam pedas.
  • Tekwan: Olahan ikan berkuah bening dengan soun, jamur kuping, dan irisan bengkoang.
  • Martabak HAR: Martabak khas Palembang dengan kuah kari kentang dan daging.
  • Mie Celor: Mie dengan telur rebus, tauge, dan kuah santan ebi yang gurih.

10. Palembang Dikenal Sebagai Kota Toleransi

Kampung Almunawar
Potret Kampung Almunawar dihuni oleh keturunan Yaman. Sumber: Instagram.comadventurose

Sobat Suka Fakta, Palembang dikenal sebagai kota dengan toleransi dan keberagaman yang tinggi. Ini gak lepas dari sejarah panjangnya sebagai pusat perdagangan sejak zaman Sriwijaya yang bikin kota ini jadi tempat bertemunya berbagai budaya. Mulai dari etnis Melayu, Cina, Arab, India, sampai Eropa, semuanya membaur dan hidup rukun di Palembang.

Beberapa kawasan yang jadi bukti nyata dari keberagaman ini adalah Kampung Almunawar dan Kampung Kapitan. Kampung Almunawar di Seberang Ulu dihuni oleh keturunan warga Yaman yang datang ke Palembang pada abad ke-18. Sementara itu, Kampung Kapitan di Seberang Ilir merupakan kawasan pemukiman warga keturunan Cina yang sudah ada sejak zaman Sriwijaya.

Di sini Sobat bakal bisa lihat langsung rumah-rumah tradisional dengan arsitektur khas masing-masing etnis. Selain itu, penduduk Palembang juga dikenal ramah dan terbuka terhadap pendatang, membuat kota ini selalu hidup dan dinamis.

11. Ogan Kertapati, Jembatan Bersejarah yang Dibangun Belanda pada 1939

Jembatan Kertapati
Potret Jembatan Ogan Kertapati. Sumber: TribunSumsel.com/AndiAgusTriyono

Selain Jembatan Ampera yang udah terkenal banget, ada satu lagi jembatan bersejarah di Palembang yang gak kalah menarik, yaitu Jembatan Ogan Kertapati. Jembatan ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1939 dan awalnya diberi nama Milhelmina Brug (Jembatan Wilhelmina) sebagai hadiah ulang tahun Ratu Belanda.

Jembatan Ogan Kertapati menghubungkan kawasan Kertapati dengan daerah Jakabaring. Meski ukurannya lebih kecil dibanding Jembatan Ampera, jembatan ini punya nilai sejarah tinggi karena jadi salah satu infrastruktur peninggalan kolonial yang masih digunakan hingga kini.

12. Prestasi dan Pengakuan Palembang yang Sangat Menakjubkan!

Palembang
Potret Kota Palembang. Sumber: Kompas.com/Naabilla Tashandra

Sobat Suka Fakta, fakta terakhir ini menunjukkan betapa luar biasanya transformasi yang telah dialami Palembang. Pada 2006, Palembang sempat mendapat predikat sebagai kota terkotor di Indonesia. Tapi, setahun kemudian, Palembang berhasil menyabet Piala Adipura sebagai kota terbersih di Indonesia!

Prestasi ini gak berhenti di situ, Sobat! Palembang juga pernah mendapat predikat sebagai kota terbersih se-ASEAN dengan julukan Environmentally Sustainable City. Enggak main-main, kota ini sudah mengoleksi Piala Adipura sebanyak 9 kali, lho! Hal ini menunjukkan betapa seriusnya komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, Taman Kambang Iwak, taman kota seluas 5 hektar dengan kolam luas di bagian tengah, juga pernah dinobatkan sebagai taman kota terbaik di Indonesia. Air mancurnya memancarkan cahaya indah di malam hari, membuat suasana taman semakin romantis dan menyenangkan buat tempat nongkrong.

Prestasi terbaru Palembang yang enggak kalah membanggakan adalah menjadi tuan rumah dua event olahraga besar: SEA Games 2011 dan Asian Games 2018. Berkat acara tersebut, infrastruktur olahraga di Palembang berkembang pesat dengan adanya Jakabaring Sport City yang lengkap dengan stadion, arena renang, dan fasilitas olahraga lainnya.

Kesimpulan

Sobat Suka Fakta, itulah “12 Fakta Menarik Palembang, Kota Tertua di Indonesia” yang bisa kita banggakan. Mulai dari kejayaan Sriwijaya, kuliner khas, hingga prestasi modernnya, Palembang selalu punya daya tarik unik yang bikin kita kagum.

Palembang bukan cuma soal Jembatan Ampera atau pempek aja, tapi juga kaya akan sejarah, budaya, kuliner, dan toleransi masyarakatnya. Jadi, buat kalian yang belum pernah ke sini, ayo sempatkan diri untuk menjelajahi Palembang dan semua keindahannya!

Semoga artikel ini bisa jadi inspirasi buat Sobat Suka Fakta untuk lebih mengenal dan menghargai kota tertua di Indonesia ini. Kalo berkunjung ke sini, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, ya! Supaya Palembang bisa terus jadi kebanggaan kita semua.

REFERENSI:

  • Pemerintah Kota Palembang. (n.d.). Sejarah Kota Palembang. [Online] Tersedia di: https://palembang.go.id/profil/sejarah-kota-palembang [Diakses 10 Mei 2024].
  • Kumparan. (2021). 5 Fakta Menarik Kota Palembang. [Online] Tersedia di: https://kumparan.com/99co/5-fakta-menarik-kota-palembang-1rLNDw7H9G0 [Diakses 10 Mei 2024].
  • Radar Selatan. (2023). 10 Fakta Menarik Tentang Palembang yang Tidak Dimiliki Daerah Lain, Nomor 1 Bikin Kaget. [Online] Tersedia di: https://radarselatan.disway.id/read/652551/10-fakta-menarik-tentang-palembang-yang-tidak-dimiliki-daerah-lain-nomor-1-bikin-kaget [Diakses 10 Mei 2024].
Sukafakta

SukaFakta adalah website berita yang menyajikan fakta unik, fakta misteri, dan fakta dunia yang menarik dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *